
Setelah kejadian itu, Ribka berpikir panjang untuk keluar dari pekerjaannya. Selama tiga hari Ia tidak masuk kerja, akhirnya Ia mengambil keputusan untuk membuat surat resign.
Akhirnya, surat resign Ribka sampai kepada Felix. Felix yang mendapat surat itu hanya bisa bernafas kasar. Seminggu setelah surat itu sampai kepada Felix, Ada yang janggal dalam hati Felix. Ia merasa ada yang kurang. Tapi Ia tak tau apa itu. Selama satu minggu itu, ia hanya memikirkan Ribka. Tak mau terus kepikiran, akhirnya Felix memutuskan untuk pergi kerumah Ribka. Jangan tanya mengapa Felix bisa tau alamat rumahnya. Ia adalah seorang Felix Alexander.
Sehabis makan siang Felix langsung pergi kerumah Ribka. Ia mengetuk pintu itu berkali-kali, hingga ada seorang ibu- ibu yang keluar.
"Cari siapa ya, mas?" tanya ibu itu
"Ribka-nya ada, buk?" tanya balik Felix
"Ribka? kayaknya gak ada yang namanya Ribka disini, mas?"
"Gak ada, buk?" tanya Felix
"Gak ada, mas . Oh, tapi yang punya rumah ini dulu namanya sih Ribka, mas." Ingat ibu itu
"Kalo boleh tau, sekarang dia nya tinggal dimana ya, buk?" tanya Felix
__ADS_1
"Gak tau deh, mas. Waktu jual rumah ini, si Mbaknya gak bilang mau tinggal dimana." kata ibu pemilik rumah
"Oh, ya udah, buk. Kalo begitu saya pemit dulu" izin Felix
"Oh, iya mas"
Setelah pergi dari rumah tersebut, ada rasa kecewa dan sedih dalam hati Felix. Ia kembali kerumah untuk istirahat. Sudah tidak ada lagi mood untuk kembali ke kantor. Itu semua karena keinginannya yang tidak masuk akal. Ia merasa bersalah.
2 TAHUN KEMUDIAN
Setelah kepergian Ribka, Felix menjadi lebih dingin dan tegas. Ia hanya memiliki satu aktivitas yaitu hanya bekerja. Ia tidak memiliki waktu libur.
Setelah pulang bekerja, Felix langsung pergi kerumah orang tuanya. Setelah 45 menit dalam perjalanan akhirnya Felix sampai dikediaman orang tuanya. Felix menekan tombol bel disamping pintu. Tak beberapa lama kemudian, ada seorang laki- laki paruh baya yang membukaan pintu.
"Soree, pa" sapa Felix
"sore, lix" sapa balik Pak Hendrik
__ADS_1
"Mama mana, Pa?" tanya Felix
"Mama disini." kata wanita paruh baya yang baru saja turun dari tangga yaitu Mama Ina
" Gimana kabar kamu, sayang?" tanya Mama Ina
"Baik, Ma. Mama sama Papa?" tanya balik Felix
" Baik, sayang" kata mama Ina dibalas anggukkan Papa Hendrik
"Kamu belom mandi ya?" tanya mama Ina menutup hidungnya
"Belom, ma. Ya udah aku mandi dulu deh" kata Felix meninggalkan Mama dan Papanya diruang keluarga
Setelah 1 jam berada dikamar, Felix keluar dengan wajah segar dan berpakaian kasual. Ia menghampiri Papanya yang sedang menonton berita. Sedangkan mamanya sedang memasak didapur bersama seorang wanita cantik dan juga yang pintar memasak. Felix tidak mengetahui kehadiran wanita tersebut.
Tak berapa lama kemudian, mama memanggil bahwa makanan telah siap.
__ADS_1
"Makanan sudah siap" teriak mama Ina dari dapur. Mendengar suara Mama, Papa dan Felix segera pergi ke meja makan dan mematikan Tv.
Melihat semua makanan itu tampak begitu melezatkan, perut Felix menyerukan tanda bahwa ia sedang kelaparan. Papa dan Felix langsung duduk dimeja makan