
pertandingan demi pertandingan di jalani, Riski mendapat Golden Boot ketiganya pada tahun 2025 setelah mencetak 43 Gol.
pada musim 2025/2026 Riski tampil bagus namun Barcelona kurang konsisten membuat banyak kritikan, Riski juga ikut di katai penurunan karir karena memutuskan ke Barcelona.
banyak yang menyebut Barcelona akan hancur dan tidak mendapat gelar sama seperti musim 2021/2022, Barcelona terlempar ke Liga Eropa dan juga di peringkat 6 La Liga.
namun di paruh musim Xavi mampu menunjukkan keajaiban di Piala Super Spanyol setelah mengalahkan Villareal 3-2 melalui comeback dramatis dan di final mengalahkan Real Madrid dengan dramatis gol di menit 89 melalui pemain andalan yakni Riski membuat skor 1-0.
kemenangan tersebut memastikan Barcelona tidak akan puasa gelar pada musim 2025/2026 namun meski begitu kritik tetap banyak.
di akhir musim 25/26 Barcelona mengalahkan Atlhetic Bilbao di final Copa Del Ray dengan skor 2-0 dan di final Europa League melawan West Ham Barcelona menang di babak adu penalti 5-3.
dengan hasil ini Barcelona berhasil mini treble pada musim 2025/2026. di La Liga Barcelona berhasil memperbaiki diri dengan akhir musim di posisi 4 klasemen La Liga.
Riski mencetak 43 Gol dan 14 Asist pada musim tersebut namun tetap gagal mendapat Balon D'or ketiganya membuat Riski harus bersabar.
musim berikutnya 26/27 Barcelona bermain jelek bahkan di Super Spanyol berhenti di fase awal dan di Copa Del Ray kalah di rounde kedua.
di akhir musim Barcelona berhenti di posisi kelima namun masih ada harapan karena keajaiban Barcelona menuju final Liga Champions.
di final Barcelona bertemu dengan Manchester City yang sedang kuat kuatnya dan sangat di unggulkan, Riski merasa gugup bertemu klub lamanya namun dia melihat starting sudah jauh berubah.
hanya Phil Foden teman lamanya yang tersisa di Manchester City saat ini jadi Riski tidak akan terganggu mentalnya.
dengan ganas Riski mencetak brace dengan comeback atas Man City di menit 71 dan 83 membuat Barcelona menang 2-1 atas Man City.
Riski berhasil mengangkat trofi UCL ketiganya di selutuh karirnya saat ini sekaligus mendapar Balon D'or ketiganya karena mencetak 46 Gol dan 11 Asist.
Riski lalu tidak banyak merayakan dan harus melakukan perpisahan dengan fans Barcelona di Camp Nou Stadium.
Riski memutuskan untuk pergi ke Bayern Munchen karena saat ini Bundesliga adalah liga ketiga terkuat di eropa menggeser Italia.
AFC Asian Cup, Riski berjuang bersama Indonesia dan dengan ajaib mampu mempertahankan gelar setelah menang 1-0 atas Australia di final.
__ADS_1
musim 2027/2028 Riski berhasil double winner bersama Bayern Munchen dengan menjuarai Bundesliga dan juga DFB-Pokal.
Marcos Hernandez rival Riski berhasil mendapat Balon D'or ketiga setelah menjuarai UCL ketiganya bersama Liverpool.
karena tertarik ke Bundesliga Marcos Hernandez memutuskan bergabung ke Dortmund yang musim sebelumnya hanya juara Liga Eropa.
transfer 150 Juta Euro di lakukan.
hal itu berhasil karena Hernandez membawa Dortmund juara Bundesliga namun Riski menjuarai UCL keempatnya dan DFB-Pokal bersama Bayern Munchen pada musim 2028/2029.
Riski berhasil mendapat Balon D'or keempatnya membuat Riski di anggap sebagai GOAT New Era dan pemain terbaik Asia sepanjang masa.
Riski memenangkan 5 Golden Boot namun pada tahun 2029 Marcos Hernandez mengambil Golden Boot ketiganya.
pada musim 2029/2030 Bayern Munchen di geser oleh Dortmund karena Dortmund double winner setelah berhasil juara Bundesliga dan DFB-Pokal.
Marcos Hernandez menjuarai Piala Dunia bersama Spanyol membuat Hernandez mampu memenangka Balon D'or.
di musim berikutnya yaitu 2030/2031 Bayern Munchen kembali juara Bundesliga namun Borusia Dortmund membuat keajaiban dengan juara UEFA Champions League keduanya.
Marcos Hernandez berhasil memenangkan Balon D'or sedangkan Riski memenangkan Golden Boot keenam membuat Riski memilik jumlah Golden Boot yang sama dengan sosok legenda pemain terbaik di dunia yaitu Lionel Messi.
namun karena ulah dari Riski dan Hernandez membuat Bundesliga menjadi Liga Terbaik di eropa maupun di dunia untuk saat ini.
tim Bundesliga juara di UEFA Champions League tiga kali berturut turut membuat bangga seluruh penduduk Germany.
musim 2031/2032 Riski sudah tidak tampil begitu konsisten karena nafasnya yang sudah tidak begitu kuat seperti saat masih muda.
namun Riski tetap mendapat Balon D'or kelimanya karena menjuarai UCL keenamnya sekaligus juara Bundesliga bersama Bayern Munchen dengan 39 Gol dan 17 Asist.
mudim terus berjalan hingga akhir musim 2033/2034 di mana Riski berhasil juara 40 total keseluruhan trofi tim.
di 2031 Riski gagal menjuarai Piala Asia bersama Indonesia karena gugur di 16 besar setelah di taklukkan Iran 3-1.
__ADS_1
Indonesia yang di tunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia memiliki keunggulan sekarang yaitu suporter yang menonton.
namun dengan keajaiban Indonesia keluar sebagai runner up grup Piala Dunia.
di 16 besar Indonesia menghadapi Brazil dengan semua usaha keajaiban tercipta kemenangan 2-1 atas Brazil.
8 besar Piala Dunia, Indonesia dengan ajaib menaklukkan Spanyol juara Piala Dunia sebelumnya setelah draw 1-1 dan di adu penalti menang 4-2 atas Spanyol.
di semifinal lagi lagi keajaiban terjadi Indonesia mengalahkan Germany sang calon kuat yang di anggap akan juara.
dengan keajaiban Indonesia menang 4-1 atas Germany membuat Riski menghibur rekan klubnya yang bermain di timnas Germany.
di final Indonesia menghadapi lawan berat yakni Argentina namun karena pemain Indonesia yang sudah sangat panas membuat kegugupan holang sementara pemain Argentina yang muda justru sangat gugup.
pemain Indonesia yang di isi pemain berpengalaman dan sudah panas melibas habis Argentina 3-0 di final.
Piala Dunia yang mengejutkan dan benar benar di anggap seperti sangat mustahil di mana Indonesia negara yang baru masuk Piala Dunia 5 kali mampu menjuarai Piala Dunia.
Riski sebagai kapten mengangkat Piala dengan tangis haru yang pecah karena tidak percaya Piala yang begitu di impikan 343 juta orang di Indonesia bisa di bawa pulang.
di akhir musim 2037/2038 Riski memutuskan pensiun di umurnya yang sudah 36 tahun karena nafas yang sudah tidak begitu teratur.
Riski mampu mendapatkan 49 trofi menggeser Lionel Messi dengan trofi terbanyak yaitu 45 trofi sekaligus Riski yang memenangkan 7 Balon D'or.
Marcos Hernandez juga sudah pensiun dengan 6 Balon D'or dan juga 5 Golden Boot membuat perdebatan berakhir Riski menjadi GOAT.
Riski dan Hernandez menggeser posisi dua GOAT sebelumnya yang di pegang Messi dan Ronaldo menjadi Riski dan Hernandez.
di dua musim terakhir Riski pindah ke Juventus dan berhasil Scudetto sekaligus juara Copa Italia dan Super Italia.
Riski berhasil menjadi pemain terbanyak dan terlengkap di dunia, bukan hanya pemain terbaik Asia namun pemain terbaik DUNIA.
TAMAT.....
__ADS_1