Forced To Be LOVE

Forced To Be LOVE
PERTUNANGAN


__ADS_3

Semua mata tersorot pada sosok cantik yang baru saja turun. Ia adalah Tia. Tia berjalan menghampiri calon tunangannya, yakni Felix. Felix tersadar dan bersikap cuek saat Tia menghampiri dirinya. Felix terlalu tertutup, cuek, dan bersikap dingin kepada orang asing. Wajahnya yang tampan berkarisma serta raut wajahnya yang datar menambah kesan dingin terhadapnya.


Setelah semua acara hiburan telah disuguhkan, Kini acara pemasangan cincin yang ditunggu- tunggu dimulai. Semua orang bertepuk tangan saat sang pria memasangkan cincin dijari manis sang wanita. Semua orang senang dan merasa bahagia menjadi saksi pertunangan mereka.


Kini acara telah selesai. Semua tamu undangan telah pergi dan begitu juga keluarga Felix. keluarga Tia sudah tidur dikamar masing- masing. Tia sudah berganti pakaian menjadi pakaian tidur. Tia mematikan semua lampu dikamarnya. Tapi entah mengapa, Tia tidak bisa tidur. Ia mencoba memejamkan matanya, tapi tetap tidak bisa terlelap. Tia memutuskan untuk menghirup udara luar sebentar. Ia memutuskan untuk berkeliling ditaman belakang. Ia duduk di salah satu kursi taman.


Tia kaget saat ada seseorang yang memeluknya dari belakang.


"Aku rindu kamu" kata seseorang yang memeluk Tia. Mendengar itu Tia berbalik dan terkejut melihat orang itu. orang itu adalah Felix. Felix berjalan tanpa seimbang badan, hingga terjatuh dipelukkan Tia.


" Rindu? baru saja beberapa jam lalu bertemu, sudah rindu? Tapi bau apa ini? Apa dia habis minum- minum?" pikir Tia

__ADS_1


"lix? Apa kamu baik- baik saja?" tanya Tia


"Aku rindu kamu, Rib. Aku cinta sama kamu. Aku gak akan berkata seperti itu lagi. Aku akan serius dan tulus untuk menikahi kamu. Tapi jangan tinggalin aku. pliss Ribka" kata Felix dengan wajah memelas mengira wanita yang ada didepannya adalah Ribka


"Ribka? siapa Ribka?'"


" Terus bagaimana dengan tunanganmu?" tanya Tia seolah menjadi Ribka karena penasaran tapi ada rasa marah didalamnya


"Aku akan ngomong sama keluarga aku dan keluarga Tia, kalo aku akan batalin pertunangan ini, dan menikah dengan kamu" jawab Felix.


Tak ingin keluarganya bangun, Tia membawa tubuh Felix yang kekar tapi tidak bertenaga itu dengan susah payah ke kamarnya sambil menutup mulut Felix agar tidak mengoceh apapun yang dapat membangunkan keluarga Tia. Sampai dikamar, Tia membaringkan tubuh Felix diatas kasurnya. Tia membukakan sepatu, jas, dan dasinya agar Felix nyaman. Tia berencana bangun pagi dan menyuruh Felix pulang supaya keluarganya tidak tau. Malam ini Tia tidur disofa dan membiarkan tidur Felix diatas ranjang kesayangannya.

__ADS_1


Jarum jam sudah menunjukkan arah ditengah angka 4 dan 5, yang berarti sekarang jam setengah 5 subuh. Tia sudah bangun dan sekarang ia ingin membangunkan Felix.


"Lix... bangun. Felix bangun..." panggil Tia dengan pelan dan lembut


"ehmm..." Jawab Felix membuka sedikut matanya. Ia terkejut mendapati adanya Tia yang membangunkannya. Wajah nya yang menyiratkan kebingungan membuat Tia menjelaskan kejadian semalam.


Setelah menjelaskan kejadian yang terjadi tadi malam, keduanya sama- sama terdiam.


"Ya, udah. Kamu mandi dulu terus langsung pergi. Aku takut keluarga aku nanti tau." kata Tia dan meninggalkan kamarnya.


Felix melakukan apa yang seperti kata Tia. Saat hendak keluar, Tia masuk dan mereka pun berpapasan didepan pintu

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


HAPPY READING


__ADS_2