
bus kesebelasan Indonesia sudah di stadion dan sudah di sambut banyak suporter, ini menjadi sejarah bagi Asia Tenggara karena untuk pertama kalinya ada negara Asia Tenggara yang menuju ke final AFC Asian Cup.
lawan di final adalah Korea Selatan dan tentu saja melawan Korea Selatan tidak mudah, pada tahun 2018 di group stage Korea Selatan mampu mengalahkan Germany 2-0, bahkan saat melawan Brazil FIFA Match Day Korea Selatan mampu bermain imbang meskipun akhirnya harus menerima kekalahan dengan Brazil.
Riski saat ini bertemu dengan Son sebagai sesama pemain Asia yang bermain di liga inggris, menurut hati dalam Son dia sendiri iri dengan Riski yang sudah mempunyai trofi UCL, UEFA Super Cup, FIFA CLUB World Cup, EPL, FA, Carabao.
Son kali ini haus dan lapar dan dia tidak akan membiarkan Riski di usia mudanya menambah satu trofi lagi yaitu AFC Asian Cup, saat ini kedua kesebelasan memasuki lapangan dan Riski melihat ke arah tribun, atsmofer benar benar meledak ledak yang membuat darah Riski mendidih.
saat kick off di mulai kedua tim sudah saling menekan satu sama lain, Marc Klok berhasil membuka peluang melalui tendangan luar kotak, hyoon-Woo Jo kesusahan dan saat menepis bola terlepas yang membuat Riski hanya menyodorkan kaki untuk menghukum kesalahan kiper menjadi gol.
pemain dan suporter Korea Selatan tidak percaya dengan gol pembuka yang begitu cepat pada menit 3, teman Riski yang dulu di Korea Selatan terdiam karena dia mendukung Korea agar juara.
"sialan orang itu dia membobol gawang Korea di mana dia di besarkan" kata Seo-Jun bercanda
"hahaha bahkan dia selebrasi sangat menjengkelkan"
Riski membuka kedua tangannya di depan suporter dan menghirup atsmofer stadion, setelah merayakan gol semua pemain kembali ke lapangan, Son hampir mencetak gol melalui tendangan luar kotak namun berhasil di blok oleh sang tembok baja Elkan Baggot.
Son mendapat kesempatan dengan menerobos kotak penalti lalu memberi umpan silang ke tengah yang langsung di tembak Chang-hoon Kown, tendangan Chang begitu keras menabarak kaki Audero lalu tembus hingga masuk ke gawang.
penonton Korea Selatan langsung meledak dan komentator berteriak keras, Chang berhasil menyamakan kedudukan pada menit 32, Enrique saat ini sedang memikirkan taktik yang cocok.
Paulo Bento memainkan strategi di mana Son di jadikan gelandang serang yang mengatur serangan dari tengah ke depan, hal itu berhasil karena Son yang punya kualitas besar di Korea saat ini jadi Son bisa menjadi inti permainan.
berbeda dengan Enrique yang lebih mengutamakan permainan tim di banding mencari celah memakai satu pemain, jika mereka hanya mengandalkan satu pemain maka tim itu bukanlah tim hebat, memang pemenang yang di lihat namun ini membahas soal kekuatan tim.
babak pertama berakhir dan skor masih 1-1, Riski menyapa para suporter sebelum masuk ruang ganti, Luis Enrique sedang memikirkan strategi agar bisa membuka ruang tembak ke gawang dengan memanfaatkan kemampuan Riski, Klok, Kambuaya yang memiliki akurasi tinggi.
__ADS_1
babak kedua di mulai dan Egy Maulana mencoba drible untuk memancing pemain mengejarnya, ada 1 pemain terpancing namun itu sudah cukup untuk membuka ruang, Egy segera menyenggol bola dan langsung menuju kotak penalti untuk menipu pemain Korea Selatan, Kambuaya mencoba menendang ke kiri gawang karena Hyeon-Woo yang tertutup dengan bek Korea sendiri.
tendangan Kambuaya akurat dan menuju ke pojok kiri, kiper yang menyadari langsung melokpat dan menepis, Witan Sulaeman dari belakang langsung menendang bola reborn dengan keras ke pojok kanan atas gawang, jaring gawang Korea seketika bergoyang dan Witan langsung berlari ke pinggir lapangan untuk merayakan sebuah gol.
Paulo Bento tampak kesal dan membanting botol air minum karena tembakan kuat ke gawang berhasil di luncurkan, Luis Enrique langsung berlari di pinghir lapangan untuk merayakan gol bersama dengan yang lainnya.
gol berhasil di ciptakan pada menit ke 49 dan itu membuat kedudukan menjadi 2-1, Hyeon tampak bergetar karena gugup setelah menerima tembakan berbahaya barusan, Hyeon pemain tua namun dia tidak bisa fokus di saat suporter Indonesia berteriak di belakangnya.
pertandingan Final AFC Asian Cup sendiri di adakan subuh dan saat babak kedua matahari kulai keluar, kiper Korea Selatan harus menerima resiko yaitu menghadap ke arah matahari yang tentu saja itu berpengaruh pada peforma, ada suatu alasan yang membuat pertandingan tidak bisa di adakan pada malam hari.
menit 63 Du-Jae mendrible bola ke kotak penalti Indonesia, saat mau memberi umpan silang Sandy Walsh segera menghalang kaki Du-Jae, wasit segera memberi kartu pada Sandy Walsh, Son di percaya menjadi pengeksekutor namun dia merasa agak gugup yang membuat Audero mampu menepis bola.
pertandingan berjalan lagi namun hingga akhir pertandingan berakhir kedudukan tetap bertahan 2-1 karena Luis Enrique melakukan strategi pertahanan rapat, semua penonton sangat tegang namun setelah peluit panjang tanda berakhir pertandingan terdengar semua suporter Indonesia langsung menangis haru.
Son tampak menyesal karena gagal mencetak gol penalti yang membuat Korea harus gagal menjuarai AFC Asian Cup, stadion pecah dan Riski sendiri menangis haru karena bisa membawa Indonesia menjuarai AFC Asian Cup.
mereka setelah itu merayakan bersama suporter sambil menunggu panggung di buat, trofi AFC juga sudah di bawa, trofi yang terbuat dari bahan asli perak, trofi AFC berbeda dengan tahun lama karema sejak 2019 piala AFC sudah di ubah karena dulunya hanya berbentuk mangkok saja.
Indonesia berhasil menjadi pemilik kedua piala AFC model baru setelah Qatar pada 2019 lalu.
"alhamdulillah, makk gue juara" Riski
"yak makasih makasih para suporter yang nemenin, ini adalah hadiah piala pertama dan terakhir untuk Indonesia" kata Luis Enrique sambil tepuk tangan
"paakk lu mau pergi kemana habis ini?" tanya Egy yang masih menangis haru
__ADS_1
"setelah ini saya akan pergi ke Spanyol negara asalku" jawab Luis Enrique
Riski di angkat angkat karena dia yang paling berjasa di antara pemain lainnya, meskipun pemain muda Riski sudah menjadi pemain tersukses dari Indonesia, semua penduduk Indonesia bangga kepada Riski karena pencapaiannya.
saat panggung sudah di buat semua pemain Indonesia naik ke atas panggung di tengah lapangan, sebelum naik ke panggung mereka di beri medali emas oleh para staf.
Riski sebagai kapten segera mengambil piala AFC di sampig panggung, Riski lalu membawa piala dan mencium piala itu lalu menghampiri pemain Indonesia.
mereka lalu merayakan gelar juara pertama di timnas Senior, sejauh ini Indonesia belum menjuarai apapun di kompetisi untuk timnas senior dan sekalinya menang langsung AFC Asian Cup.
semua suporter menangis haru merayakan kemenangan, tempat nobar bersama langsung merayakan hal itu, pendukung yang ada di Indonesia siap untuk menyambut kedatangan pemain Indonesia.
saat pemain Indonesia sudah merayakan di stadion mereka kembali ke ruang ganti untuk merayakan kemenangan, Son menangis terus menerus karena merasa menyesal menyia nyiakan peluang penalti, Paulo Bento berusaha menenangkan Son yang sedang sedih.
pemain Indonesia yang keluar menggunakan bus sudah di sambut suporter dan mereka semua melihat dari kaca bus, di bus semua tampak bahagia dan cemerlang, pemain naturalisasi menjadi senang dan tidak menyesal bergabung.
pemain asli Indonesia mereka merasa bangga karena di generasi mereka Indonesia meraih piala AFC, Luis Enrique merasa cukup sedih karena baru saja menemukan generasi emas Indonesia namun harus pergi.
Luis Enrique berharap di Spanyol akan mendapat hal yang sama, Luis Enrique menyapa suporter dengan membuka kaca bus, piala AFC di angkat angkat secara bergantian oleh para pemain yang sedang ceria.
Sandy Walsh menyiram nyiram alkohol ke Jordi Amat dan Pattynama yang membuat bus jadi bergoyang goyang.
"we anjing lengket goblok!" teriak Pattynama
"gak peduli yang penting gas" balas Sandy Walsh
"stop rusuh anjing! gue mau santai santai kenapa di beginiin" teriak Jordi Amat
__ADS_1
...........
akhir akhir ini gak bisa up cok