
Setelah berkeliling wisata karang resik Tasikmalaya. Gus Faiz dan Zahra pergi kesebuah rumah makan. Zahra berpamitan ke toilet sebentar ia berpapasan setelah selesai dari toilet.
"Zahra" panggil sekarang wanita.
"Iya maaf siapa iya?" Tanya Zahra.
"Kamu istrinya Gus Faiz iya" jawab wanita itu tidak kasih tau namanya
"Iya maaf mbak siapa mau perlu apa ya?" Tanya Zahra.
"Saya calon tunangan dulu, sekarang gagal karena kamu telah merebut Gus Faiz dari saya dengan cara kau pura pura hamil" ucap wanita itu.
Deg....
Jantung Zahra berdecak kencang saat mendengarkan pernyataan wanita tadi.
Zahra pergi meninggalkan wanita itu. Tidak keluar satu katapun.
***
"Sorang istri ditanya oleh suaminya tentang seberapa besar cintanya kepada suaminya." Ucap Gus faiz
" Maka ia menjawab" jawab zahra
“Lihatlah betapa patuhnya dia ketika diperintah oleh suaminya sepanjang perintah tersebut tidak bertentangan dengan perintah Allah dan Rosulullah. Lihatlah pula bagaimana raut wajahnya saat melaksanakan perintah tersebut, adakah ia bermuka masam atau cemberut atau kah senyum terus mengembang di wajahnya.”
“Lihatlah bagimana ia merelakan rahimnya untuk mengandungkan dan melahirkan anak-anakmu dengan susah payah dalam keadaan lemah yang bertambah lemah. Kemudian ia menyapih anak-anakmu dengan mengutamakan urusan anak-anakmu dibanding dirinya sendiri sehingga anak-anakmu tumbuh dengan penuh kasih sayang. Ia rela mengorbankan status pendidikan sarjananya demi pelayanan maksimal kepada suami, anak dan keluarga besarnya dan melupakan angan besarnya menjadi wanita karir.”
“Lihatlah bagaimana ia mampu menjadi wanita multi tasking: menjadi cleaning servis, ia bisa. Menjadi perawat amatiran juga bisa. Menjadi guru, tiap hari bahkan hingga ia menua. Menjadi tukang ojek, ia jalani setiap hari. Menjadi koki, itu kegiatan rutinnya. Bahkan tak jarang mereka juga merangkap menjadi sekretaris atau pengusaha di dalam rumahnya juga ia geluti. Padahal, semasa gadis ia tak pernah melakukan itu semua karena ia diperlakukan bak ratu di dalam istana orang tuanya.”
__ADS_1
“Itu hanya segelintir saja karena masih banyak profesi lain yang harus dilakukannya, demi menjaga keutuhan rumah tangga. Apakah ia pernah melakukan kesalahan? Pasti, tapi tegur dan nasehatilah dia dengan cara yang baik. Bukankah itu semua dilakukannya demi Cinta?.” Jawab Zahra panjang lebar.
"Masya Allah begitu besarkah cinta istriku pada diriku ini" ucap Gus Faiz tersenyum
"Mas kenapa sebegitu sih memuji seorang istri" jawab zahra
" Kemudian istri balik bertanya kepada suaminya, “Seberapa besar cinta suami kepada istrinya?.” tanya zahra
Maka suaminya menjawab:
“Lihatlah betapa bertanggungjawabnya dia terhadap istri dan anak-anaknya. Setiap hari ia bekerja untuk mencari nafkah yang halal. Tak peduli panas, tak peduli hujan ia akan terus berusaha mengais rezeki. Hampir seharian dari waktunya ia habiskan untuk bekerja. Pergi pagi dan pulang ke rumah menjelang malam dalam keadaan capek yang tak terkira karena ia hanya kuli kasar di pasar.”
“Tak jarang dalam pekerjaannya ia menghadapi berbagai macam karakter orang. Mulai dari yang lembut dan baik hati sampai pada orang yang bersifat kasar lagi zholim. Tapi ia tetap bertahan dan tetap pulang ke rumah dengan seulas senyum. Kadang, ada yang usahanya naik turun, tapi ia tetap berusaha untuk bisa tertawa dan bersenda gurau di hadapan anak-anaknya. Ia lewati berbagai masalah demi masalah yang kemudian ia lewati tanpa bercerita kepada istri dan anak-anaknya karena ia tak ingin membuat mereka susah.”
“Tak jarang, dalam melakukan pekerjaannya ia bertemu dengan para wanita yang menampakkan aurat bahkan nyaris telanjang. Mungkin kalian tidak pernah memikirkan betapa susah payahnya ia menundukkan pandangan dan syahwatnya demi menjaga keutuhan rumah tangga yang selama ini ia bangun. Ditambah lagi dengan kesibukannya untuk belajar agama karena ia menyadari betapa berat tanggung jawabnya terhadap urusan akhirat istri dan anak-anaknya karena ia adalah kepala keluarga, ia harus mengingatkan keluarga agar terhindar dari api neraka. Maka duhai para wanita, bantulah suamimu dalam hal ini karena pertanggungjawaban suamimu kelak di akhirat sangatlah berat.”
“ Apakah suami pernah melakukan kesalahan? Pasti, tapi tolonglah dimaklumi. Bukankah itu semua juga dilakukannya demi cinta? Maka mintalah kepada Allah, Robbana hablanaa min azwaajina wazurriyatina qurrota a’yun. Waj’alna lilmuttakiina imaamaa. Jawab Gus Faiz panjang lebar.
"Iya sayang kamu no satu buat mas terutama mas akan selalu membahagiakan kalian berdua dan mas akan menjaga baterai rumah tangga kita sampai maut memisahkan kita keluarga kecil kita" jawab Gus Faiz
"Terimakasih mas atas kasih sayang yang mas Faiz berikan, emang kita dipertemukan dengan tidak baik dulu, kita ketemu kaya tom and jeryy. Berantem mulu gak mau kalah. " Ucap Zahra berkaca kaca di hadapan Gus Faiz.
"Eh sayang kenapa malah menangis, apa kah mas melakukan salah atau omongan mas menyakiti diri kamu sayang." Tanya Gus Faiz khawatir kenapa istrinya tiba tiba menangis. Ia membawa sang istri mendekap mepelukannya.
"Gak kok mas, mas gak pernah menyakiti ku." Ucap Zahra.
"Terus keanpa sayang kamu menangis ?" Tanya Gus Faiz.
"Mas apakah, mas sebelem kejadian ini mas akan dijodohkan dengan wanita lain?" Tanya Zahra mendadak
__ADS_1
"Ada apa sayang kok ngomongnya begitu"jawab Gus Faiz.
"Jawab mas" ucap Zahra memberontak dalam pelukan suaminya.
"Kenapa dulu" jawab Gus Faiz datar.
Hikk...hikk...
"Berarti benar mas akan di jodohkan dulu, diam mas berarti jawabany."ucap Zahra berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya iya berhasil melepaskan dirinya.
"Kamu kenapa bisa ngomong gitu" jawab gus Faiz.
"Jawab dulu pertanyaan ku mas, apa mas masih mencintai nya" ucap zahra menatap lekat kedua matanya dimata suaminya. Zahra melihat ada kerinduan kepada wanita yang akan menjadi istrinya sebelum dirinya.
"Mas masih diem gak mau jawab pertanyaan dari istrimu ini. Istri terpaksaan kamu karena aku lagi hamil anak kamu" ucap Zahra.
"Kamu jahat mas"
"Jahattt mas" ucap zahra menangis sambil berlari meninggalkan Gus Faiz yang membungkam seribu bahasa.
Gus Faiz menatap kepergian sang istri semakin menghilang.
"Kenapa Gus tidak berkata jujur kepada istri Gus" ucap seorang wanita.
"Karena aku tidak ingin menyakiti hati istriku, kenpa kau ada disini" tanya sinis Gus Faiz
"Kalau emang Gus mau menjaga hati Zahra kenapa Gus tidak menjawab pertanyaan Zahra istri Gus, berarti bener omongan Zahra Gus diem masih mencintai diriku" ucap wanita itu
"Iya aku mencintai kamu dulu sebelum aku mencintai istriku dan aku mencintai istriku dengan tulus , dan satu lagi terimakasih atas yang kamu kasih waktu kita rehunian sama teman alumi. Kamu mencampur obat perangsang kepadaku. Tapi untung nya gak tidurin kamu, malah aku beruntung bisa menidurin istriku sendiri dan sekarang aku akan menjadi seorang Abi. Aku harap kamu jangan mengganggu kami.' jawab Gus Faiz.
__ADS_1
Wanita itu memantung mengetahui jawaban sama orang. Yang ia cintai itu emang dia bodoh sekali tidak melakukan dengan rapih.