Forced To Be LOVE

Forced To Be LOVE
TERIMA


__ADS_3

Ancaman Mama Ina membuat Felix bingung. Bagaimana tidak, Ia tidak mau dijodohkan seperti ini, tapi bagaimana dengan Mamanya yang memaksa agar Ia menerima perjodohan ini.


Setelah berpikir panjang, akhirnya Felix pergi menghampiri Mama Ina yang berada dikamar.


Tok..Tokk...Tokkk...


"Ma... " Kata Felix didepan pintu kamar orangtuanyayang terkunci. Tak mendengar ada balasan, Felix hanya menghela nafas kasar


"Ma... Felix mau dijodohkan" jawab Felix dengan nada pasrah


Mendengar kalimat itu, Mama langsung membuka pintunya.


"Kamu gak bohongkan?" kata Mama curiga


"Gak. Tapi Mama janji gak boleh ngancam gitu lagi, ya?" pinta Felix


"oke, Mama gak akan ngancam gitu lagi!" jawab Mama antusias


"ya udah, aku balik ke kamar dulu" kata Felix berbalik


"iya, Good night sayang" balas Mama


Sampai dikamar, Felix terus memikirkan apakah keputusan yang ia ambil ini benar?

__ADS_1


"Aku bingung. apa ini pilihan yang tepat?. Tapi..... ahhh... entah lah akupun tak tau bagaimana masa depan ku. Lebih baik, sekarang fokus pada pekerjaan ku saja"


Bingung dengan keputusan yang ia ambil, Felix lebih memilih untuk mengerjakan pekerjaan daripada hal lain. Ia terlarut dalam pekerjaannya.


Keesokkan Harinya


Tok...Tokk...Tokkk....


"Lix...bangun sayang...." panggil Mama


"iya, Ma" sahut Felix


"Cepat ke bawah ya, sarapannya sudah siap" kata Mama


Setelah tiga puluh menit, akhirnya Felix turun ke meja makan dengan pakaian rapi. Sampai di meja makan, Felix disambut dengan senyuman indah dari Papa dan Mama- nya.


"Pagi, sayang" serentak Papa dan Mama


"Pagi Ma, Pa" balas Felix


"oh, iya Felix, rencananya minggu depan akan dilangsungkan pertunangan kamu sama dan seminggu setelah adalah acara pernikahan kamu. Gimana menurut kamu?"


"cepat banget, Ma" protes Felix

__ADS_1


"lebih cepat, lebih baik kan. Lagipula kamu tenang aja semuanya biar Mama sama Tante Dewi yang siap kan. kamu gak usah khawatir." Jelas Mama


"Tapi, Ma...itu gak kecepatan?" tanya Felix kesal


"Gak, sayang. Yang penting kamu udah terima perjodohan ini dan gak boleh dibatalin" tegas Mama


"terserah Mama deh. Aku pamit dulu"


Felix pergi menuju kantor. Entah apa yang ada dipikiran nya. Sekarang Ia hanya bisa pasrah apa yang terjadi kepadanya. Ia tidak ingin terlalu memikirkannya Biarlah semua terjadi sesuai jalan nya.


Selama kurang lebih seminggu, Hal yang telah direncanakan Mama pun sudah siap. Dan benar saja selama persiapan pertunangan Felix tak ada sedikitpun campur tangan dalam hal sekecil apapun. Ia terlalu malas untuk mencampuri hal tersebut. Semua persiapan dirancang oleh Mama dan Tante Dewi, selain baju pertunangan dan pernikahan. Karena Tia adalah seorang desiner, Dia ingin baju pertunangan dan pernikahan nya Ia yang buat dengan rancangan sendiri.


Sampai dimana hari ini adalah hari pertunangan Felix dan Tia. Semua orang tampak semangat dan bahagia, kecuali Felix. Felix hanya memasang wajah datarnya.


Hari ini acara akan dimulai pada pukul 10 pagi. Semua sedang bersiap - siap. Sampai jam 10 kurang, semua orang berangkat menuju tempat acara, yaitu dirumahnya Tia.


Felix dan keluarga serta para tamu yang datang disambut dengan hangat oleh keluarga Pak Beni dan Buk Dewi. Keramah tamahan keluarga Tia membuat Felix sedikit percaya tentang keputusan yang diambil ini tepat.


Saat acara dimulai, turunlah sesosok bidadari cantik tanpa sayap menuruni tangga. Wajahnya yang cantik dengan balutan gaun berwarna peach, membuat semua orang terpukau dengan penampilannya termasuk Felix


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


HAPPY READING😊

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2