
Saat berpapasan didepan pintu, Felix langsung menarik tangan Tia untuk masuk kedalam.
"Ada apa?" tanya Tia yang tidak terima tangannya ditarik- tarik
"Aku ingat semua kejadian tadi malam. Maaf udah ngerepotin kamu. Mungkin kamu penasaran tentang siapa itu Ribka, tapi aku peringatkan kamu jangan pernah tanya siapa Dia. Dan satu lagi, Setelah kita menikah nanti jangan banyak berharap apapun dari aku. Kamu gak boleh ikut campur urusan aku, dan Perkataan ku tidak boleh kamu bantah." jelas Felix. Setelah mengatakan semua yang ia inginkan, Felix meninggalkan Tia dengan keadaan diam membisu.
"Ha? Apa katanya? Belum menikah saja sudah seperti itu, apa lagi sudah menikah! Aku pun tidak berniat bertanya siapa itu Ribka? Dan apa katanya tadi? aku harus menuruti semua perkataan nya? Dia pikir, dia Siapa? Setelah menikah nanti, aku tidak akan pernah menyentuh bahkan mencampuri urusanya." omel Tia di dalam kamarnya.
Satu jam kemudian
TOK.... TOKKK.... TOKKKK....
"Ti... bangun sayang... ayo serapan..." panggil Mama Dewi dari balik pintu.
" Iya, ma... sebentar lagi aku turun" sahut Tia dari dalam yang sedang menetralisir kemarahanya
"ya udah, Mama tunggu dibawah ya sayang!" kata Mama Dewi
"iyah Ma" jawab Tia
__ADS_1
Setelah beberapa menit kemudian, Tia turun kebawah menuju meja makan tempat Ayah dan Mamanya menunggu.
"Pagi pa, Ma" sapa Tia sembari duduk di depan meja yang sudah terisi makanan
" pagi sayang" sahut Kedua orang tua Tia bersamaan
"Ma, hari ini aku kayaknya aku lembur." kata Tia
"kenapa? kok lembur? emang gaunnya belum siap?" tanya Mama Dewi
"Sedikit lagi sih, Ma. Malam ini udah siap, kok. Tenang aja." Jawab Tia
Sejak masih kecil, Tia memang berkeinginan untuk membuat gaun pernikahannya sendiri. Ia bermimpi akan menikahi orang yang Ia cintai dan mengenakan gaun rancangannya sendiri. Walaupun Tia tidak terlalu bahagia akan pernikahannya dengan Felix karena adanya paksaan dari orang tuanya, tapi Tia tetap ingin membuat gaun pernikahannya sendiri dengan tangannya. Ia tetap ingin mewujudkan impiannya walau menikah dengan orang yang tidak Ia cintai.
...****************...
Felix pulang ke apartemennya. Ia membersihkan dirinya dan bersiap untuk pergi ke kantor. Saat mengenakan dasi, ada seseorang mengetuk pintu kamarnya. Felix mengizinkan orang itu masuk yang tak lain adalah asisten pribadinya, Adit.
"Pagi, Pak" sapa asisten Adit
__ADS_1
"em.." balas Felix malas
"Maafkan saya tentang kejadian yang tadi malam, Pak" kata Adit
"Iya, Ayo kita berangkat" balas Felix sembari berjalan keluar
FLASHBACK ON
Setelah selesai acara semua orang pulang kerumah masing- masing. Tapi tidak dengan Felix, selesai acara Ia pergi ke kantornya.
Saat sampai disana, Felix duduk sendirian diruangannya yang gelap. Entah apa yang ia pikirkan. Setelah 30 menit berlalu, akhirnya Felix berdiri dari ruangannya dan pergi menuju sebuah bar yang sangat mewah.
Malam ini Ia meminum 2x lipat daripada yang biasanya ia minum. Merasa sendiri, Felix menelpon Adit untuk menemaninya. Adit yang mengetahui bahwa Felix sedang mabuk- mabukan disebuah bar, langsung pergi untuk membawa Felix pulang.
"lix, lo ngapain disini?" tanya Adit baru sampai
"Hai, sobat. Hari ini mood gue lagi gak baik, jadi pliss jangan ceramahi gue hari ini, ya?" kata Felix menyatukan kedua tangan persis seperti orang mabuk berat.
"ya, udah. Ayo kita pulang." ajak Adit membopong tubuh Felix.
__ADS_1
HAPPY READING😊