
Riski sudah melakukan Reuni di Korea Selatan sekaligus bertemu presiden Korea Selatan, Riski pergi bersama keluarganya dan ke rumah saudara mereka, Alex juga sukses membuat klub maju dan bermain di liga 2 Korea Selatan.
Riski menyerahkan saham SRF sebanyak 40% pada Alex karena Riski tidak mau urus klub, Alex yang banyak kerja tapi yang di anggap malah Riski, namun hal itu tidak membuat Alex peduli karena saat ini dia hanya melatih pemain muda Indonesia.
Alex mau wonderkid Indonesia tidak terbuang percuma karena terjebak di liga Indonesia, memang saat ini liga Indonesia sudah di perbaiki namun hal itu masih jauh dari kata layak, liga 2 Korea saat ini masih lebih bagus dari Liga utama Indonesia dari segi Kemampuan, Fisik, Tempat Latihan, taktik dan masih banyak.
bahkan mantan rekan setim di timnas u17 dulu bermain di sini, pemain itu adalah Sutan Zico yang sudah terlupakan, Zico terlupakan karena dirinya tidak punya fisik yang kuat jadi Alex memutuskan untuk mengambil Zico agar di asah.
"stadion SRF tidak begitu megah karena memang hemat dana namun tempat ini selalu menghasilkan uang" kata Alex memberitahu
"bagaimana cara dirimu memancing suporter untuk datang?" tanya Riski yang bingung
"secara sederhana diriku menyewakan stadion kepada pendukung dengan harga terjangkau dan masih banyak yang membuat terjadinya rival sekota antara FC Seoul dan SRF" kata Alex yang menjelaskan secara singkat
"ku dengar kalau tim ini naik ke liga utama Korea musim depan" kata Riski sambil memastikan
"ya memang kita naik setelah menjuarai liga 2 Korea Selatan yang membuat Seoul terpecah jadi dua kubu suporter" kata Alex
selama beberapa hari telah berlalu saat ini adalah 16 Juli dan kali ini ada kabar terbaru dari Asosiasi Sepak Bola Asia atau lebih di kenal dengan sebutan AFC.
AFC baru saja mengumumkan untuk membuat kompetisi baru yaitu AFC Nations League yang di buat mirim dengan UNL, AFC membuat sistem berbeda dengan memasukkan 10 negara dengan ranking FIFA tertinggi di Asia untuk masuk ke dalam satu grup.
kompetisi ini sudah di setujui oleh 3 negara yaitu Indonesia, Korea Selatan, dan Jepang. saat ini pihak AFC sudah melakukan permintaan terhadap FIFA, AFC meminta pertandingan ini seperti FIFA Match Day namun pialanya akan di buat AFC.
AFC sudah membuat piala yang mirip dengan UEFA Nations League namun terbuat dari perak asli, AFC saat ini berusaha untuk memancing perhatian dunia dan ingin membuat AFC bersanding bersama UEFA dan CONMEBOL.
pada 19 Juli FIFA setuju dengan kompetisi ini dan juga ada 10 negara yang bersedia, Oman mengundurkan diri dengan suatu alasan dan akhirnya China bersedia untuk maju.
jadwal mulainya pertandingan adalah 1 Agustus 2023, negara yang ikut di AFC Nations League ada 10 yaitu :
Indonesia ( Rank 12 )
Korea Selatan ( Rank 25 )
Iran ( Rank 26 )
Jepang ( Rank 30 )
Australia ( Rank 39 )
Arab Saudi ( Rank 51 )
Uni Emirate Arab ( Rank 54 )
Qatar ( Rank 61 )
Iraq ( Rank 72 )
__ADS_1
Tiongkok ( Rank 83 )
negara di atas akan mengikuti gelaran kompetisi AFC Nations League pertama kali dalam sejarah, UEFA melakukan beberapa protes karena melakukan plagiat piala dan hanya di ubah logo.
namun FIFA meleraikan hal itu karena dua duanya menghasilkan uang yang banyak, bagi FIFA semua sah asalkan kompetisi itu menyumbang uang ke FIFA, Indonesia siap menjadi tuan rumah dengan menyiapkan 5 stadion berikut :
Jakarta Internasional Stadium
Gelora Bung Karno Stadium
Gelora Bandung Lautan Api Stadium
Si Jalak Harupat Stadium
Pakansari Stadium
25 Juli Indonesia mengganti Si Jalak Harupat Stadium dengan Wibawa Mukti Stadium, AFC setuju Indonesia tuan rumah karena banyak negara yang tidak siap dengan kompetisi tiba tiba.
Riski akhirnya pulang ke Indonesia yaitu Jakarta karena Indonesia adalah tuan rumah jadi boleh memakai stadion utama yaitu Jakarta Internasional Stadium.
pada 1 Agustus pertandingan akan di gelar dan saat ini Riski sudah sampai di bandara Internasional Soekarno Hatta.
stadion di AFC Nations League :
Jakarta Internasional Stadium
Gelora Bung Karno Stadium
Gelora Bandung Lautan Api
Wibawa Mukti Stadium
__ADS_1
Pakansari Stadium
Indonesia sudah menyiapkan stadion dengan kapasitas besar dan juga semua di jawa barat agar para pemain bisa berpergian secara cepat.
tanggal 27 Juli Riski sedang berlatih bersama timnas yang baru, Luis Enrique sudah pergi karena kontraknya sudah habis, Luis Mila menggantikan posisi Luis Enrique sebagai pelatih.
Shin Tae Yong menjadi pendamping karena Indonesia percaya jika Luis Mila dan STY di persatukan Indonesia bisa bagus, Shin Tae Yong sendiri hanya untuk saat ini saja karena kompetisi Indonesia Junior sudah habis.
"taktik saya akan berbeda dengan Luis Enrique jadi sesuaikanlah diri" kata Luis Mila sambil minum
"strategi memancing para pemain lawan menjadi capek kah?" tanya Riski
"ya kau sepertinya sudah tahu itu" balas Luis Mila sambil tersenyum
berikut pemain yang di bawa Indonesia :
Kiper : Emil Audero
Nadeo Argawinata
Ernando Ari Sutaryadi
Pemain Belakang : Jordi Amat
Kevin Diks
Elkan Baggot
Mees Hilgress
Shayne Pattynama
Pratama Arhan
Asnawi Mangkualam
Pemain Tengah : Witan Sulaeman
Marc Klok
Ricky Kambuaya
Ramae Rumakiek
Marselino Ferdinand
David Maulana
Pemain Sayap : Andreas Kanae
Muhammad Supriadi
Egy Maulana Vikri
Febri Haryadi
Ronaldo Kwateh
Pemain Depan : Mohammad Riski Saputra
Ragnar Oratmangoen
Ahmad Wijayanto
Irfan Jaya
Luis Mila sudah jengkel dengan Sadil yang egois di AFC Asian Cup makanya Luis Mila tidak memanggil Sadil di AFC Nations League, Luis Mila jengkel karena Sadil sering terpancing emosi dan juga dirinya kalau sudah bawa bola tidak melihat teman di sekitarnya.
permainan Indonesia sering bagus dan bermain tim namun saat Sadil masuk Indonesia menjadi kacau dan bermain secara individu.
Riski saat ini sedang minum teh di balkon sambil melihat pemandangan malam di Jakarta, sekarang Jakarta sedang tidak terlalu panas jadi ini tidak memengaruhi jalannya pertandingan.
pemain paling enak adalah yang bermaun di bandung karena cuacanya sejuk, namun stadion termegah yaitu Jakarta Internasional Stadium berada di Jakarta.
saat ini pemerintah Indonesia menaikkan harga sewa untuk klub bola di Indonesia menjadi 30-100 juta untuk satu pertandingan, hal itu di anggap gila banyak pihak namun pemerintah Indonesia tidak peduli karena jika mereka membantah silahkan bikin stadion sendiri.
langkah berani yang di ambil PSSI sebenarnya sangat bagus namun menjadi berat untuk beberapa klub, PSSI menghitung dari kapasitas karena jika kapasitas kecil maka harga sewa untuk klub Liga Indonesia juga murah.
hal ini membuat beberapa klub sejak bulan Juni kemarin mulai membangun stadion dengan dana yang terbilang minim.
__ADS_1
...............
katanya tim Amerika gak sebanding dengan Eropa kok FINALISIMA di obok obok?