
Gak kerasa waktu berputar begitu cepat, sudah hampir sore Gus Azhar sama Bilqis berada dirumah orang tua Bilqis. Mereka berpamitan kepada ke semua orang agar bisa bersiap siap, karena harus ikut hadir tadinya males sekali Gus Azhar.
"Kami pamit pulang dulu nanti ketemu lagi disini, ya Abi!!" Ucap Gus Azhar sambil mengandeng tangan sang istri.
"Kenapa gak bersiap disini saja biar sekalian" jawab Abi Faiz
" Tidak usah Abi, kami dirumah saja kasihan istri Azhar kecapean seharian sangat aktif sama umma, ummi" ucap Gus azhar emang benar bilqis sangat capek kelihatan dari wajahnya.
"Sayang kamu kok sangat pucat mukanya?" Tanya Abi Faiz khawatir melihat putri kesayanganya sangat pucat.
"Gak apa apa, kok Abi jangan khawatir aku baik baik saja Abi gak usah khawatir seperti itu *" jawab Bilqis .
"Kakak ayo kita pulang nanti umma sangat khawatir sama Bilqis" ucap Bilqis menatap sang suami
"Dek benar kata Abi kenapa wajah kamu sangat pucat kakak, sangat cemas sayang" jawab Gus Azhar memeluk tubuh istrinya.
"Ini semua kakak lakukan sampai gak kasih iqis buat istrirahat " bisik Bilqis tepat ditelinga sang suami.
Gus Azhar tersenyum saat tahu jawaban dari sang istri tercinta. Ia malah mau jahil pada sang istri bembisikan sesuatu.
"Sayang kakak mau lagi boleh sebelum pergi nanti" bisik Gus Azhar pada Bilqis dan tersenyum.
" Gak kakak jangan hukum iqis terus, " ucap Bilqis berjalan meninggalkan kedua pria tampan itu.
"Gus, kenapa iqis kaya marah sama kamu?" Tanya Abi Faiz
"Biasa Abi, pengantin baru maunya dekat terus biar segera hadir Azhar junior loh" jawab Gus Azhar menatap sang mertua.
"Hmmm, jadi putri Abi marah karena diminta jatah ceritanya, dia seperti ummanya marah tapi tidak akan menolak keinginan suaminya, Gus percayalah ," ucap Abi Faiz menyemangatin menantunya.
"Iya Abi saya harus segera menyusul istri saya, pasti tambah ngambek" jawab Gus Azhar.
Sedangkan Bilqis menatap sang Abang yang menabrak seorang perempuan di dekat pasantren.
Brukkk....
"Aaaaa. ...ahhhk" teriak perempuan yang hampir jatuh tapi Gus Fatih menangkap tubuh perempuan cantik itu yang seumuran dengannya.
"Astaghfirullah" ucap keduanya.
"Heii, mau apakan putri saya" ucap bapak perempuan itu.
"Saya tidak apa apakan putri bapak,saya menolongnya Karena dia mau jatuh" ucap Gus Fatih.
__ADS_1
"Benar itu nak?" Tanya bapak pada putrinya
"Ya pak udah jangan memarahi Gus ini" jawab perempuan cantik itu.
"Benar Helena putri bapak gak kenapa kenapa kan" ucap bapak.
Disisi lain wanita tersenyum licik pada gadis cantik itu, ia mempunyai cara biar dia hancur. Ia mencapurkan sesuatu kedalam minuman yang dipesan Gus Fatih.
Gus Fatih tanpa ada yang iya curiga meminumnya sampai habis, setelah lima menit obat itu berkerja dengan sangat baik sehingga Gus Fatih merasa sangat panas padahal cuaca sangat dingin. Ia berjalan menyusuri jalan yang dekat kebun disana ia melihat gadis tadi yang di tabraknya.
"Ikut saya " kata Gus Fatih menarik paksa gadis cantik yang bernama nafeeza.
"Aaa..kenapa Gus narik saya sakit Gus" ucap nafeeza mengiris kesakitan dipergelangan tangannya yang di genggam oleh Gus Fatih.
Gus fatih tidak MENGUBIS rintisan kesakitan gadis malang itu.
.
"Gus mau kemana ini?" Tanya nafeeza yang mulai ketakutan karena ia dibawa kesebuah rumah kosong dan menuju sebuah kamar sengaja disiapkan oleh teman nafeeza yang membencinya.
Gus Fatih mendorong nafeeza sampai terjatuh di atas ranjang. Nafeeza ketakutan terus mundur terhenti ketika kakinya ditarik paksa oleh Gus Fatih.
"Gus saya mohon jangan seperti gini " ucap nafeeza memohon...
"Tolong saya ini sangat panas" jawab Gus fatih yang menarik paksa hijab dan pakaian nafeeza.
Gus Fatih terus memaksa membuka semua yang dikenakan nafeeza, ia terus menerus menarik paksa sehingga terlepas dibuang ke segala arah" jawab Gus Fatih.
Hikkkss....hikkks...
"Aku mohon jangan lakukan ini Gus, kita bukan muhrim" ucap nafeeza menangis hikkksss.
Gus fatih tidak mendengarkan permohonan nafeeza, karena ia dibawah pengaruh obat perangsang.
Nafeeza terus menangis dan memohon agar Gus Fatih tidak menggaulinya secara tidak sadar karena pengaruh obat itu, 'ya Allah tolong aku siapa pun bantu aku. Aku gak mau hal ini terjadi aku masih belum siap dengan kemarahan bapak ' ucap batin nafeeza, percuma melawan juga tenaganya tidak seimbang dengan tenaga Gus Fatih.
"Saya mohon Gus jangan lakukan ini salah Gus" ucap nafeeza dipotong karena Gus Fatih memdarat ciuman di bibir mungil nafeeza.
Cupp...
"Hmmm" nafeeza kaget mendapat serangan dadakan dari Gus Fatih.
"Hiikks... Gus jangan " ucap nafeeza dipotong kembali karena Gus Fatih menyerang di bagian bawah.
__ADS_1
"Aaa aaajhh sakit Gus" ucap kembali nafeeza yang meneteskan air matanya.
Jlebb.
Semuanya masuk sempurna . Setelah kejadian itu keduanya tertidur sambil berpelukan.
Sedangkan diluar Bilqis menatap heran wanita itu tersenyum puas sambil memegang hp, Bilqis segera merebut hp milik wanita itu karena ia penasaran yang dilakukan oleh wanita itu. Ia video abangnya sedang menggauli seorang anak gadis yang baru pindah itu. Bilqis sangat kaget segera menghubungi sang Abi.
"Assalamualaikum abi cepat kesini ini tentang Abang Fatih dijebak sama seseoranga" ucap Bilqis dibalik telepon.
"Walaikumsalam, baik sayang Abi akan segera kesana" jawab Abi Faiz segera bergegas ke tempat putrinya berada.
"Sayang ada apa?" Tanya Gus azhar menatap heran sang istri yang kelihatan khawatir.
"Kakak, cepat bicara hal ini kepada bapak gadis itu ditemani Abang Fatah sama Abang Fahri." Ucap Bilqis tidak ingin banyak warga tau.
"Ummi dan umma tahan wanita ini jangan sampai kabur" kata Bilqis menatap tak percaya. Sedangkan umma dan ummi mengingat kejadian 17 tahun yang lalu percis menimpa umma Zahra sama yang di alami nafeeza.
"Mbak kenaoa kejadian 17 tahun yang lalu terulang lagi kepada putraku dan gadis kecil itu.?" Tanya umma Zahra kepada kakak iparnya.
"Iya benar kata kamu Zahra, yang dialami kamu dulu percis kaya yang dialami gadis kecil ini." Ucap ummi Annisa
"Kembalikan Hp saya" ucap wanita itu
"Jangan harap hp ini kembali ditangan kamu" jawab Bilqis tegas dan dingin.
"Itu hp saya" ucap wanita itu.
"Saya tau ini hp kamu tapi kamu tidak tau yang dijebak kaamu itu putra dari Abi Faiz."jawab Bilqis menatap sini wanita dihadapanya.
"Apa !!" Terkejut dia
Setelah empat puluh lima menit Abi Faiz dan kedua abanhny datang.
"Sayang bagaimana keadaan mereka" ucap Gus Fatah.
"Iqis belum masuk harus jaga wanita itu." Jawab Bilqis
"Cepat masuk sayang, terus suruh hadap Abi " ucap Abi Faiz ..
Bilqis masuk ingin memastika keduanya baik baik saja, tapi sayang seorang wanita menangis sambil memeluk kakinya.
"Assalamualaikum" salam Bilqis
__ADS_1
Nafeeza mengangkat kepalanya menatap yang datang siapa
"Walaikumsala." Jawab nafeeza.