Forced To Be LOVE

Forced To Be LOVE
Permainan Dimulai (2)


__ADS_3

"Loh boleh pulang sekarang dit" ujar Felix


"Baik boss" jawab Adit lalu pergi tanpa menyapa Ribka


Setelah kepergian Adit, sekarang keduanya berada dalam keheningan. Felix masih fokus pada dokumen yang diantarkan oleh Ribka tadi. Sedangkan Ribka? Dia hanya duduk diam menatap felix. Setelah beberapa menit berada dalam keheningan akhirnya, Ribka membuka suaranya terlebih dahulu


"Apakah ada lagi yang bapak butuhkan?" tanya Ribka yang sangat ingin cepat pulang


"Apakah kamu akan mengabulkannya?" tanya Felix yang meletakkan dokumen tersebut diatas meja ruang tamu dengan wajah yang dingin dan datar


"Apapun, selagi saya masih bisa memenuhinya pak" jawab lembut Ribka


Mendengar itu Felix hanya tersenyjm miring, tapi membuat siapa saja yang melihatnya sedikit bergidik. Felix berdiri dan mengambil sebuah kertas yang menyerupai seperti buku check dan menulis jumlah uang yang tak main-main, sekitar 2 Miliar lebih jumlah yang tertera diatas kertas tersebut. Setelah menulis jumlah tersebut, Felix memberikan check tersebut kepada Ribka


"Ini apa maksudnya pak?" tanya Ribka kebingungan


Felix tersenyum miring


"Ambilah dan lahirkan anakku" kata Felix


"Maksudnya pak?"tanya Ribka semakin penasaran


"Bapak ingin membeli saya" asumsi Ribka

__ADS_1


"Bila kamu menganggapnya seperti itu" jawab Felix


"Maaf pak, saya bukannya tidak menghormati bapak, tapi harga saya tidak sebanding dengan harga yang bapak tawarkan ini" tegas Ribka dan langsung mengembalikan check tersebut kepada Felix.


Ribka berdiri "jika tidak ada lagi yang bapak inginkan saya pamit undur diri" pamit Ribka sembari membungkukkan badannya


Setelah melihat keberanian dari Ribka yang berani menolak keinginannya, semakin membuatnya tertarik untuk memiliki anak dari Ribka, menurut Felix sifat berani Ribkalah yang harus dimiliki anaknya kelak


"menarik" gumam Felix


🎈🎈🎈


Sesampainya Ribka dirumah, ia langsung merebahkan diri diatas kasurnya yang empuk itu. Ribka melamun tentang kejadian yang menimpanya tadi


"Huhh, baiklah besok kita akan tetap kekantor. Anggap saja semuanya tidak pernah terjadi" kata Ribka percaya diri


🎈🎈🎈


Keesokkan harinya


Dikantor tampak biasa saja bagi semua orang, kecuali Ribka dengan hati yang penuh harap, supaya Felix tidak datang hari ini.


"Tuhan aku mohon jangan datangkan boss yang tidak punya akhlak itu, pliss" doa Ribka

__ADS_1


Saat sedang memohon seperti itu, tiba-tiba terdengar suara sepatu yang sampai ditelinga Ribka. Suara itu membuat jantung Ribka semakin berpacu cepat, harap-harap suara itu bukanlah suara sepatu Felix.


Saat suara itu berhenti, Ribka dan sekretaris Dini langsung berdiri dan membungkuk rasa hormat kepada sang pemilik gedung, yang tak lain adalah Felix. Hari ini Felix memang berniat untuk mengerjai Ribka, karna telah berani menolak keinginannya.


Setelah sempat berhenti sebentar didepan meja sekretaris dan wakil sekretarisnya itu, Felix langsung masuk kedalam ruangannya. Felix duduk dikursi kebesarannya dan melakukan panggilan kepada sekretaris Dini untuk masuk kedalam ruangannya


Tokk...Tokkkk


"Masuk" jawab Felix


"selamat pagi pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Sekretaris Dini


"Seminggu kedepan kamu libur dan berikan semua Schedules saya kepada wakil sekretaris" perintah Felix


Tanpa bertanya kenapa, sekretaris Dini langsung berkata ya


"Baiklah pak, saya pamit undur diri" kata sekretaris Dini


MAAF BILA ADA KALIMAT ATAU KATA YANG SALAHπŸ™


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKEπŸ™


TERIMA KASIH

__ADS_1


HAPPY READING


__ADS_2