Forced To Be LOVE

Forced To Be LOVE
Mencari


__ADS_3

Keesokan harinya...


"Bagaimana hasilnya?" Tanya Felix


" Namanya adalah Ribka Angelina, lahir 2 Februari 1997, Semenjak kecil ia tinggal bersama neneknya, karna orang tuanya sudah berpisah, ia bekerja di salah satu anak perusahan kita yang ada dijalan XXX dan,...." kata Adit dan Felix meminta berhenti.


"stop. Sudah cukup. loh boleh pergi sekarang." perintah Felix.


" Baik tuan. Terima kasih" balas Adit sambil membungkukkan tubuh nya.


"Dah berapa kali sih gue bilang dit, kalo cuma kita berdua aja gak usah panggil gue pak atau tuan." kata Felix

__ADS_1


"Tapi kan gak enak gitu, disinikan loh yang boss nya dan gue bawahan nya, ya gue harus panggil loh tuan lah, kecuali kalo kita ada diluar kantor atau gak ada yang berkaitan tentang pekerjaan, nah baru gue gak panggil loh pak atau tuan lagi" balas Adit


" ok lah terserah loh aja" balas Felix yang tak ingin berdebat dengan Adit terlalu lama.


" Baik pak, saya permisi dulu" balas Adit sembari membunggukkan tubuh nya lagi dan berjalan keluar hingga ia menghilang bagaikan ditelan pintu tersebut.


Sedangkan didalam ruangan, masih ada Felix yang berfikir untuk bertemu dengan gadis itu yang tak lain adalah Ribka. Felix berfikir Ribka Adalah perempuan murahan yang dengan mudah memberikan kehormatannya kepada siapa saja yang memberinya banyak uang karna menurut Felix semua perempuan itu sama yaitu murahan, yang dengan mudah tergiur oleh uang.


Felix mengambil telepon kantor dan memanggil sekretarisnya Dini untuk masuk kedalam ruangannya.


"Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Dini yang berada di depan meja kerja Felix.

__ADS_1


"Tolong atur pertemuan saya dengan departemen keuangan dari anak perusahan kita yang ada dijalan XXX besok" perintah Felix


" Baik pak. Ada lagi yang bisa bantu pak?" tanya sekretaris Dini.


" Tidak ada. Kamu bisa keluar sekarang" jawab Felix sembari melihat dokumen yang ada ditangannya.


" Baik Pak" jawab sekretarisnya itu dan membungkukkan badannya lalu keluar.


Sore harinya Felix sudah berada dirumahnya yang sangat mewah dan masuk ke kamar nya yang sangat besar yang didominasi oleh warna putih. Felix tinggal seorang diri karena orang tuanya yang sudah bercerai karna adanya orang ketiga sedari kecil Felix adalah orang yang sangat displin. Biasanya saat dia pulang dari kantor, ia akan langsung mandi. Setelah kurang lebih tiga puluh menit ia mandi, ia akan pergi ke meja makan untuk makan malam dengan kesendiri yang setiap hari ia makan. Satu kebiasan yang tak bisa dihilangkan Felix setelah makan malam, ialah menyeduh teh hijau herbal sembari memeriksa beberapa file di ruang kerja nya. Menurutnya hal itu lah yang tidak boleh ia lewatkan setiap hari, karna dengan meminum teh hijau herbal setiap malam akan membantu nya untuk menenangkan pikiran nya selain itu bagus juga untuk orang seperti Felix yang sulit untuk tidur.


--------------

__ADS_1


--------------


Sedangkan ditempat lain, departemen keuangan dari perusahaan tempat Ribka bekerja, tadi mendapat kabar bahwa besok CEO dari perusahaan pusat akan mengadakan pertemuan dengan departemen keuangan perusahaan mereka yang tak lain salah satu karyawannya adalah Ribka. Mendengar kabar itu dengan terpaksa anak perusahaan dari perusahaan A.I.T. Grup khususnya departemen keuangan harus bekerja lembur untuk menyiapkan materi pertemuan besok. Salah satunya adalah Ribka yang akan jadi pembicaranya besok, harus dengan matang menyiapkan materi untuk besok karna ini adalah kali pertama mereka bertemu dengan CEO perusahaan mereka. Ribka harus membuat kesan yang bagus dihadapan CEO nya itu


__ADS_2