
Setelah ijab qobul selesai Gus Faiz bersama Zahra kembali lagi ke pasantren. Tapi Zahra mengalami mual yang luar biasa saat ini, Zahra sedang berada di kamar asrama sesuai keinginan Zahra.
Zahra berlari menuju kamar mandi santri putri yang kebetulan ada teman teman Zahra yang bernama Santi. Zahra masuk kedalam kamar mandi dan memuntahkan semau yang ada di dalam perut.
Houekkkk.....houekkkk
"Ih itu siapa kok muntah muntah kaya yang lagi hamil saja sih aku mau diem dulu siapa yang ada didalam kamar mandi ini" ucap santi yang sedang dikamar mandi sebelah Zahra
Santi kemudian pergi sebentar dari kamar mandi, ia berjalan kesana kemari mencari ustadzah atau ustadz. Akan melaporkan Zahra yang lagi hamil.
"Assalamualaikum ustadzah, ustadz dan Gus Faiz "Salam Santi
Mereka semua pada berhenti menatap Santi yang menyapa mereka.
"Walaikumsalam Santi ada apa" jawab mereka semua.
"Begini ustadzah, ustadz dan Gus Faiz saya mau melaporkan kalau Syarifah azahra putri sedang muntah muntah, dan kaya orang hamil muda." Ucap Santi.
Deg....
Jantung Gus Faiz berdebar kencang saat mendengar laporan Santi iya sangat berdosa telah melakukan itu ke pada santri putri bernama Zahra.
Disana ada salah satu mereka tertawa jahat saat melihat penuturan Santi. Karena yang menjebak Gus Faiz menyukai salah satu ustadzah. Yang sempat gus Faiz mau melamarnya tapi tidak jadi karena orang tua Gus Faiz tidak merestui karena sang kak melarang berhubungan dengan ustadzah itu.
"Apa maksud kamu Santi?" Tanya ustadzah yang menyukai Gus Faiz.
"Gini ustadzah barusan aku sedang dikamar mandi sebelahan sama Zahra. Saat saya hendak keluar saya melihat Zahra memasuki kamar mandi sebelah saya. Dan saya urungkan keluar sebelum zahra benar benar masuk kamar mandi, disana saya terdengar Zahra menangis sambil muntah muntah saat ini hamil muda diserang mual gimana dan saya memutuskan untuk melaporkan nya" ucap Santi pajang lebar.
" Mungkin Zahra masuk angin Santi" jawab ustadzah yang lain
"Ustadzah saya tanya kalau yang masuk angin akan hilang beberapa jam ini saya lihat dari tiga Minggu kemari ia muntah muntah kaya ibu muda lagi hamil" ucap Santi
"Saya tanya kepada Ning Annisa yang pernah mengalami hamil" lanjut Santi
"Saya merasakan muntah muntah yang luar biasa awal kehamilan." Jawab Ning Annisa
"Tuh ustadzah coba dia tecpack biar jelas"ucap Santi
Sekarang giliran ustadz yang bicara.
"Gus gimana kita harus mengetes semua tes urin kepada para santri putri " tanya ustadz Aldi.
__ADS_1
"Saya setuju ustadz " ucap ustadzah tadi
***
Kemabili lagi kepada kondisi Zahra.
Huoekkk......houekkkk.....
Hikks...
Hikkks ...
'ya Allah beri kan aku kekuatan menghadapi ini semua, merasa kan mual yang luar biasa, apakan aku akan kuat ya Allah menghadapi ujianmu yang kau berikan kepadaku ini. Aku takut kalau yang tidak menyukaiku menyakiti bayi yang aku kandung' batin Zahra.
Zahra keluar dari kamar mandi mata sembaba, cadar basah karen terken air.
"Wah Zahra kamu kenapa muntah muntah kaya orang hamil saja" ucap Santi pedas kepada Zahra karena ia mebenci Zahra
"Apa yang kamu katakan kak Santi" jawab Zahra.
"Lah kamu jangan ngelak lagi aku dengar kamu muntah muntah dan menangis di dalam kamar mandi. Tapi sayang aku udah laporkan kepada ustadzah dan ustadz, dan satu lagi keluarga besar kyai." Ucap Santi
Deg ..
Santi menarik paksa Zahra untuk memeriksa tes urin tersebut. Dan semua santri putri negati ada salah satu yang hasil nya positif. Yaitu punya Zahra.
"Santi tangan saya sakit, saya gak akan lari kalau saya salah" ucap Zahra menahan rasa sakit dipergelangan tangan Zahra.
"Yah kan takut kabur ketahuan kalau kamu beneran hamil " jawab Santi
"Sayang gimana hasilnya ?" Tanya suami nya Ning Annisa yaitu Gus Yusuf.
"Diantara selurus santri putri ada salah satu positif" ucap Annisa.
"Pasti punya Zahra iya kan" jawab Yusup
"Iya mas ini gimana apa udah seharusnya semua mengetahuinya" ucap Annisa cemas.
"Ya mungkin ini sudah waktunya semua nya tau gak mungkin kita tutup tutupi lagi kalau udah ada yang curiga" jawab Yusuf
"Bukan masalah takut mas, ini karena tidak suka kepada Zahra dia selalu di tindas emang ia selalu dijuliki berandal sama grub Santi. Yang aku takut keponakan kita jadi ancama ke gilaan mereka itu yang aku khawatirkan mas ditambah orang yang mencintai adikku dia tidak akan tambah diem" ucap Annisa khawatir
__ADS_1
"Tenang sayng kita akan lindungi mereka berdua sekuat tenaga Kita, apalagi menyakiti malaikat kecil yang tidak berdosa" jawba yusuf
*"""
Disisi lain Gus Faiz sangat khawatir karena istrinya akan mendapatkan kebencian diseluruh santri putri dan pas ustadzah atau ustadz.
Kini tiba saat nya seluruh para Santi putri dikumpulkan dan diberitahu ada salah satu yang hasilnya positif.
"Saya kumpulkan seluruh para santri putri berkumpul. Disini ada satu yang hasilnya positif " ucap salah satu ustadzah.
"Siapa itu ustadzah apa benar yang saya katakan?" Tanya Santi.
"Iyah benar Santi" jawab ustadzah itu
Santi sangat puas mempermalukan Zahra dihadapan semua teman temannya dan semua yang ada dipasantren ini santi sangat bahagia.
"Hah apa Zahra "ucap teman teman Zahra.
"Tapi siapa yang melakukan itu kasihan Zahra ' jawab yang lain
"Kita tidak punya hak mehakimi Zahra Santi dan yang lain itu hak yang punya peraturan pasantren ini kita serahkan kepada pengurus dan para guru." Ucap shabat Zahra
Zahra menundukan kepala karena tidak kuat memandang seluruh teman temannya. Ditambah rasa mual kembali datang. Zahri pergi kearah kamar mandi di ikuti Gus Faiz
Sesampai di kamar mandi Zahra memuntahkan cairan di perut nya.
Huoekkk...huoekkk...
Zahra menangis karena rasa mual menyiksanya, ya Allah sayang jangan nakal umma udah gak sanggup muntah tapi gak ada yang keluar.
"Assalamualaikum sayang" salam Gus Faiz
Zahra menoleh ke arah belakang dan berjalan kearah luar kamar mandi dan memeluk tubuh kekar gus Faiz tidak peduli pandang selurus santri putri sama ustadzah yang masih ada di sana.
"Walaikumsalam Gus aku gak sanggup harus muntah muntah tapi gak ada yang keluar"jawab Zahra mengadu dengan manja kepada gurunya sekaligus suaminya
"Sabar sayang kamu pasti kuat seperti bauh hati kita sangat kuat sekali" ucap Gus Faiz mengelus punggung sang istri dengan lembut dan mencium puncak kepalanya.
"Tapi Gus tidak akan meninggalkan aku kan atau menikah lagi?" Tanya Zahra membuat Gus Faiz tersenyum
"Siapa yang mau nikah lagi punya satu pusing dengan sangat aktif dan bar bar" jawab Gus Faiz tersenyum lebar
__ADS_1
Para santri putri menjadi penonton keromantis pasangan halal itu. Kecuali 2 wanita itu, kebakaran hatinya dikuasai emosi dan amarah