
Zahra dan Gus Faiz merawat ke tiga putra dan putrinya berdua, tanpa campur tangan kedua orang tua Gus Faiz. Sampai sekarang sudah tumbuh menjadi dewasa mereka berusia sekarang 17 tahun mereka menjadi remaja sangat tampan-tampan kedua putranya sedangkan putri kecilnya sudah tumbuh menjadi seorang gadis cantik dan berpakaian seperti ummanya iya menggunakan cadar.
"Sayang kalian mau melanjutkan sekolah kemana??" Tanya sang Abi.
**
"Abang mah, mau lanjut ke Turki Abi" ucap Abang Fatih.
"Abang mah, mau lanjut ke Mesir Abi" ucap Abang Fatah.
Sedangkan Bilqis hanya diem saja tanpa ada satu kata yang keluar dari bibir mungilnya.
"Sayang kamu mau lanjut kemana?" Tanya Abang Fatih.
"Bilqis disini saja Abang, kasihan umma sama Abi kalau Bilqis harus lanjut sekolah di Kairo, mending disini saja !!"" Ucap Bilqis.
"Sayang kalau Bilqis mau sekolah disana silakan sayang Abi sama umma gak larang kalian pergi asal niatnya belajar" ucap Abi pada sang putri dan putranya.
"Gak Abi lanjut disini aja sambil belajar tentang pasantren milik mendiang kakek" ucap bilqis menatap sang Abi.
"Yakin dek gak mau lanjut ke Kairo,? Itu impian kamu dari sejak kecilkan" ucap Abang Fatah.
"Insya Allah yakin Abang Fatah, gak usah khawatir" jawab Bilqis menyakinkan sang Abang.
'abang tau adek sebenarnya Ingin pergi tapi ia gak mau ninggalin sang umma, disini Abang selalu mendukung keputusan adek apapun itu.' ucap dalam hati Fatah.
"Abang kok malah melamun kenapa? Ada yang Abang pikirkan hmmm?" Tanya Bilqis menatap sang Abang yang melamun.
"Gak kenapa kenapa sayang Abang cuman bayangin bagaimana kalau Abang jauh sama adik kecil Abang yang cantik ini." Ucap Abang Fatah.
"Ih apa sih Abang jangan gombal Mulu" jawab Bilqis yang menatap sang Abang sejak kapan abang-abangnya mulai gombal kaya gitu.
"Ih beneran adek Abang pasti rindu loh sama adik kecil yang cantik ini, emang adik kecil Abang gak akan rindu hah sama abangnya nanti kalau di tinggal?"" Tanya Abang Fatih tersenyum jail ke adik bungsunya.
"Ih Abang udah dong jangan gombal gitu gak pantas sama muka tuh" ucap Bilqis berlari ke arah sang Abi dan bersembunyikan wajahnya di dada bidang milik sang Abi.
"Ada apa Ade kok bersembunyikan wajahnya di dada Abi sih?" Tanya Gus Faiz kepada anak bungsunya.
"Itu Abi abang-abang iqis sejak kapan mereka selalu goda iqis, dan gombal sama iqis cepat nikahkan mereka Abi biar bisa gombalin sang istri masing-masing, iqis gak mau jadi bahan gombalan receh Abang-abang iqis" jawab Bilqis yang setia menyembunyikan wajahnya.
__ADS_1
"Adek Abang gak akan gigit loh masa terus bersembunyi sih?" Ucap Abang Fatah
"Terus wajah Abang kenapa sih dek bersembunyi di Abi?" Tanya sang Abang Fatih.
"Wajah kalian itu dingin dan datar, loh nak pantes adek perempuan kamu lari ke Abi gak pantes tau nanti gombalnya sama istri kalian saja jangan buat adek kalian takut sayang" ucap umma Zahra lembut.
"Sayang maafin abang buat adek takut sebenarnya Abang bercanda tadi kirain adek gak takut" jawab mereka berdua menundukan kepalanya.
Sedangkan kedua orang tuanya, tersenyum hangat melihat ke tidaknya sudah akur, melihat sang Abang tulus meminta maaf dari sang adik. !! Sedangkan sang adik hanya berdiam diri disebelah sang Abi yang menatap sang Abang saling bergantian.
"Abang lagi apa kok nunduk terus ?" Tanya Bilqis.
"Sebelum Abang minta maaf iqis udah memaafkan Abang loh, emang iqis dari kecil bisa marah sama Abang gak kan iqis selalu sayang Abang, apa Abang disini aja sekolah sama iqis ?? Kalau Abang pergi siapa yang lindungi iqis, jujur iqis gak mau jauh sama Abang semua" ucap Bilqis menangis sambil berlari ke kamarnya.
"Adek tunggu" panggil Abang Fatih dan Fatah. Mengejar sang adik ke kamar.
"Ya Allah kenapa jadi gini, aku gak bermaksud melukai adik perempuanku itu" ucap mereka berdua.
Sesampai di depan pintu kamar mereka berdua berusaha masuk dan mengetuk pintu.
Tok..
Tok..
"Adek buka Iyah, Abang sama akan selalu nemani kamu disini" ucap Abang Fatah.
Sedangkan yang punya kamar sudah keluar kamar sejak tadi kamar kosong.
"Abang kemana adek kecil kita kok gak jawab salam kita?" Tanya Abang Fatah kepada sang kakak.
"Iya benar adek kemana ya kok sepi?" tanya balik Abang Fatih.
''apa jangan-jangan tidak ada dikamar coba kamu buka dek" ucap Abang Fatih kepada sang adik.
"Astaghfirullah Abang adek gak ada dikamar"jawab Fatah.
"Dimana adik kecil kita" ucap Fatih khawatir kepada sang adik.
Disebuah taman yang cantik disana gadis cantik yang menggunakan cadar menangis, iya gak mau pisah dengan kedua abangnya itu.
__ADS_1
Hik...
Hikkkss.... Abang jahat .... Mau tinggalkan Bilqis sendirian disini.
Hikkksss........
Tangisan Bilqis pecah mengingat kejadian tadi, sang Abang meminta izin kepda sang Abi untuk lanjut kuliah di mesih dan Turki.
Sedangkan seorang pemuda tampan dan gagah yang tadinya berniat menemui ustadz Faiz berhenti ditaman dekat pasantren ia, melihat seorang gadis kecil menangis disana, niatnya melihat malah terjadi kesalah pahaman dari warga.
"Assalamualaikum" salam pria tampan itu menundukan kepalanya melihat rumput.
"Walaikumsalam" jawab Bilqis menatap kaki seseorang.
"Kamu kenapa menangis disini sendirian?" Tanya pria itu.
"Aku hanya kecewa sama saudara kembar saya" ucap Bilqis yang masih menangis.
"Kenapa memilih menangis di taman gak dikamar saja, " jawab pria tampan itu.
"Disini nyaman buat melepas sesak di dada" ucap Bilqis yang menghapus air matanya.
"Hmmm, baiklah aku mohon jangan menangis seperti ini aku gak mau lihat kamu menangis" jawab pria tampan itu.
"Iya kamu mau kemana kok dekat pasantren milik Abi Faiz" ucap Bilqis sadar gak mungkin kalau dia gak ada kepentingan datang kemari.
%%%
Dirumah kedua abangnya panik karena sang adek perempuan tidak ada dirumah, ia kalau ada masalah suka bilang sedangkan ini gak bilang apa apa.
"Abang kita harus bilang sama umma dan Abi" ucap Fatah,
" Eh ia ayo" ucap Fatih
"Iya ayoh kita kesana" ajak Fatah pada sang kakak
"Abi kenapa kok Khawatir gitu?" Tanya mereka berdua.
"Iya Abi lagi menunggu kedatangan gus muda yang akan datang kesini, soalnya kedua orang tuanya bilang putranya akan kesini" ucap Abi Faiz.
__ADS_1
"Emang siapa sih Abi yang akan datang kemari?" Tanya Fatih.
"Iya anak teman Abi sayang ti kota kembang itu (Bandung) tapi ia baru menyelesaikan pendidikannya di Korea selatan" jawab sang Abi. Kepada sang putra yang penasaran dengan kisahnya.