Forced To Be LOVE

Forced To Be LOVE
Menjadi Wakil Sekretaris ( 1 )


__ADS_3

Keesokkan harinya, utusan dari departemen kekuangan dari salah satu cabang perusahaan pergi ke kantor pusat atas permintaan dari sang atasan. Yang salah satunya adalah Ribka.


Sesampainya didepan gedung, mereka semua termasuk Ribka juga merasa kagum melihat gedung pencakar langit itu. Mereka bangga karna bisa langsung bertemu dengan pemiliki gedung yang merupakan boss mereka.


Tak mau berlama-lama mereka ( 8 orang) langsung masuk dan menemui sekretaris Dini yang sedari tadi sudah menunggu di ruang tunggu dekat meja resepsionis.


Mereka di ajak langsung untuk masuk ke ruang meeting. Mereka semua merasa gugup, termasuk Ribka karna dia lah yang akan menjadi pembaca materi. Ia sangat takut akan memberikan kesan yang buruk pada pertemuan pertama pada atasannya itu.


Setelah menunggu beberapa menit terdengar pintu ruangan meeting itu terbuka


cekklekk..


Semua orang yang ada disitu terbangun dari tempat duduk nya dan membungguk kepada atasan nya itu. Ribka tidak melihat wajah atasan nya itu, karna saat atasannya itu masuk dia langsung berdiri dan membungguk. Tetapi saat ia menegakkan badannya, ia langsung kaget. Jeddaaarrr. Bagaikan terkena listrik. Ia masih berdiri dan ragu untuk maju kedepan, tetapi karna ia dituntut untuk profesional ia tetap melanjutkan rapat tersebut . Berbeda dengan Ribka, Nia sahabat sekaligus rekan kerja Ribka begitu menikmati pemandangan itu. sampai ia tidak fokus pada penjelasan yang dibicarakan Ribka.


Semua berjalan lancar sampai selesai. Sebelum akan ingin keluar dari ruangan itu Felix mengatakan


" Besok kamu akan menjadi wakil sekretaris saya" kata Felix sembari menatap Ribka dengan tajam dan keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Semua orang yang heran dan bingung, karna Ribka akan menjadi wakil sekretaris? Ribka naik jabatan? wahh.. sangat beruntung nasib Ribka. kira- kira seperti itulah pemikiran dari rekan- rekan kerja Ribka.


Sedangkan Ribka sendiri masih mematung memikirkan hal barusan ia dengar dari atasan nya itu.


"Apakah dia tidak tau bahwa aku wanita yang menabrak nya di restaurant waktu itu? apakah dia ingin..." Pikiran Ribka yang langsung tersadar saat dirinya didatangi oleh Nia.


" woi.. melamun aja." ujar Nia


" eh...ha...ya.." balas Ribka yang baru tersadar dari dunia pemikirannya sendiri.


" enak loh ya, udah naik jabatan, plus bisa ketemu tu sama atasan yang gantengnya sampai ujung kuku tiap hari" kata Nia


Nia berpikir sejenak, mengingat kejadian itu.


" oh iyh, gue ingat" kata Nia yang baru mengingat kejadian itu.


"eh, loh tau gak, boss kita itu dingin bangettttt , kayak kutub utara. Katanya sihh dari yang gue dengar, kalo moodnya rusak, jangan buat kesalahan atau karir loh bisa habis" lanjut Nia yang mendengar gosip- gosip dari karyawan lain nya, sekaligus untuk menakut-takuti temannya tersebut.

__ADS_1


"serius loh" sembari membulatkan matanya.


" iyh" kata Nia menyakinkan Ribka


" gue jadi ragu untuk pindah deh Ni, gue takut. Tapi mau kayak mana lagi, kalo gue gak mau pindah otomatis gue dipecat, kalo gue mau pindah, gue takut buat kesalahan auto kelar deh karir gue" ujar Ribka yang dihampiri kebimbangan.


" kalo menurut gue loh pindah aja deh, soalnya zaman sekarang nyari kerja susah tau, apalagi kayak nya dari ekspresi dia tu , dia gak tau kalo loh udah sengaja nabrak dia" kata Nia memberi saran.


" iyh juga sihh. ahh udah lah, pulang aja yuk, ntar malam gue pikirin lagi deh saran loh" kata Ribka sembari mengambil tas milik nya dan berjalan duluan diikuti Nia dari belakang


" terserah loh deh, tapi tungguin gue napa" kata Nia berlari kecil untuk mengejar langkah Ribka.


Mohon di vote, like, dan komen bila suka🙏


Maaf bila ada kata atau kalimat yang salah karna ini karya pertama saya🙏


Semoga suka

__ADS_1


HAPPY READING


__ADS_2