
"agghhh segeeerrrr panas panas minum esteh" Riski
"woi minta woi" Sadil
"eh btw katanya lu mau pergi ke Getafe yak?" tanya Ragnar ke Supriadi
"yoi, pokoknya dah seneng saya ke La Liga meskipun tim papan tengah" Supriadi
"yang gg itu si Riski, timnya langganan juara EPL saat ini dan musim pertama di City langsung juara UCL, bahkan musim pertama di PSV langsung juara Eropa League" kata Ragnar
"orang jago ya udah wajar" Supriadi
"woi anjeengg!! bicara apa itu? sini sini ayo kita minum teh anget mumpung cuaca panas biar tambah panas" kata Riski
"lu aja kali gue males" balas Supriadi
"ha ha ha canda borr ayo sini minum esteh" Riski
"woooiiii!!" teriak Enrique
"jangan jangan kita gak di bolehin minum es teh" sambung Kevin Diks
"bagi bagi lah minum esteh jangan sendiri sendiri" Enrique
"mereka berpesta sendirian tanpa mengajakku" -Luis Mila si sad boy
pertandingan antara Indonesia vs India di mulai dan Indonesia bermain passing passing dahulu, Luis Enrique mencoba menyuruh timnas untuk oper ke teman yang kosong agar strategi auto pilot bisa berjalan dengan baik.
saat ini Riski membawa bola dan melewati S.Fernandes dan C. Singh melalui gocekan Cristiano Ronaldo miliknya.
"woi oper saya!!" teriak Egy
Riski segera memberi operan pada Egy Maulana yang sudah siap menyambut, Egy Maulana langsung menendang bola ke kiri gawang India namun berhasil di tepis oleh A. Singh.
pertandingan berjalan santai karena Indonesia lebih bermain passing, bagi Enrique saat ini Indonesia perlu bermain santai terlebih dahulu, oper pda teman yang kosong dan siklus berputar seperti itu di pertandingan, bagi Enrique Indonesia harus kuat karena memang kuat bukan karena bertahan dan lolos ke semifinal Piala Dunia.
"woi kasih umpan terobosan!!, saya akan maju!" teriak Riski pada Witan
__ADS_1
"terima umpan itu" Witan
Riski mengejar umpan longpass Witan Sulaeman yang terlalu ke depan, Riski lalu menahan bola dengan kaki kirinya lalu memutar badan, Riski mengambil ancang ancang tendangan dari sudut yang sempit.
"fixx gooll!!" Riski
"huuu gooollll!!!" teriak pemain lainnya
"hooreeee gooollll" teriak suporter
seketika stadion bergemuruh setalah Riski mencetak gol dengan indah, dari sudut sempit bola menghantam tiang lalu masuk ke dalam gawang, Riski merayakan gol ke pinggir lapangan bersama pemain lainnya.
"yak makasih makasih" kata Riski sambil tepuk tangan pada suporter sambil berjalan ke lapangan
31 menit pertandingan sudah berjalan namun Indonesia tidak melakukan penekanan apapun karena hanya oper ke yang paling kosong, mereka melakukan itu karena Luis Enrique sendirilah yang menuruh untuk melakukan hal itu.
"apa tidak masalah jika kita terus begini?" tanya Luis Mila pada Enrique
"lihat saja hasilnya Mila saat ini memang membosankan tapi di masa depan saat kau melatih maka hasilnya akan di rasakanmu" jawab Enrique kepada Luis Mila
pemain India melakukan pressing tinggi karena sudah emosi, pada akhirnya Indonesia kecolongan pada menit 37 melalui Rahim Ali, dengan cepat Rahim Ali ke pertahanan Indonesia namun Jordi Amat di depannya menghalau.
"apa?!" Colaco menerima umpan dari Suhaur VP dan beradu body dengan Kevin Diks, Audero maju untuk menackle Colaco yang sudah masuk ke kotak penalti Indonesia.
"rasakan ini!!" bola di tendang oleh Colaco melewati samping kiri Audero, Colaco menoleh ke gawang untuk memastikan apakah bola masuk atau tidak.
"goooollll! Colaco berhasil membuat kedudukan menjadi imbanh, peluang terlihat biasa saja namun gol tercipta" seru komentator
"siaalll!! kalian bagaimana bisa kecolongan?!" teriak Enrique
"saya tidak tau karena cuma di tengah" kata Riski
pertandingan berjalan kembali dan babak pertama berakhir, Enrique menginstruksikan untuk bermain lebih offensive ke depan namun dengan posession ball.
menit 49 pemain India gagal melakukan serangan karena Pattynama mampu memotong bola, Pattynama memberi umpan terobosan ke depan kepada Supriadi, dengan cepat Supriadi berlari melewati beberapa pemain dan sampai di pinggir kiri kotal penalti.
"oper gue di jamin goll!!" teriak Riski, Supriadi yang mendengar itu langsung melakukan cungkil terhadap bola untuk melakukan umpan silang, Riski lalu berduel di udara dengan Ruivah dan pada akhirnya Riski yang menang dengan mudah.
__ADS_1
"fixx gooll!!" bola menuju ke pojok kanan gawang dengan keras dan masuk, stadion menjadi bergemuruh kembali dan Riski menaikkan telapak tangannya dari bawah ke atas berulang kali untuk membuat suporter semakin bersemangat.
"goooolllll!!! sundulan mematikan dari Riski yang membuat penjaga gawang Amrinder Singh tidak bisa bergerak" seru komentator
"gampang banget inimah agghhh" kata Riski
"mantap mantap lakukan seperti itu terus" kata Enrique sambil mengacungi jempol
Ronaldo Kwateh pada menit 69 masuk menggantikan Egy Maulana yang sudah kelelahan, Egy Maulana memang hebat namun stamina miliknya masih gampang lelah.
Sadil Ramdani masuknya berbarengan dengan Kwateh namun kali ini dia menggantikan Muhammad Supriadi yang juga kelelahan.
pada menit 73 Ronaldo Kwateh berlari di kanan dengan kencang setelah mendaoat umoan dari Ramae Rumakiek, Kwateh lalu memberi umpan ke tengah melalui umpan crossing.
umpan crossing Ronaldo Kwateh terlalu kencang namun Sadil menahan memakai dadanya, Sadil Ramdani berlari ke tengah untuk mencari ruang tembak yang bagus.
"apa kau bodohh?!! umpan kenapa kau membawa bola!!??" teriak Enrique di pinggir lapangan
Sadil Ramdani langsung menendang ke kanan gawang, bola membentur mistar namun tetap masuk ke dalam gawang India.
"goooollll! Sadil Ramdani gol yang sangat berkelas tercipta benar benar gila" seru komentator
"bodoh! sepak bola bukan permainan sendirian! dia seharusnya mengoper pada Rumakiek yang sudah siap menendang" marah Enrique
"bukankah itu sudah bagus karena gol berhasil tercipta?" tanya Luis Mila
"apa gunanya? jika kita cuma mementingkan gol tanpa strategi hebat maka sepak bola Indonesia hanya berhenti tanpa berkembang" jawab Enrique
pertandingan berjalan normal namun kedua tim tidak mencetak gol lagi karena Indonesia melonggarkan serangan miliknya, Indonesia di pertandingan ini lebih santai dari babak pertama sampai babak kedua.
"huffftt mainnya egois banget!! Sadil selalu gocek tanpa melihat teman" marah Riski sambil membanting botol air minum
di bus Riski menjadi malas kontak dengan Sadil karena jengkel dengan sifat egoisnya, padahal kalau dia langsung oper tanpa kebanyakan gocek Riski sudah mencetak 4 gol.
"sepertinya Riski jengkel pada Sadil" kata Luis Mila kepada Luis Enrique
"aku tahu, saya juga akan marah kalau teman setim terlalu egois, di tambah Riski sudah terbiasa bermaun dengan strategi Pep dan rekan setim yang tidak egois namun kali ini berbeda" jawab Enrique
__ADS_1
..............
kemaren saya tidak bisa up karena malas