
Berawal dari musuhan dan akan terus seprti itu. Meski akan berakhir jatuh cinta mungkin hati ini akan menjadi sangat rapuh." Ucap Zahra
"Dasar Gus nyebelin banget sih, ganggu ketenangan aku saja" ngomel sendiri.
Mending aku keluar beli makanan ringan dulu ah keluar. Dari pada harus mikiran Gus ngeselin banget.
"Assalamualaikum Bu beli jajanan ya" ucap Zahra
"Walaikumsalam eh, neng zahra mau Jajan apa ?" Tanya ibu warung
"Mau ini, ini, dan ini burapa semuanya, eh tunggu Bu mau beli ayam sama kecap terus tempe, sama mie sama sawi udah Bu berapa semuanyai' ucap Zahra
"Semuanya 65rb neng semuanya" jawab ibu warung.
"Ini uang ya Bu pas ya"ucap Zahra
"Iya neng ini udah pas uang ya mau masak apa neng, suka masak ya" ucap ibu warung
"Iya Bu saya suka masak" jawab Zahra.
****
Disisi lain. Gus Faizar sedang rehunian sama teman SMA iya dulu, disebuah cafe yang terkenal disekitarnya.
Mereka sedang makan makan dan minum minum seperti jus dll, ada teman Faiz yang ngasih minuman, ia senyum jahat ke arah Faizar Tanpa curiga Faizar meneriman jus itu. Dan tak lama hp Faiz berdering panggilan masuk dari ummi Ani.
"Assalamualaikum nak kapan kamu pulang" tanya ummi Ani
"Walaikumsalam ummi ya Faiz akan pulang sekarang ummi" jawab Faiz
"Baiklah hati hati nak dijlannya soalnya kamu bawa mobil sendiri." Ucap ummi Ani
"Iya ummi Faiz pulang sekarang assalamualaikum " salam Faiz
"Walaikumsalam" jawab ummi Ani
****
Di pasantren.
Zahra yang sudah selesai ritual masak mie aja. Kalau ayam buat besok saja lah masak ya soalnya udah malam banget.
Setelah selesai makan ia mau ke kamar mandi.
Aduh ini udah penuh aja udah gak tahan lagi ini harus segera pergi ke kamar mandi mau pipis.
Ah lega udah pipis, harus cuci muka dan cuci kaki.
***
Di dalam perjalanan Faiz merasakan hal aneh didalam tubuhnya harus kuat sebentar lagi udah mau sampai. Kenapa ini sangat panas sekali ya Allah ada apa ini apa jangan jangan jus itu udah di campur sesuatu ya. Ah panas sekali aku harus segera masuk rumah.
__ADS_1
Faizar langsung keluar mobil berjalan tergesah gesah karena tidak tahan gejola hasrat yang ada di tubuh Faiz.
Sedangkan Zahra sedang mau masuk ke dalam kamar asrama kebetulan iya hanya sendiri tidak kaya yang lain.
Tiba tiba Faiz ikut masuk kedalam kamar Zahra dan menarik tangan Zahra masuk ke dalam kamar. Dan Zahra berteriak minta tolong tapi sayangnya tidak bisa melanjutkan teriakannya karena sudah di tutup paksa mulut nya oleh ciuman paksa Gus Faiz.
Cup..
Zahra tersentak kaget selama ini baru pertama kali ia berciuman meskipun dipanggil berandalan oleh sekitar tapi Zahra bisa jaga diri selama ini, tapi disayangkan saat ini ia terjebak oleh putra kyai yang ia sedang menuntut ilmu.
"Lepasin..." Ucap Zahra memukul dada bidang Gus Faiz
"Gak " jawab ketus Faiz dan membuka paksa hijab Zahra dan tangannya gak mau diem
"Tolong lepaskan saya Gus jangan kaya gini" ucap Zahra berkaca kaca ia bingung harus gimana meskipun melawan tenaganya gak sebanding sama tenaganya Gus Faiz.
"Tolong saya ini sangat panas " jawab Faiz terus menerus melepaskan paksa seluruh pakaian Zahra.
"Aku mohon Gus jangan lakukan ini Gus tolong lepaskan saya" ucap Zahra.
Faiz sudah gak tahan lagi ia melakukan aksinya biar semuanya tuntas.
Faiz menarik paksa dan melakukan secara paksa ke Zahra.
Jangan lakukan ini Gus aku mohon Gus jangan hiks ...hiks..hiks..tangisan Zahra pecah karena ia sedang di gagahi secara paksa.
Maafkan aku Zahra, aku terpaksa melakukan ini.
Faiz terus terusan memaksa masuk dengan begitu sedikit kasar dan akhirnya masuk setengah.
"Ah sakit Gus " ucap Zahra meremas seprai dengan kuat dan pindah ke punggung Faiz mencakar hingga berdarah.
Jlebbb.
"Ah ini sangat sempit dan darah perawan ke keluar mengalir dibawah sana.
Hiks.. hiks..hiks....
Zahra terus menerus menangis masih teringat tentang kejadian beberapa menit lalu.
Aku sangat malu dan jijik kepada dirinya sendiri.
Kenapa semua ini terjadi kepada ku ya Allah, aku harus bilang apa kepada ke dua orang tua ku nanti.
Hiks... Hiks... Hiks..
Gus Faiz jahat kenapa harus aku yang kamu nodai Gus aku harus bilang apa ke semua orang.
Sedangkan Faiz sedang tertidur, dan terbangun mendengar tangisan Zahra ia mendekat terus mendekat hingga wajah mereka dekat, Faiz mencium bibir mungil Zahra.
Cup,..
__ADS_1
Hmm kenapa menangis Hmm, Sambil tangan maen kesana kemari
Gus mau ngapain lagi belum puas Gus menghukum aku tadi.
aku mau lakukan sekali lagi boleh. Ucap Faiz membuat Zahra melotot ke arah Faiz
Gak mau Gus udah sana pergi pulang ke rumah kamu Gus nanti ada yang tau. Tetap nanti pikiran semua orang pasti aku yang salah dan menyebut aku menggoda Gus nanti.
Faiz tidak MENGUBIS perkataaan Zahra ia menarik selimut menutupi seluruh tubuh polos mereka.
****
Dirumah kyai Ridwan
"Abi kemana putra kita gak pulang pulang.?" Tanya ummi Ani
"Sebentar ummi tadi sebelum masuk ndalem di parkiran ada mobil Faiz ummi kirain ada di kamar" jawab kyai Ridwan.
"Apa bi ada mobil faiz tapi dia gak ada dirumah bi kemana dia." Ucap ummi Ani
"Mi mending kita cari Faiz dulu sekitar pasantren" jawab kyai Ridwan
"Iya Bi, ayo kita cari anak bungsu kita"
Kyai ridawan dan ummi Anni memiliki anak tiga 1 perempuan dan dua laki laki. Yang pertama bernama Muhammad haki dan yang perempuan bernama Anisa Kansa.
"Ummi mau kemana" tanya Gus haki
"Ini adik kamu kok gak ada di sini tapi mobilnya ada"jawab sang ummi Ani
"Terus kakak Faiz kemana ummi kalau gak ada" ucap Annisa.
"Maka dari itu ummi sama Abi mau mencari adik kamu", jawab kyai Ridwan
"Kami ikut ummi', ucap mereka.
***
Faiz membantu Zahra mandi dan menggendong ke arah kamar mandi.
Kita mandi dulu ya sebelum saya kembali mau bantu kamu dulu gak ada penolakan.
Gak mau nanti mesum lagi.
Gak saya janji gak akan macam macam kok saya mau cuci seprai dulu ada noda merah nanti ada yang tau.
Gus gimana kalau aku nanti hamil, terus Gus mau tanggung jawab.
Saya akan tanggung jawab dan akan menikahi kamu secepat ya.
Tapi aku takut kalau kedua orang tua aku tau bagaimana mereka sangat malah dan kecewa. Termasuk ayah gak suka sama saya karena isu itu. Aku harus bagaimana ini
__ADS_1