Forced To Be LOVE

Forced To Be LOVE
AJAKAN MAMA


__ADS_3

Saat Tia dibutik Mama nya menghubunginya


"Halo Ma" Tia menjawab telpin Mama nya


"Halo, sayang.. Mama hanya ingin memberitahu, besok Mama sama Papa mau mengundang mertua dan suami kamu buat makan malam dirumah." jelas Mama Dewi


"ohh... ok Ma. Tapi Mama udah bilangkan sama Mama Ina?" tanya Tia


" udah, pokok nya kalian harus datang ya" pinta Mama Dewi


" Iya, Ma.. Ya udah, Tia mau lanjut kerja dulu yaa, Ma... Bye Ma" kata Ti


" Bye sayang" akhiri Telepon Mama Dewi


Satu harian bekerja , akhirnya jam yang ditunggu tunggu semua pekerja diseluruh dunia pun tiba, yaitu Jam pulang Kerja.


Setelah karyawan dibutik nya Tia sudah ijin untuk pulang. Dan sekarang giliran Tia untuk pulang. Ia memeriksa semua hal sebelum pulang.


Saat dirasa aman, Tia pulang dan mengunci butiknya dan kembali ke rumah nya


Ia tiba dirumah jam 5 sore lewat 17.


Tia masuk ke rumah dan tidak mendapati suaminya.


'Mungkin Dia belum pulang' pikir Tia


Seperti biasa, sepulang kerja Tia langsung membersihkan diri dan berkutik pada benda pipih yang canggih yaitu Handphone miliki nya


Sampai perut nya berkicau, Tia baru meletakkan hp nya. Ia pergi ke dapur untuk melihat apa yang perlu dimasak.


Tapi saat hendak melihat kedalam kulkas, dirinya berpikir 'mengapa dirumah sebesar ini tidak ada ART?' batin Tia


Disaat itu pula Felix lewat.Felix baru pulang kerja. Ia langsung memanggil Felix

__ADS_1


"Lix, tunggu!" sedikit teriak


"Ada apa?" tanya Felix


"Aku mau tanya, kenapa dirumah ini gak ada ART?" tanya Tia


"Ada. Besok pagi datang" jawab Felix lalu meninggalkan Tia


"bagus deh" Tia berbalik menuju dapur. Ia memasak apa adanya. Hanya nasi goreng, telor ceplok, sambal ikan teri beserta tempe.


" oh iyh, aku lupa bilang soal yang Mama ngajak makan malam" ingat Tia menepuk jidat nya pelan


Saat sudah selesai masak, Tia naik keatas untuk memberitahu bahwa makan malam sudah siap.


tok...tok...


" Felix.." ketuk Tia sekali lagi


" Felix..." Kata Tia membuka sedikit demi sedikit pintu kamar Felix


Ia melihat Felix, tertidur diatas tempat tidur masih dengan pakaian kerjanya tadi.


"eh.. nih anak, belom ganti baju udah tidur, emang gak risih apa?" omel Tia


Ia membangunkan Felix


"Felix...Felix.." kata Tia menggoyangkan tangan Felix, tapi gak ada respon


"Felix..bangun" Tia sedikit berteriak


"emhh...berisik tau" bangun Felix


"bangun, mandi, trus kita makan. cepat" titah Tia

__ADS_1


"huh..iya iya" Felix beranjak ke kamar mandi


Tia meninggalkan kamar Felix, dan memilih untuk menunggu Felix di meja makan


Tak lama kemudian Felix turun dengan baju rumahan


"Kan gini tampak lebih segar " ricau Tia


"hem" deheman Felix


"yuk makan" ajak Tia


Ia mulai menyendok nasi goreng tadi kepiring nya dengan sambal teri dan juga telor ceplok. Saat hendak memasukkan nya ke dalam mulut Felix kembali berdehem


"hem"


Di lirik Tia, tapi ia melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda tadi. Tapi Felix berdehem kembali


"kenapa sih lix? Tenggorokannya gatal?" tanya Tia


"Kamu gak mau nyendokin nasi aku? tadi kamu yang ngajak makan? tapi malah makan diluan" protes Felix


"iss.. iya iya, maap. Nih aku sendokin" kata Tia


"Oh iyah, tadi siang Mama aku telpon katanya besok mau makan malam bareng Mama sama Papa kamu, Kita juga diajak" Ujar Tia kembali memakan masakannya


"Terserah" balas Felix lahap memakan masakannya


'nih anak bawaanya pengen gue remes lama lama , ya . Aku cuma mau jawaban ya atau tidak apa susah nya sih' batin Tia yang tak terima jawaban Felix


Tapi tak ingin melanjutkan pembicaraan karna makanannya yang terlalu enak. Setelah makan, Tia mencuci piring, sedangkan Felix menunggu di meja makan.


HAPPY READING😊

__ADS_1


__ADS_2