Forced To Be LOVE

Forced To Be LOVE
Bersama


__ADS_3

Setelah kepulangan sekretaris Dini dalam ruangan Felix, sekretaris Dini langsung melakukan tugas yang diperintah oleh Felix tadi. Sekretarus Dini memberikan sebuah buku catatan kepada Ribka yang didalamnya terdapat jadwal Felix yang memang sangat padat dalam seminggu kedepan.


"Ini ada Schedules Pak Felix seminggu ke depan." kata sekretaris Dini


"kenapa diberikan ke saya mbak?" tanya Ribka


"seminggu kedepan saya akan diliburkan" jawab sekretaris Dini senyum


"bukan dipecatkan mbak?" tanya Ribka


"tidak, saya hanya diliburkan saja, nanti saya pasti kembali" jawab sekretaris Dini


"oh, baiklah mbak, hati- hati yang mbak selama liburannya"tutur Ribka yang dibalas hanya dengan senyuman oleh sekretaris Dini


Setelah semua tugas yang diperintahkan Felix selesai, sekretaris Dini langsung pergi dari kantor. Ia berencana untuk belibur ke Pulau Dewata Bali. Ia ingin menenangkan pikirannya sejenak dari hiruk pikuk kota dan pekerjaannya


Tak berselang lama setelah kepergian Sekretaris Dini, bunyilah telepon kantor yang ada diatas meja kerja Ribka.


Ting... Ting.... Ting...


"Masuk keruangan saya sekarang" perintah Felix

__ADS_1


Tutt... Tutt... Tutt


panggilan berakhir. Tanpa balasan dari Ribka, Felix langsung memutuskan panggilan secara sepihak. Ribka yang mendengar hal tersebut langsung pergi menuju ruangan Felix dengan catatan yang diberikan sekretaris Dini tadi ditangannya.


Tokk.... Tokkk.... Tokkk....


"Masuk" tutur Felix dari dalam ruangan


"Selamat pagi pak" sapa Ribka sembari membungkukkan tubuhnya sedikit


"pagi, jadwal saya hari ini?" tanya Felix


"Pukul 9 meeting dengan departemen pemasaran, pukul 11 hingga makan siang ada pertemuan dengan klien dari perusahaan R, pukul 3 sore...." jelas Ribka yang belum selesai karna dihentikan oleh Felix


"Baik pak" jawab Ribka


"ada lagi pak?" lanjut tanya Ribka


"Buatkan saya kopi tidak terlalu manis tapi tidak terlalu pahit juga" perintah Felix


"Baik pak" jawab Ribka membungkukkan tubuhnya lalu pergi menghilang dari balik pintu

__ADS_1


Setelah beberapa menit, Ribka datang dengan secangkir kopi ditangannya.


Ia memberikan kopi tersebut kepada Felix


"Ini kopinya Pak" kata Ribka ramah sembari meletakkan kopi itu diatas meja Felix. Tanpa menoleh ke Ribka, Felix langsung menyeduh kopi tersebut.


"kamu boleh pergi" kata Felix setelah menyeduh kopinya


"baik pak" balas Ribka membungkukkan badan pergi ke meja kerjanya


Semuanya baik- baik saja sampai makan siang. Ribka merasa tenang karna ia pikir tidak akan terjadi apa- apa hari ini. setelah selesai makan siang dengan klien ditemani oleh Adit, Felix langsung pergi ke kantor.


Sesampainya dikantor, Felix masuk keruangannya untuk menandatangani dokumen penting. Tak berselang lama, Felix keluar dari ruangannya dan berhenti didepan meja kerja Ribka yang berada tidak jauh dari ruangannya.


"Kamu ikut saya!" perintah Felix


"kemana pak?" tanya Ribka


"ikut saja. Gak usah banyak tanya" tegas Felix berjalan meninggalkan Ribka


Mendapati Bossnya yang sudah berjalan menjauh, Ribka terburu-buru mengambil tas dan handphone miliknya. Sedikit berlari Ribka sudah berada dibelakang bossnya tersebut sekarang. Ia ikut masuk kedalam lift. Turun ke basemant. Menaiki mobil yang bossnya sendiri mengendarainya tanpa supir. Ribka bingung, ingin dibawa kemana dirinya? Ingin bertanya, tapi ia takut bossnya itu akan marah. Jadi terpaksa ia hanya diam.

__ADS_1


Kurang lebih 30 menitan, mereka telah sampai disebuah rumah megah yang sangat mahal pastinya. Pintu gerbang yang terbuka dengan sebuah remote kontrol menambah ketakjuban Ribka terhadap rumah tersebut.


HAPPY READING😊


__ADS_2