
Zahra menangis di dalam kamar hotel karena begitu sakit mendengar kenyataan bahwa dirinya lah yang merebut suaminya dari tunangannya. Dalam doanya iya meminta petunjuk dan bagaimana ke depannya rumah tangganya nanti.
" Ya Allah kenapa sesakit ini, mendengarkan kenyataan ini apa aku wanita jahat ya Allah mengambil kebahagian suamiku dan calon tunangan nya, apa aku salah Ingin bahagia. Aku di usir keluarga ku sendiri. Karena aku lah yang salah. Mereka anggap aku menggoda gus ku sendiri. Mereka bilang aku hanya menggunakan tubuhku untuk mendapatkan nilai tinggi. Kenapa ya Allah tuduhan mereka sangat menyakiti hatiku, kenapa meraka mengira aku hanya gadis bercadar kok berandal itu julukan aku dari dulu. Ayah, bunda kakak, tolong aku hikkss" ucap doa Zahra pilu.
"Sayang yang kamu pikirkan salah, kenapa mas diem tadi mas tau kamu lagi dipengaruh oleh mantan tunangan mas yang licik. Asal kamu tau kenapa mas bisa menggaulimu waktu itu. Karena mantan tunangan mas yang ngasih minuman di campur obat perangsang dan dia ingin menjebak mas biar tidur dan ia meminta tanggung jawab ke mas dari sana mas gak suka ia merencanakan untuk menghancurkan pesantren milik keluarga mas dan menyakiti kamu sayang " ucap Gus Faiz sambil memeluk tubuh istrinya yang masih menggunakan mukena.
Zahra masih diem seribu bahasa. Ia enggan menanggapi ucapan suaminya.
"Kenapa malah diem, apa istri mas tidak percaya sama suaminya ini" tanya Gus Faiz
"Maaf sayang mas salah gak jawab pertanyaan kamu tadi karena mas tau dia ada di antara kita tadi" lanjut Gus Faiz
"Sayang kamu tau hukuman menidamkan suami atau marah ke suami?" Tanya Gus Faiz sang istri masih tetap diem
Rumah tangga yang bahagia adalah rumah tangga yang dibangun di atas rasa saling pengertian dan cinta. Serta dikonsolidasikan dengan kasih sayang di antara pasangan.
Seorang istri harus memahami bahwasanya kepatuhan terhadap suami adalah kewajiban dalam Islam.
Sebaliknya, suami harus melakukan pekerjaan yang baik untuk bertanggung jawab atas istri dan keluarganya.
Termasuk dengan membimbing keluarganya pada kebaikan dan membawa kebahagiaan untuk istri dan anaknya.
Akan tetapi, dalam beberapa kondisi mungkin saja istri dapat marah pada suami.
Kemarahan istri kepada suami atas hal-hal yang baik menurut agama harus dihindari.
Dikutip dari Dalam Islam, marah terhadap suami merupakan perilaku yang dapat mendatangkan murka Allah SWT.
Membentak atau memarahi suami termasuk ke dalam jenis dosa besar dalam Islam sebab suami adalah orang yang harus dipatuhi dan dihormati.
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW juga mengatakan jika sangat tinggi kedudukan suami untuk istrinya.
"Seandainya saya bisa memerintahkan seorang untuk sujud pada orang lain, pasti saya perintahkan seorang istri utk sujud pada suaminya.” (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi)
“Dan sebaik-baik istri yaitu yang taat pada suaminya, bijaksana, berketurunan, sedikit bicara, tak sukai membicarakan suatu hal yg tidak berguna, tak cerewet serta tak sukai bersuara hingar-bingar dan setia pada suaminya.” (HR. An Nasa’i)
"Mas maafkan Zahra gak mau dengerin penjelasan mas dulu. Hikks hikks"tangisan Zahra pecah di pelukan suaminya ia berada bersalah tidak ingin mencari tahu tentang apa yang sebenarnya suami ya sama mantan tunangan nya dulu kaya gimana malah terhasur oleh omongan nya.
__ADS_1
"Sayang kamu gak salah, jangan menangis sayang mas gak kuat lihat kamu kaya gini, kasihan loh Dede bayi nyah ikut menangis kalau umma yah nangis udah ya kan mas masih sama kamu gak sama dia" ucap Gus Faiz meyakinkan istrinya yang begitu cemburu kepada nya. Gus Faiz senang kalau istrinya benar benar menerima dengan tulus atau mencintainya dengan tulus.
"Sayang udah iya kita sekarang cari makan kan tadi gak jadi mau makan karena mood bumil turun naik." Lanjut Gus Faiz
"Mas takut dia tau kalau kita nginet disini?" Tanya Zahra.
"Sayang mas udah memberi pihak hotel jangan beri tahu kalau kita nginep di hotel ini kepada siapa pun kecuali keluarga kita mas udah kasih tau siapa saja keluarga kita mas udah tunjukan Poto keluarga besar kita." Jawab Gus Faiz
Zahra tersenyum menatap sang suami yang begitu tampan malam ini.
"Maasss"panggil Zahra
"Ndalem sayang " jawab Gus Faiz
"Mass, Zahra mau sesuatu"ucap Zahra sambil mengigit dagu sang suami.
"Aww..,sayang kamu nakal yah. Hmmm mau apa?" Tanya Gus faiz mengiris kesakitan karena ulah istrinya.
"Debay nya mau di tengok abii nyah" jawab Zahra
"Debay yah atau ummanya yang mau" ucap Gus Faiz tersenyum.
"Kamu sayang nakal sekali sih kita sholat sunah dulu yuk" ajak Gus Faiz
"Ayo mas cepat" jawab Zahra.
Gus Faiz tersenyum bisa melihat tingkah aktif istrinya yang sangat bar bar dan super ajaib dan jahil.
Meraka berdua melaksanakan sholat sunat dan Gus Faiz membalikan badannya menghadap sang istri.
Zahra meraih tangan suaminya lalu mencum punggung tangan suaminya dengan lembut.
"Sayang " panggil Gus Faiz sebari mencium kening istrinya dan puncak kepalanya.
"Iya mas kenapa" Jawab Zahra
"Sayang kita beribadah indah dulu sekalian tengok sang buah hati sebentar lagi masuk 7 bulan sayang" ucap Gus Faiz
__ADS_1
"Iya mas ayo gendong " jawab Zahra merentangkan kedua tangannya.
"Masya Allah istri mas sangat manja banget " ucap Gus Faiz.
"Gak apa apa manja sama suami sendiri apa gak boleh" jawab Zahra.
"Boleh malah senang sambil mendapatkan sesuatu" ucap Gus Faiz menatap bawah
"Hmma mas Faiz mesum banget hah" jawab Zahra menatap bawah yang dipandang suaminya.
"Kita berdoa dulu sayang biar berkah " ucap Gus faiz
"Iya mas sayang" jawab Zahra.
sebelum melakukan jima, mempelai pria sebaiknya membaca bismillah sambil mengusap rambut depan mempelai wanita sebelum.
Bârakallâhu likulli wâhidin minnâ fî shâhibih.
Mereka berdoa sama sama Allâhumma innî as'aluka khairahâ wa khairamâ jabaltahâ alaih. Wa a'ûdzubika min syarrihâ wa syarrimâ jabaltahâ alaih
"Mas tarik selimutnya" ucap Zahra yang sudah tidak menggunakan sehelai apa pun
"Iya sayang" jawab Gus Faiz
Mereka melakukan dengan indah malam ini yang menjadi saksi kisah cinta kita.
"Sayang kita mandi dulu sebelum tidur " ucap Gus Faiz
"Iya mas tubuh ini sakit semua tau ' jawab Zahra
"Hehe maaf sayang terlalu semangat "ucap Gus Faiz
"Hmmm iya mas Zahra sangat capek" jawab Zahra
"Yaudah sayang kamu diem saja biar mas aja yang Mandiin kamu" ucap Gus Faiz
" Iya mas ayo ngantuk sekali" jawab Zahra menatap sang suami dengan mata ngantuknya.
__ADS_1
Setelah Gus Faiz menggendong sang istri ke kamar mandi dan mereka mandi bersama. Gus Faiz dengan setia memandikan sang istri.