
Setelah kejadian malam kemarin, Zahra semakin pusing dan mual semakin kuat. Zahra berlari ke kamar mandi gak peduli mau kamar mandi di area dekat kantor.
"Zahra kamu mau kemana ?" Tanya teman sekamarnya
"Aku mau ke kamar mandi udah gak tahan " jawab Zahra.
"Kamu kenapa zahra begitu pucat' ucap teman nya
"Nanti aja kita bicara lagi aaku udah gak tahan lagi" jawab Zahra.
"Iya kamu jangan lari lari nanti kamu jatuh" ucap teman teman nya Zahra.
Dari kejauhan Gus Faiz memperhatikan, Zahra yang berlari ke arah kamar mandi dekat
Kantor. "Dasar gadis nakal dikasih tau jangan lari lari malah lari emang gak sadar hah ada yang tumbuh di rahimnya." Ucap Gus Faiz
Zahra masuk kamar mandi dan menutup pintu menangis sambil memuntahkan semua isi perut.
Hoekkk.....hoekkkk
Zahra memuntah kan semua isi perut nya,
Sangat menahan mual dan dan sakit di kepalanya.
Hikss hiksss," bunda, ayah, mbak maafkan aku udah membuat kalia malu punya anak seperti aku. Yang mencoreng nama baik keluarga kita." Ucap Zahra menagis karena bingung harus mengadu sama siapa.
' ya Allah, aku mohon sehatkan lah hamba sama anak hamba yang di dalam kandungan aku, aku bukan gak bersyukur mendapat kan amanah terbesar dari mu ya Robb, kuatkan aku menjalani hidup ini" batin Zahra.
"Aku udah gak sanggup terus terusan muntah tapi gak keluar apa apa" ucap Zahra
Sedangkan Gus Faiz menghampiri Zahra dan membuka pintu kamar mandi. " Zahra kamu kenapa masih mual.?" Tanya Gus Faiz memeluk dari belakang dan mengelus perut rata milik Azahra.
" Iya Gus makin mual, sekali tapi pas Gus peluk sama Elus Elus perut udah mendingan gak mau muntah lagi" jawab Zahra. Menatap Gus Faiz.
”syukurlah kalau begitu mau saya bisikan doa ibu hamil dan ayah"
"Wallâhu ahrajakum mim buthûni ummahâtikum târatan ukhra.”
Artinya: “Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu-ibu kalian pada kesempatan yang lain (persalinan).”
"Gus untuk para ayah, dianjurkan untuk berdoa ini" ucap Zahra
"Iya tau baca ini kan Membaca Surat al-Fatihah sebanyak 7 kali setiap ba’da salat shubuh dan ditiupkan pada perut ibu hamil.
Membaca surat al-Insyirah (Alam Nasyrah) sebanyak 7 kali setiap ba’da salat magrib dan ditiupkan pada perut ibu hamil." Jawab faiz
__ADS_1
"Gus bacain sekarang mau denger" rengek Zahra pada Gus Faiz
"Iya sayang demi kalian berdua saya bacain doanya " ucap Gus Faiz
Allâhumma-ḫfadh waladî mâ dâma fî bathni zaujatî wa-syfihi antasy-syâfi lâ syifâ’an illâ syifâuka syifâ’an lâ yughâdiru saqaman. Allâhumma shawwirhu fî bathni zaujatî shûratan ḫasanatan wa tsabbit qalbahu îmânan bika wa bi rasûlika. Allâhumma akhrijhu mim bathni zaujatî waqta wilâdatihâ sahlan wa taslîman. Allâhumma ij‘alhu shahîhan kâmilan wa ‘âqilan ḫâdziqan ‘âliman ‘âmilan. Allâhumma thawwil ‘umrahu wa shahhih jasadahu wa ḫassin khuluqahu wa afshah lisânahu wa aḫsin shautahu li qirâ-atil hadîtsi wal qur’ânil ‘adhîm bi barakati Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam. Walhamdulillâhi Rabbil ‘âlamîn.
Artinya: “Ya Allah, jagalah anakku selama ia berada dalam perut istriku, sehatkan ia, sesungguhnya Engkau Yang Maha Menyehatkan, tak ada kesehatan kecuali kesehatan dari-Mu, kesehatan yang tak terganggu penyakit. Ya Allah, bentuk ia yang ada di perut istriku dalam rupa yang baik, tetapkan dalam hatinya keimanan pada-Mu pada Rasul-Mu. Ya Allah, keluarkan dia dari perut istriku pada saat kelahirannya secara mudah dan selamat. Ya Allah, jadikan ia utuh, sempurna, berakal, cerdas, berilmu, dan beramal. Ya Allah, panjangkan umurnya, sehatkan jasadnya, baguskan rupanya, dan fasihkan lisannya untuk membaca hadits dan Al-Qur’an Yang Agung, dengan berkah Nabi Muhammad . Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh keberadaan.” ucap Gus Faiz setelah berdoa.
"Gus masih banyak lagi kan surat surat di baca saat hamil ?" Tanya Azahra mentap Gus Faiz lembut.
"Iya Umma nya anak anak mau denger lagi surat al-baqarah ayat 255" jawab Gus Faiz
"Gimana kalau Zahra aja yang bacain Gus simak gimana" ucap Zahra.
"Boleh tapi jangan disini mau ikut keruangan rahasia mas" bisik Gus Faiz menarik tangan Zahra lembut karena para santri lagi pada dikamar masing masing dan para ustadz dan ustadzah pada kumpul dirumah Abi nya Faiz.
"Mau bawa Zahra kemana Gus" tanya Zahra.
"Ikut saja sebentar lagi sudah sampai" jawab Gus Faiz berjalan menuju sebuah rumah sederhana di belakang masjid.
"Ini kita sudah sampai sayang" lanjut Gus Faiz.
"Mari masuk tuan putri "ucap Gus Faiz tertawa melihat wajah gemes Azahra.
"Assalamualaikum"salam Zahra.
"Sini duduk dulu mau mulai sekarang doanya" ucap Gus Faiz.
"Iya sekarang aja dus yang artinya " jawab Zahra
"Baik lah cantik silakan mulai" ucap Gus Faiz.
"Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta'khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa'u 'indahuu illaa biidznih, ya'lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai'im min 'ilmihii illaa bimaa syaa' wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya'uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal 'aliyyul 'adhiim." Baca an surat al-baqarah ayat 255 yang dihafal Zahra.
Sekarang giliran Gus yang artinya
Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar" ucap Gus Faiz yang artiya.
"Gus ada dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah " jawab Zahra.
"Bacalah cantik mau dengerin suara merdu kamu" ucap Gus Faiz.
"Baiklah seperti barusan Gus yang artinya" jawab Zahra
"Iya cantik bacalah " ucap Gus faiz
__ADS_1
"Aamanar rasulu bimaa unzila ilaihi mir rabbihii wal mu'minun, kullun aamana billaahi wa malaa'ikatihii wa kutubihii wa rusulih, laa nufarriqu baina ahadim mir rusulih, wa qaalu sami'naa wa ata'naa gufraanaka rabbanaa wa ilaikal masiir." Zahra membaca surat Al-Baqarah
Artinya: "Rasul telah beriman kepada Alquran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." Gus Faiz mengartikan nya.
Gus Faiz menatap Zahra begitu lembut sekali ia mengajak Azahra menikah sore ini.
"Zahra apa kamu mau menikah dengan saya" ucap Gus Faiz
"Iya Gus, Gus adalah Abi dari anak yang aku kandung maka saya bersedia menjadi istri Gus tidak mungkin kalau menolak gimana anak kita pasti dikatakan anak haram" jawab Zahra menahan tangisan nya ia begitu rapus saat ini.
***
Setelah diskusi sama Zahra Gus Faiz memberi tahu kepada orang tuanya untuk menikah sore ini dia tidak mungkin membiarkan Zahra tersakiti atau apapun yang terjadi, Gus Faiz meutuskan untuk pulang kerumah utama yang ditepati oleh kedua orang tuanya.
"Assalamualaikum Abi sama ummi" salam Gus Faiz
"Walikumsalam nak ada apa" jawab kedua orang tau Faiz.
"Saya mau meminta restu ummi, sama Abi untuk menikahi Zahra." Ucap Gus Faiz
"Kami merestui kalian berdua karena itu lebih penting kalian menikah karena kehadiran malaikat kecil diperut Zahra." Jawab sang ummi.
"Baiklah ummi aku akan menikah sore ini " ucap Gus Faiz
Setelah itu Gus Faiz mengajak Zahra pergi ke mesjid tidak jauh dari pasantren untuk melaksanakan ijab qobul.
"Bagaimana calon pengantin sudah siap" ucap pak panghulu.
"Kami siap pak" jawab keduanya.
"Silakan berjabat tangan. " Ucap penghulu
Gus Faiz berjabat tangan dengan paman Zahra yang menyangi Zahra.
“Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti (Syarifah Azahra putri) alal mahri hallan.”
Qobiltu nikahaha wa tazwijaha bil mahril madzkur haalan.
"Ucap penghulu gimana para saksi sah" tanya penghulu
Sah
Sah
Ucap semua yang menyaksikan pernikahan Gus muda.
__ADS_1
Mereka resmi menjadi sepasang suami istri