Forced To Be LOVE

Forced To Be LOVE
ANEH


__ADS_3

Ribka sudah memasuki rumah tersebut. Betapa kagumnya Ia melihat rumah tersebut yang didominasi oleh warna putih dan dihiasi oleh lukisan- lukisan abstrak dipadu dengan tirai silver.


"kamu bisa masak?" tanya Felix


"hah? masak?" tanya Ribka


"iyah" kata Felix


"emm.. bisa, pak. Tapi tidak terlalu jago" kata Ribka ragu


"bagus. Masaklah sekarang. saya mau mandi dulu" Perintah Felix meninggalkan Ribka


Ribka bergegas menuju dapur. Ia memeriksa lemari es, apakah ada bahan yang bisa Ia masak. Betapa kaget nya Ia melihat didalam lemari es tersebut terdapat banyak bahan masakkan. Menurutnya, dengan bahan yang ada didalam lemari es itu, Ia dapat memasak untuk satu minggu.


Ia mengambil beberapa bahan dan meletakkan semua nya diatas meja. Ia mengikat rambutnya yang panjang hingga lehernya yang jenjang terlihat. Ia mulai memotong semua bahan yang telah ia persiapkan. Sembari memasak, Ribka terkadang bersenandung menyanyikan lagu kesukaannya. Tanpa disadari ada seseorang yang memperhatikan dirinya. Felix melihat aktifitas yang sedang dilakukan Ribka. Entah mengapa Ia merasa detak jantung nya berpacu lebih cepat. Ia memegang dadanya.


"ada apa ini?" tanya pada diri sendiri.


Tanpa disadari ada seseorang yang mendekat padanya.


"Ada apa pak? apa dada Bapak sakit?" tanya Ribka Khawatir


"gak ada. Apa makanannya udah siap?" kata Felix

__ADS_1


"oh, sudah pak. Sebentar saya siapkan dulu" kata Ribka meninggalkan Felix. Felix duduk didepan meja makan dan Ribka menyiapkan masakannya didepan Felix. "Silahkan Pak" kata Ribka


"kamu duduk" kata Felix


Ribka duduk disamping Felix. Duanya terdiam. Felix tidak menyentuh makanan yang ada didepannya. Ribka yang melihat heran dan bertanya


"Ada apa pak? Kenapa tidak dimakan?" tanya Felix


"Kamu yang tidak memberi saya makanannya" kata Felix


"maksudnya pak?" tanya Ribka heran


"suapin saya" kata Felix


"Jadi gak mau?" tanya Felix menatap tajam Ribka


"ehh.. mau pak. Sebentar" Jawab Ribka memasukkan nasi dan lauk pauk kedalam piring dan mulai menyuapi Felix.


Saat suapan ketiga, Felix menolak.


"Ada apa lagi pak?" tanya Ribka


"untuk kamu" kata Felix memutar balikkan tangan Ribka mengarah ke mulut Ribka "kamu juga belum makan" lanjut Felix.

__ADS_1


Ribka hanya terdiam dan melakukan semua yang diperintahkan Felix. Entah mengapa, Ia merasa hari ini Felix sangat aneh. Sikap yang ditunjukkan oleh Felix tidak seperti biasanya. Felix yang biasanya tidak pernah seramah ini terhadap dirinya


Setelah makan satu piring berdua, Felix meninggalkan Ribka yang masih membersihkan piring kotor. Felix pergi keruang keluarga.


Setelah selesai mencuci piring kotor, Ribka menghampiri Felix diruang keluarga


"apa ada lagi yang bisa saya bantu pak? tanya Ribka


"duduk" kata Felix


Ribka duduk disamping Felix dengan jarak yang lumayan jauh


"Saya akan memberi tawaran yang kedua kali untuk kamu. Apakah kamu mau menjadi tempat untuk mengandung benihku?" kata Felix


deg..


entah mengapa, saat mendengar kalimat itu. Ribka merasa bahwa Ia adalah wanita murahan yang bisa dibeli. Mendengar itu Ribka berdiri dan berkata


"Saya bukan wanita murahan yang bisa bapak beli seenak hati Bapak. Saya juga punya perasaan. Saya akan memberi kehormatan saya kepada orang yang saya cintai dan bukan kepada orang yang membeli saya" kata tegas Ribka


"Saya pamit jika tidak ada lagi yang ingin Bapak sampaikan" kata Ribka meninggalkan kediaman Felix


HAPPY READING😊

__ADS_1


__ADS_2