Gadis Bercadar. Milik Gus Tampan.

Gadis Bercadar. Milik Gus Tampan.
pergi untuk selamanya


__ADS_3

Bilqis sangat syok dengan keadaan nafeeza sangat berantakan, ia merasa kasihan begitu hancur masa depannya Bilqis tau nafeeza itu anak yang baik.


"Kak, sini aku bantu untuk berjalan ke kamar mandi" ucap Bilqis meraih tangan nafeeza yang menahan sakit.


Nafeeza menganggukan kepalanya pertanda ia setuju. Ia bingung dengan kehadiran Bilqis. Saat mau bangun ia merasa sangat perih, sakit, susah untuk bergerak.


"Aaaaaaa...aaahkk ini sangat sakit" jawab nafeeza memegang tangan Bilqis kuat.


"Ayo kak aku, bantu kakak untuk berdiri" ucap Bilqis memegang kedua tangan nafeeza.


Mereka berjalan beriringan menuju ke kamar mandi,.


"Terimakasih kamu sangat baik" jawab nafeeza, sambil menangis.


"Iya kak sama sama, kakak maafkan Abang Bilqis telah melakukan ini kepada kakak nanti boleh tanya sesuatu" ucap Bilqis menatapa nafeeza.


"Ini udah takdir kak Bilqis, udah ya kak mau mandi dulu" jawab nafeeza tersenyum cantik.


"Oh iya ini baju buat kak soalnya baju kak udah dirobek oleh Abang" ucap Bilqis memeluk nafeeza.


"Bilqis jangan peluk dulu, ini lengket sekali karena cairan milik Gus Fatih" jawab nafeeza.


"Aku gak papa kok kak, aku sangat sayang sama kak cantik semoga kak jadi Kakak ipar iqis" ucap Bilqis tersenyum.


"Iya kak harus mandi dulu nanti kita ngobrol lagi" jawab nafeeza.


Nafeeza menutup pintu kamar mandi, mulai mandi dan membersikan seluruh tubuhnya.


Sedangkan Bilqis membangunkan Abangnya.


"Abang bangun cepat keburu ada yang lihat" ucap Bilqis memukul abangnya dengan bantal.


"Apa sih dek maen pukul pukul pakai bantal" jawab Gus Fatih.


"Makanya bangun cepat mandi, Abang kenapa melakukan hal yang menjijikan kaya gitu sih?" Tanya Bilqis heran kenapa abangnya tidak menyadari kesalahannya.


"Apa sih dek marah marah gak jelas kaya gitu" jawab Gus Fatih.


"Mending Abang coba buka selimutnya lihat apa yang Abang lakukan kepada anak gadis orang hah " ucap Bilqis kesal ke abangnya.


Kedatangan orang tuanya, adik kembarannya dan suami adiknya sama bapak nafeeza masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Abang kamu harus menikahi nak nafeeza, sekarang juga sebelum ada warga" ucap Abi Faiz.


"Iya Gus harus tanggung jawab apa yang Gus lakukan kepada putri saya" ucap bapak nafeeza


"Maksudnya apa Abi, umma" jawab Gus Fatih bingung dan syok.


"Abang ayo buka selimutnya biar Abang paham" ucap Bilqis menatap sang Abang yang gak peka.


Gus Fatih menurutin, kata sang adik tersayang membuka selimut ternyata ada bercak merah itu kaya darah keperawanan.


"Kok ada darah?" Tanya Gus Fatih.


"Itu Abang telah menggauli Kakak naferza yang kakak tadi tolong." Jawab Bilqis.


"Jadi kak telah menodai nafeeza " ucap Gus Fatih.


"Abi maafin Fatih, telah mengecewakan Abi Fatih siap bertanggung jawab dan siap dihukum Abi" ucap kembali Gus Fatih bersujud dihadapan sang Abi dan ummanya termasuk ke bapak nafeeza.


"Bangun Gus jangan seperti ini, saya senang kalau Gus Fatih mau bertanggung jawab dengan putri saya" jawab bapak nafeeza.


"Gak pak biar saya minta maaf sekali lagi" ucap Gus Fatih.


"Gus mau kan nikahi putri saya sebelum saya pergi meninggalkan putri saya. Saya gak tenang kalau putri saya menikah dengan pria tidak paham agama " jawab bapak nafeeza.


"Saya mengalami kangker otak stadium akhir saya sudah gak sanggup lagi hidup lama lama kemungkinan saya akan meninggalkan putri saya sekarang" ucap bapak nafeeza menahan rasa sakit ini.


"Astaghfirullah pak pasti akan sembuh kita berobat kita kerumah sakit biar saya nanggung biaya rumah sakit" jawab Gus Fatih khawatir.


"Gak perlu Gus saya udah ikhlas kalau saya hrus pergi sekarang" ucap bapak nafeeza.


" Cepat sayang penuhi permintaaan terakhir ayahnya nak nafeeza" jawab umma Zahra.


"Baik umma Abang kan nilai nafeeza sekarang juga" ucap Gus Fatih tegas.


"Baiklah sekarang kita mulai saja ijab qobul nya" ucap Abi Faiz karena teman abinya peghulu dilingkungan ini.


“Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti (Nafeeza Azzahra Sabrina) alal mahri ‘Asyarotun Jiromatun Minad Dzahabi hallan.”ucap pak ridwan


"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha bil mahri ‘Asyarotun Jiromatun Minad Dzahabi haalan."jawab gus fatih dengan satu ucap lancar.


"Bagaimana para saksi sah?" Tanya penghulu.

__ADS_1


" Sah" ucap semuanya yang ada disana.


Nafeeza telah selesai mandinya ia keluar dari dalam kemar mandi, ia merasa segar tapi nafeeza menatap ke sang ayah yang menangis dan terduduk di kursi, karena sudah tidak kuat menahan rasa sakit dikepalanya.


"Pak, bapak kenapa kok pucat sekali wajahnya" ucap nafeeza bergegas mendekat sang ayah.


"Putri bapak yang baik dan cantik maafin bapak belum bisa membahagiakan kamu nak, tapi bapak bahagia kamu sudah ada yang jaga, jadi istri yang baik iya sayang harus janji sama bapak gak boleh meninggalkan suami kamu dalam kondisi apapun." Jawab sang ayah.


"Pak feeza janji akan jadi seorang istri yang patuh kepada suami feeza tapi bapak harus kuat demi aku" ucap nafeeza memeluk sang ayah yang sudah tidak sanggup menatap sang putri.


"Sayang kamu harus ikhlaskan bapak biarkan bapak pergi menemui ibumu" kata bapak yang menghembuskan nafas terakhirnya.


"Aku ikhlas kalau bapak bahagia untuk pergi " ucap nafeeza menangis memeluk sang ayah


Gus Fatih mendekat kearah istri yang baru sah menjadi istri kecilnya. Itu.


"Sayang ikhlaskan bapak untuk pergi sayang bapak udah bahagia disana" ucap Gus Fatih lembut pada nafeeza.


" Kenapa harus secepat ini Gus"Jawab nafeeza menatap Gus Fatih.


"Sayang ini sudah takdir biarkan bapak pergi dengan tenang ya" ucap Gus Fatih memeluk tubuh sang istri bergetar menahan tangisan.


"Kalau mau nangis menangislah sayang jangan ditahan luapkan saja kesedihan kamu " lanjut Gus Fatih mengelus punggung sang istri.


"Guss" panggil nafeeza


"Iya apa sayang" ucap Gus fatih


"Abang biar istrimu sama umma disini dan adikmu" jawab umma Zahra


"Ya umma," ucap gus fatih melepaskan pelukannya.


" Sayang sama umma dulu mas, harus segera mengurus pemandian, sholatan jasad dan pemakaman bapak" ucap kembali lembut yang nafeeza menganggukan. Kepalanya pertanda setuju.


"Iya mas terimakasih ya" jawab nafeeza kepada suaminya.


"Sama sama sayang, kamu sama umma ya" ucap Gus Fatih


"Kemari sayang biarkan suamimu mengurus semua sampai pemakaman ayah kamu sayang. " panggil umma Zahra.


"Iya umma terimakasih, udah menerima nafeeza dengan hangat" ucap nafeeza memeluk mertuanya.

__ADS_1


"Sama sama sayang sekarang kamu adalah putri umma istri dari putra pertama umma, jangan sungkan kalau kamu sayang butuh apa apa minta lah kalau gak ke umma mintalah ke suami kamu dia gak miskin sangat kaya loh. Kalain bisaa kuliah bareng satu jurusan saja biar suami kamu sayang bisa mengawasi kamu" ucap umma Zahra.


Bersambung.....


__ADS_2