Football Best Player

Football Best Player
Penentuan Juara 3 | FIFA World Cup 2022


__ADS_3

setelah kekalahan di semifinal piala dunia para pemain Indonesia masih tidak bisa move on, Riski untuk melupakan kekalahan pergi untuk healing, Riski healing bersama dengan Egy dan Elkan Baggot.


di pertandingan Portugal vs Spain Portugal mampu mengalahkan Spain di babak adu penalti setelah draw 3-3 dan di penalti menang 5-3, itu artinya Indonesia di pertemukan dengan Spain untuk penentuan juara 3 nanti.


Spain saat ini di latih oleh pelatih terkenal yaitu Zinedine Zidane, Zinedine Zidane pelatih yang mampu memberikan tiga trofi ucl hanya dengan 3 tahun melatih, pencapaian ini tentu sangat hebat yang menyebabkan Spain menjadikan Zinedine Zidane sebagai pelatih menggantikan Luis Enrique.


Luis Enrique tahu kalau taktik dari Zinedine Zidane adalah counter attack, namun jika Luis Enrique melakukan strategi yang sama maka permainan akan imbang, Luis Enrique sudah memikirkan strategi yang benar benar matang untuk pertandingan tanggal 17 Desember nanti.


Final FIFA World Cup Qatar 2022 mempertemukan Argentina dan Portugal, final ini menghebohkan seluruh publik karena dua pemain terbaik bertemu di final, FIFA World Cup 2022 Qatar sepertinya akan menjadi yang terbaik karena final tersebut.


sebenarnya suatu keajaiban Portugal masuk ke final karena Portugal sendiri harus kesusahan masuk piala dunia hingga masuk play off, namun dengan keajaiban dari Author Portugal mampu masuk ke final piala dunia.


pada tanggal 17 Desember pertandingan antara Indonesia vs Spain akan di mulai, suporter sudah mengerumuni stadion dan di layar kaca sudah di saksikan banyak orang, orang orang di Asia berdoa agar wakil mereka bisa menjadi juara 3.


ranking Indonesia sekarang sudah di nomor 23 dan jika ini menang maka jelas akan berada di ranking 17 karena akan mendapat banyak poin, itulah sebabnya Luis Enrique mengincar kemenangan meskipun Enrique tahu kalau dia akan pergi pada tahun 2023 dan di gantikan oleh Luis Mila.


para pemain memasuki lorong stadion di sinilah pemain Indonesia melihat banyak pemain bintang, setelah piala dunia maka akan banyak klub eropa yang tertarik dengan pemain Indonesia, pengamat sepak bola dari banyak klub juga menonton pertandingan ini, mereka mencari pemain Indonesia yang hebat agar bisa punya pemain hebat dengan budget yang kecil.


pertandingan di mulai, penonton di layar kaca dalam keadaan yang sangat tegang, ini bukan final namun atsmofer sudah sangat hebat, sudah berjalan 6 menit setelah kick off namun Spain hanya memakai strategi bertahan.

__ADS_1


melihat hal itu Luis Enrique menurunkan para pemain ke belakang agar memaksa pemain Spain menyerang, sekarang Spain mau tidak mau harus menyerang karena jika tidak menyerang Indonesia hanya akan passing passing di belakang.


Riski bermain ke pertahanan dan ia menunjukkan dirinya layak, Riski merasakan atsmofer yang berat, kedua belah pihak harus punya mental tinggi, Ferran Torres membawa bola lalu memberi umpan terobosan ke kiri, Alvaro Morata segera menjatuhkan diri dan menyundul bola ke tengah, Pedri mencoba menendang namun masih di tepis oleh Audero dan di buang jauh oleh Kevin Diks.


dengan pemain yang pas pasan Indonesia mampu menahan Spain hingga menit 27, Indonesia menemukan kesempatan setelah Jordi Amat memotong umpan Llorente, Jordi Amat berlari namun dengan cepat mengoper pada Egy, Egy melanjutkan berlari lalu memberi operan ke tengah pada Witan, setelah itu Witan berlari sedikit dan memberi umpan terobosan pada Supriadi dan setelah itu Supiradi masuk ke kotak penalti.


Supriadi mencoba menendang langsung ke kiri gawang menggunakan kaki kirinya, ini mengejutkan banyak pihak karena Supriadi kaki utamanya kanan dan Riski sudah menunggu, namun karena kenekatan tersebut Unai Simon di matikan langkahnya, bola membentur tiang dan masuk ke dalam gawang dari Spain, Surpiadi langsung berlari ke pinggir lapangan untuk merayakan gol yang dia buat.


di menit 41 Egy di langgar di luar kotak penalti saat sedang membawa bola, posisi free kick sangat lurus ke gawang, Riski sudah memegang bola untuk mengambil free kick, suporter Spain sudah memegangi kepalanya seperti ketar ketir karena jarak yang dekat apalagi di ambil oleh Riski, meskipun Riski pemain muda tapi tidak ada yang berani meremehkan dia untuk saat ini.


"udah siap belum?" tanya wasit


"oke oke udah sit" kata Pau Torres


"geser dikit bro ini tutupi, ya mantap dan lu kesini juga!" perintah Unai Simon


Zinedine Zidane di pinggir hanya berharap Allah memberi keajaiban namun dia ingat kalau Riski juga punya agama sama.


"Bismillah gue cetak gol" kata Riski

__ADS_1


"oke awas tidak gol" balas Egy


"priiittt tendang buruan" kata wasit


"Fix goolll!!"


Riski menendang free kick dan bola menuju ke gawang dengan lurus dan kuat tanpa jatuh ke bawah dan melengkung, tembakan benar benar mengarah dengan kencang ke kanan gawang, Unai Simon tidak bisa berkutik termasuk pagar betis yang lompatannya tidak mencapai, bola dengan keras menghantam jaring gawang Spain, suporter Indonesia yang sudah setengah berdiri langsung melompat dan berteriak, Riski yang melihat bola masuk dalam jaring berlari ke pinggir lapangan, pemain Indonesia lainnya mengikuti di belakang Riski yang menuju ke pinggir lapangan.


"gooolll!! hal yang tidak terduga Indonesia mampu menambah keunggulan menjadi 2-0!!, Riski mencetak gol dengan sangat indah menunjukkan dia adalah pemain terbaik milik Indonesia" seru komentator


Luis Enrique langsung melompat lompat dan seperti biasa Luis Mila menggendong Enrique di pundaknya dan menuju suporter Indonesia, Luis Enrique meninju ninju udara kegirangan dengan gol barusan, tanpa banyak peluang Indonesia sudah menciptakan dua gol di babak pertama.


sampai akhir babak pertama skor masih 2-0 dan Zidane menggaruk rambutnya yang botak, Luis Enrique memberi pujian pada Supriadi dan Riski dan juga pemain lain, Luis Enrique kali ini mau menggunakan strategi penguasaan bola jadi kali ini giliran Indonesia yang menguasai bola.


kaki kanan Riski seketika gatal dan rasanya ingin menendang bola sekuat kuatnya, setelah istirahat 15 menit para pemain kembali ke lorong, mereka memasuki stadion kembali dan di posisi masing-masing.


pertandingan babak kedua sudah berjalan 12 menit dan Zinedine Zidane memasukkan Marcos Hernandez dengan menggantikan Alvaro Morata, Riski seketika memandangnya karena Marcos adalah rivalnya di masa depan namun sekarang skil nya belum begitu kelihatan.


Marcos Hernandez bermain dengan baik karena dia bisa dengan halus melewati 2 atau 3 pemain dengan memanfaatkan postur tubuh yang kecil, Marcos adalah striker namun dia lebih ke belakang dan membangun serangan lalu ke depan berbeda dengan Riski yang lebih menyambut bola.

__ADS_1


...........


lanjut besok sa lagi loyo


__ADS_2