
Sudah tiga hari Zahra berada dirumah sakit, semenjak lahiran secara caesar. Padahal, langsung kering bekas operasi caesar ERACS atau Enhanced Recovery After Cesarean Surgery adalah metode operasi caesar yang memberikan proses perawatan dan penyembuhan lebih cepat.
"Mas" panggil Zahra
"Dalem sayang" jawab Gus Faiz.
"Mas,, Zahra mau pulang gak mau disini, gak bebas gendong Dede bayi" ucap Zahra cemberut dibalik cadar.
"Sayang udah iya kita akan pulang hari ini soalnya Dede kembarnya, udah nungguin ummanya,pulang jadi kita akan pulang soalnya kata dokter boleh pulang sayang" jawab Gus Faiz tersenyum melihat wajah istrinya menggemaskan ingin rasanya memakan dia saat ini.
"Hmmm,,, kenapa umma ditinggal sih nak" ucap Zahra
"karena, ummanya belum diizinin pulang!!" Jawab Gus Faiz
"Hmmm,,,,kenapah gak diizinin sama dokter ummanya mau pulang" ucap Zahra.
"Karena harus lihat kondisi kamu dulu sayang" jawab guz Faiz sabar karena menghadapi istri kecilnya dengan penuh kesabaran exstra.
"Mas,, ayo pulang,, gak betah lama lama disini" ucap Zahra mulai manja.
"Iya sayang mas, dah beresin barang kamu sayang kita pulang" Jawab Gus Faiz mendekat ke arah istri kecilnya yang terus meminta pulang.
"Mas,, aku udah gak sabar melihat anak anak kita dirumah?" Tanya Zahra saat melihat suaminya mendekat ke arah ranjang rumah sakit.
"Sabar sayang sebentar lagi istri mas yang sangat manja akan melihat anak anak kita, dirumah, soalnya disana ada ummi, Abi, dan mbak sama mas " jawab Gus Faiz memeluk istrinya.
"Iya, mas aku udah gak sabar pengen melihat mereka semua" ucap Zahra berada dipelukan suaminya.
****
Sedangkan dirumah sudah sangat heboh karena bayi kembar menangis meminta asi sang umma, karena sudah haus baru sampai dua jam lalu mereka dirumah nenek dan kakeknya.
"Ummi, cepat telopon Faiz suruh cepat pulang anak anaknya merindukan mereka" ucap Abi
"Iya Abi,, ummi telepon dulu Faiz" jawab ummi.
"Aduh keponakan tecan udah dok jangan nangis" ucap annisa
Oek,,oek,,,,oek,,,
Tangisan bayi kembar nyaring seisi rumah karena mereka lapar.
"Ya Allah ini malah tambah keras bayinya menangis." Ucap ummi.
****
Setelah sampai dihalaman rumah Gus faiz dan Zahra mendengar nyaring suara tangisan bayinya. Sangat keras karena mereka udah dua jam belum menyusu ASI kepada Zahra.
"Assalamualaikum" salam mereka berdua.
" Walaikumsalam" jawab mereka semua bayi kembar langsung diem setelah mendengar suara orang taunya.
"Hmmm, kenapa ummi, ?" Tanya Gus Faiz menghampiri sang ummi, yang gendong putri kecilnya
"Ini bayi kalian bikin heboh kalau udah nangis tuh lihat Abi mu " jawab ummi sambil menunjuk abi dengan dagu.
__ADS_1
"Putri Abi, sama kakak, laki lakinya bikin heboh seisi rumah hmmm" ucap Gus Faiz pada sang putri kecil yang tersenyum.
"Abi boleh Zahra gendong, biar mereka tidur satu persatu" jawab Zahra menatap sang putra pertamanya.
"Boleh kok, nak ini biar Abi kasih ke kamu jangan banyak gerak" ucap sang Abi pada menantunya.
"Terimakasih Abi" jawab Zahra menerima bayi pertama ya.
"Sama sama nak" ucap Abi tersenyum melihat Azahra yang begitu bahagia menjadi seorang ibu muda yang, seharusnya menghabiskan masa remajanya seperti teman taman santriwati lainnya. Ini harus menjadi seorang ibu muda, mengurus ke tiga anak kembarnya. Karena ini ulah putra bungsunya. Tapi ia sangat bahagia, karena putra bungsunya bersikap manis, dan kasih sayang kepada istri kecilnya. Tidak menunjukan kemarahannya meskipun iya sangat kesal atau marah.
"Sayang, umma mohon jangan nangis kaya tadi sayang nanti suaranya abis bagaimana" ucap Zahra kepada putra pertamanya.
"Faiz kamu udah, punya nama buat anak anakmu? " tanya sang Abi
"Insya Allah udah Abi" jawab Gus Faiz
"Siapa nak?" Tanya ummi.
"Muhammad Fatih alazam untuk putra pertamaku Abi, Muhammad Fatah alazam untuk putra keduaku dan Zahrana Bilqis putri untuk putri bungsuku Abi" jawab Gus faiz
"Masya Allah sangat bagus Faiz namanya"ucap kedua orang tuanya Gus Faiz.
"Berarti Gus Fatih, Gus Fatah, Ning iqis" jawab Zahra
"Iya sayang Gus kecil kita dan Ning kecil kita" jawab Gus Faiz
"Mbak,,,, sangat suka namanya putra dan putri kalian" ucak mbak annisa
"Iya mbak, kemana Ning kecil gak kelihatan" ucap Zahra.
"Hah,,, ada ada aja keponakan ku" ucap Gus Faiz
"Faiz bawa keluarga kecil kalian ke kamar kasiahan mereka ke lelahan" ucap ummi
"Baik ummi kami ke kamar dulu iya" jawab Gus Faiz.
"Assalamualikum" salam mereka berdua.
"Walaikumsalam " jawab mereka semua.
*****
Dikamar Gus Faiz dan Zahra. Mereka menidurin bayinya di box bayi.
"Sayang sini " ucap Gus Faiz yang sudah segar habis mandi. Sedangkan Zahra baru selesai merias diri.
Zahra berjalan ke ranjang dimana suaminya sedang tiduran diranjang tempat tidur.
"Iya mas, kenapa " jawab Zahra berbaring disebelah kanan. Suaminya.
"Mas udah gak tahan nunggu 40 hari puasa sayang" bisik Gus Faiz ketelinga istrinya
"Sabarnya mas, ini demi kebaikan kita" jawab Zahra.
"Mas udah gak sabar ingin buat adik buat s kembar'?" Ucap Gus Faiz menatap sang istri
__ADS_1
"Hah,,, mas s kembar belum besar mas jangan aneh aneh deh. Aku boleh minum pil KB mas?" Tanya Zahra ragu ragu.
"Mas gak bercanda kita harus buat dede bayi lagi, gak boleh" jawab Gus Faiz.
"Ih kenapa mas sangat semangat buat bayi lagi" ucap Zahra cemberut
Gus Faiz malah terkekeh melihat kekesalan istrinya. Ia malah mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya. Dan akhirnya.
Cupppppp....
Ciuman mendarat dibibir mungil sang istri. Gus Faiz melakukanya dengan lebut biar istinya tidak terluka.
Sedangkan Zahra menatap sang suami begitu lembuat. Ia paham suamina ingin selalu dekat dan menambah momongan lagi, tapi hamil itu loh, sangat hati hati saat hamil s kembar iya. Ia merasakan mual mual . Tapi gak tau hamil ke dua pasti akan merasakan mual mual seperti yang sebelumnya akan lebih parah mungkin dikatakan oleh orang tau hamil yang ke dua lebih parah dari pada yang pertama.
"Mas,,, Faiz harus sabarnya nanti buat adek bayi lagi" ucap Zahra gak mau membuat suaminya kecewa.
"Selalu sabar sayang, emang kamu Gak keberatan atau capek mengandung buah cinta kita sayang" jawab Gus Faiz.
"Insya Allah gak mas, masa menolak pemberian Allah kepada kita" jawab Zahra.
"Hmmm, tapi kasihan kamu sayang pasti capek dengan mengurus kita, terus mengandung lagi buah cinta kita nanti"ucap Gus Faiz.
"Aku gak mau berdosa menolak ajakan suami hukumanya itu loh mas" ucap Zahra
Salah satu dari tujuan pernikahan dalam agama Islam yaitu untuk mendapatkan keturunan. Tentunya Mama dan Papa ingin memiliki generasi penerus.
Nah, untuk mewujudkan hal tersebut suami dan istri perlu melakukan hubungan ****. Tidak hanya untuk memperoleh keturunan, berhubungan **** dengan suami juga bisa meningkatkan keharmonisan dalam rumah tangga.
Dari Thalqu bin Ali, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa:
Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk berkumpul hendaknya perempuan itu mendatanginya sekalipun ia berada di dapur," (HR.Tirmidzi: 4/387).
Dalam hadis tersebut jelas dipahami bahwa seorang perempuan yang sudah menjadi istri, wajib untuk melayani suaminya meskipun saat itu ia sedang melakukan suatu pekerjaan. Jadi, suami harus diprioritaskan oleh istri dari segala hal yang lainnya.
Hukum bagi istri yang menolak ajakan suaminya untuk berhubungan **** sebenarnya tidak diperbolehkan. Bahkan ia akan mendapatkan dosa jika menolak dengan alasan yang tidak jelas.
Hal ini disampaikan dalam HR. Bukhari bahwa:
Jika suami memanggil istrinya untuk tidur bersama (bersenggama), lalu istri menolah sehingga semalam itu suami menjadi jengkel (marah) pada istrinya. Maka para malaikat akan mengutuk istri itu hingga pagi hari," (HR. Bukhari).
Islam memang mengajarkan seorang istri harus hormat dan patuh pada suaminya. Hal ini dikarenakan suami memiliki tanggung jawab dan peran yang lebih besar dalam keluarga. Perlu diingat kalu suami berperan menanggung keluarganya, baik di dunia dan di akhirat.
Seperti yang telah disebutkan dalam HR. Bukhari bahwa, murkanya malaikat kepada istri yang menolak ajakan suaminya. Istri akan dikutuk hingga pagi hari. Bahkan, jika istri berani meninggalkan suaminya dari tempat tidur, maka malaikat pun tetap melaknat perempuan tersebut. Ucap Zahra.
"Sayang mas tidak akan memaksa kemauan mas kepada kamu sayang" jawab Gus Faiz
"Gak mas, aku gak mau jadi istri durhaka karena menolak ajakan suami kalau aku udah 40 hari" ucap Zahra.
"Udah sayang jangan bahas itu lagi sebaiknya kamu sayang istirahat mumpung s kembar tidur" jawab Gus Faiz mememjamkan matanya karena sangat lelah.
"Mas pasti sanga lelah iya nunggu aku dirumah sakit sampai gak tidur." Ucap zahra kasihan melihat sang suami kecapian.
"Gak apa apa sayang nanti akan hilang setelah kamu selesai nifas 40 hari mas, bisa buka puasa" jawab Gus Faiz serai memejamkan matanya.
"Iya sabar iya mas sayang" ucap Zahra memejamkan matanya sambil berpelukan.
__ADS_1
Bersambung ........