
Seminggu sudah berlalu sejak pesta pernikahan Felix dan Tia. Dan selama seminggu itu pula mereka tinggal dirumah orang tuanya Felix. Hari ini Felix akan membawa Tia untuk tinggal dirumah yang Ia beli beberapa tahun lalu.
"Sering- sering main ke sini ya, sayang!" pinta Mama kepada Tia yang sudah berada di depan pintu
"Iya, Ma. Kami usahain untuk sering jengukin Mama sama Papa disini" jawab Tia tulus
" ya, udah Ma, Pa, Kita pamit pulang dulu" ucap Felix mencium kedua tangan orang tuanya bersamaan dengan Tia.
"Byeee...." teriak Mama saat mobil mereka keluar gerbang
Perjalanan mereka di iringi dengan keheningan. Tak ada dari mereka yang membuka pembicaraan.
Setelah berkendara selama kurang lebih 30 menit, akhirnya Felix dan Tia sampai digerbang rumah mereka. Satpam membuka gerbang dan membungkuk hormat kepada atasannya tersebut.
Felix keluar dari dalam mobil bersamaan dengan Tia.
"Dimana kamar kita?" tanya Tia.
Felix berjalan menuju salah satu kamar dilantai bawah dan dikuti oleh Tia. Felix membuka kamar tersebut.
__ADS_1
"Ini kamar kamu" kata Felix
"kamar aku? Jadi kita tidur terpisah?" tanya Tia kaget
"Iya. Aku gak tau sampai kapan kita akan seperti ini, Tapi mungkin menurut aku 1 atau 2 tahun lagi kita akan bercerai. Karna kamu tau, hati aku ada pada perempuan lain. Aku mau istirahat dulu" jelas Felix
degg.. Walaupun Tia sudah tau sudah ada perempuan lain didalam hati Felix, tapi ada perasaan sakit hati dan perih yang dirasakan Tia.
Jujur, saat ini Tia sudah mulai menerima kehadiran Felix dalam hidupnya. Meski Felix adalah seorang yang pendiam.
Tia masuk kedalam kamar yang ditunjukkan oleh Felix tadi. Tia mengunci dirinya dan menangis dalam kamar.
"Untuk apa kamu nikahin aku? Hanya untuk jadi pajangan? Aku udah mulai membuka perasaan aku buat kamu, tapi sedikit pun kamu gak pernah buka perassan kamu buat aku. Okeee.. Mulai sekarang aku dan kamu akan menjalan kan hidup seperti biasa dan akan bercerai dengan kamu setelah 1 atau 2 tahun lagi" kata Tia dalam tangis nya
Felix heran, mengapa tidak ada makanan untuknya. Padahal tadi ia mencium aroma masakan dari lantai bawah.
"Untuk ku mana?" tanya Felix
"Gak ada. Soalnya aku cuma masak untuk aku aja" jawab Tia
__ADS_1
"Jadi, aku makan apa? bagaimana sih kamu menjadi seorang istri? Sekarang cepat masak untukku sekarang" bentak Felix memukul meja makan
Karena sudah takut dengan amarah Felix, Tia langsung memasak makanan untuk Felix. Setelah selesai Ia mengantarkan makanan tersebut kepada Felix. Saat hendak pergi, Tiba- tiba Felix memanggil Tia
"Kemari!" kata Felix tegas
"A...ada apa?" tanya Tia takut
"Duduk. Kalo aku lagi makan, jangan pernah coba untuk pergi kemana- mana" perintah Felix melanjutkan makannya lagi.
Saaf Felix sudah selesai makan, Tia bertanya
"Apa aku masih boleh bekerja?" tanya Tia
"Boleh. Tapi jangan pernah coba untuk merusak nama baik aku diluar sana" jelas Felix
"Baiklah. Makasih" balas Tia
Felix dan Tia kembali ke kamar mereka masing- masing.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
HAPPY READING