
"Sama-sama Gus" ucap ustadz Ilham.
"Bagaimana Gus udah nelpon ya?" Tanya Gus Faiz.
"Alhamdulilah udah ngerestui kedua orang tua saya ustadz" jawab Gus Azhar.
"Gus kamu harus ngasih kabar kepada keluarga kyai rahman" ucap ustadz Ilham.
"Baik abi saya akan telepon keluarga kyai rahman Abi" jawab Gus Azhar.
"Sekarang kita nikahkan mereka pak ustadz" ucap pak RT.
"Iya ayo pak RT" jawab Gus Faiz.
"Iya pak ustadz sekalian sudah ada penghulu disini" ucap pak RW.
"Mari jabat tangan ustadz Faiz Gus muda" jawab penghulu pada Gus Azhar.
"Iya pak " Jawab Gus Azhar menjabat tangan ustadz Faiz.
"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha bil mahril madzkur haalan." Degan sekali ucap Gus Azhar sangat lancar.
"Bagaimana para saksi sah?" Tanya penghulu
Sah...
Sah...
"Alhamdulilah sah sekarang " ucap pak RT
Setelah acara akad nikah Gus Azhar menelpon keluarga kyai rahman.
Gus Azhar: (assalamualaikum)
Kyai Rahmat: (walaikumsalam, ada apa Gus)
Gus Azhar :(saya mau minta maaf karena tidak bisa lanjutkan acara pernikahan saya saam putri kyai)
__ADS_1
Kyai rahman: ( loh kenapa Gus berubah fikiran)
Gus Azhar: (saya sudah mempunyai istri maaf sekali lagi, kalau kyai rahman mau biar saudara Aya yang akan menikah dengan putri kyai boleh)
Kyai rahman: (iya saya hargai keputusan Gus muda, kalau sudah menikah dan punya istri)
Gus Azhar: ( terimakasih kyai saya menghormati kyai maaf kalau saya tidak sopan memutuskan sendiri setelah tanggal dan waktu ditentukan.)
Sedangkan putri kyai rahman syok mendengar keputusan Gus muda membatalkan pernikahannya digantikan dengan saudaranya. Pas nyadar siapa yang istrinya Gus muda itu Bilqis. Putri kyai mengepalkan tangan tidak terima Bilqis merebut calon suaminya, padahal mah Bilqis tidak tau apa-apa tentang pernikahan teman sekolahnya dulu.
Ning Rissa : (kenapa Gus malah memilih Bilqis?)
Gus Azhar: ( karena Bilqis jodoh saya setiap saya tidur wanita yang hadir didalam mimpi saya yaitu Bilqis bukan Ning Rissa)
Ning Rissa: (semakin membenci Bilqis sampai kapanpun)
Gus Azhar: ( Ning Rissa jangan macam-macam sama istri saya)
Bilqis : ( udah iya Gus jangan berantem maaf kehadiran aku Gus tidak jadi menikah dengan Rissa)
Gus Azhar mematika panggilan vidoe call, dengan kyai rahman karena gak mau Ning Rissa mendengar atau menyakitin istrinya.
"Hikkkss ... Maafin Bilqis Gus" ucap Bilqis yang duduk di pinggir ranjang karena belum dibersihkan luka yang ada di kakinya.
"Aku mohon jangan menangis lagi ini bukan salah Bilqis dengerin saya ini murni keputusan saya jangan salahkan diri Bilqis sendiri." Kata Gus Azhar. Memeluk tubuh sang istri yang menangis
"Tapi Bilqis yang salah" ucapan Bilqis langsung berhenti ketika jari telunjuk Gus Azhar menempel di bibir dibalik cadar.
"Udah iya jangan diteruskan" jawab Gus Azhar lembut.
"Sini kakinya saya obatin dulu baru mandi dan istrirahat " ucap kembali Gus Azhar jongkok mengambil kaki sang istri ditato di paha Gus Azhar.
"Gus jangan seperti ini biar umma yang obatin" jawab Bilqis menarik kakinya tapi sayang Gus Azhar tidak akan menyuruh sang istri pergi kemanapun ia mau pergi.
"Udah diem, ya jangan nakal saya suami kamu, kamu tanggung jawab saya sekarang kita hadapi dan berjuang sama-sama " ucap Gus azhar yang setia mengusap punggung sang istri terus beralih sama kaki ia mulai fokus mengobatin kaki sang istri yang terluka tadi.
"Aaaaa...ahhkk sakit Gus pelan-pelan perih" jawab Bilqis
__ADS_1
"Maaf cantik sakitnya?" Tanya Gus Azhar
"Iya Gus sangat perih sekali ini" jawab Bilqis.
"Iya ini pelan -pelan, sebentar lagi udah tinggal pakai perban saja" ucap Gus Azhar yang sudah selesai mengobatin kaki sang istri.
"Terimakasih Gus " jawab Bilqis.
"Sama-sama cantik jangan menangis lagi" ucap Gus Azhar.
Sepasang kekasih halal yang selalu tampil ingin membahagiakan pasangannya, maka keduanya merupakan pejuang kebahagiaan. Si istri yang bermanja-manja kepada sang suami dan menyapa dengan suara mesra, ditingkah gerak tubuh yg memikat, senyuman semanis madu adalah pejuang kebahagiaan keluarga nan romantis. Demikian pula, sang suami membelai mesra si jantung hati, memeluk, dan mengucapkan untaian kata indah memesona, seketika itu dawai asmara mengalun syahdu dalam qalbu. Oh indahnya!
****
Mungkin sebagian orang akan menjawab belum, dan sebagian lagi akan menjawab sudah.
Tapi aku yakin mungkin setiap orang menginginkan perasaan ini Dulu ketika aku belum pernah merasakan perasaan yang seperti ini, aku merasa penasaran apa sih cinta itu? Kenapa semua orang seperti dibuat gila ketika merasakannya. Dulu aku juga sempat untuk berpikir kelak ketika jatuh cinta, aku ingin mencintai pria dengan syarat-syarat yang sudah ada dalam otakku. Tapi pernahkah kamu tahu. Ternyata aku tak pernah bisa memilih akan jatuh cinta kepada siapa saat perasaan itu datang. Memang, perasaan itu muncul begitu saja. Hati kamu yang merasakannya bahkan otak ini seperti mengikuti begitu saja arah hati.
Syarat-syarat itu tak akan lagi berlaku. Mungkin itu anugerah dari Yang Maha Kuasa, sekaligus itu merupakan sebuah ujian. Ujian bagaimana kita mengendalikan perasaan itu. Saat tiba-tiba demam rindu itu datang, saat tiba-tiba harus menahan pandangan dan perasaan ketika dia di depanmu. Saat harus memendam perasaan hinggga waktunya tiba. Itu tidak mudah, tentu saja.
Godaan itu selalu ada. Atau setidaknya untuk mengendalikan saat perasaan itu begitu menggebu-gebu itu adalah hal yang susah. Bahkan ketika kamu jatuh cinta semua hal yang terjadi biasa aja terasa menjadi berlebihan dan seolah-olah berhubungan antara kamu dan dia. Seolah-seolah kamu berpikir bahwa mungkin saja di antara kalian itu ada ikatan batin. Padahal siapa yang bisa menebak perasaan orang lain coba.Masuk
Dulu aku juga sempat untuk berpikir kelak ketika jatuh cinta, aku ingin mencintai pria dengan syarat-syarat yang sudah ada dalam otakku. Tapi pernahkah kamu tahu. Ternyata aku tak pernah bisa memilih akan jatuh cinta kepada siapa saat perasaan itu datang. Memang, perasaan itu muncul begitu saja. Hati kamu yang merasakannya bahkan otak ini seperti mengikuti begitu saja arah hati.
Syarat-syarat itu tak akan lagi berlaku. Mungkin itu anugerah dari Yang Maha Kuasa, sekaligus itu merupakan sebuah ujian. Ujian bagaimana kita mengendalikan perasaan itu. Saat tiba-tiba demam rindu itu datang, saat tiba-tiba harus menahan pandangan dan perasaan ketika dia di depanmu. Saat harus memendam perasaan hinggga waktunya tiba. Itu tidak mudah, tentu saja.
daan itu selalu ada. Atau setidaknya untuk mengendalikan saat perasaan itu begitu menggebu-gebu itu adalah hal yang susah. Bahkan ketika kamu jatuh cinta semua hal yang terjadi biasa aja terasa menjadi berlebihan dan seolah-olah berhubungan antara kamu dan dia. Seolah-seolah kamu berpikir bahwa mungkin saja di antara kalian itu ada ikatan batin. Padahal siapa yang bisa menebak perasaan orang lain coba.
Realita yang sebenarnya adalah ketika kamu tidak sedang jatuh cinta, hal-hal yang seperti itu tidak berasa ada hubungan apa-apa antara kamu dan dia . Semua berjalan biasa aja, tidak ada yang perlu di lebay-lebaykan. Cinta itu adalah perasaan yang suci, bukan? Jadi Allah pasti punya rencana tersendiri kenapa memilih seseorang untuk merasakannya. Harusnya kita bisa mengendalikan diri saat perasaan itu datang.
Yakinlah saat kita jatuh cinta pada seseorang belum tentu orang itu akan menjadi jodoh kita. Siapa yang tahu soal jodoh kita, kecuali Allah. Biarlah jodoh itu menjadi misteri Allah, yang kelak di waktu yang tepat dia akan datang meminangmu. Wanita yang hebat adalah dia yang mampu menjaga dirinya sampai pangerannya datang. Jatuh cinta itu boleh, karena itu perasaan di luar kemampuan kita.
Tapi kita bisa untuk mengendalikannya, menjaga hati kita. Tetap selalu mengingat Allah, pasti Allah akan menjaga kita. Jatuh cintalah dalam diam, seperti Fatimah dan Ali yang tak pernah saling mengungkapkan perasaannya, tapi akhirnya Allah mempersatukan mereka.
Meskipun ketika nanti kita jatuh cinta dalam diam pada seseorang dan ternyata dia bukan jodoh kita. Itu pasti karena dia bukan orang yang terbaik buat kita. Percayalah Allah selalu lebih mengetahui apa yang terbaik buat kamu. Apakah kamu tidak ingat dengan firman Allah dalam QS. Al-baqarah ayat 216 “boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”
Ketahuilah, tak selamanya hal yang kita benci tidak baik dan tak selamanya hal yang menurut kita baik selalu baik. Sesungguhnya Allah Maha Pemilik Kebaikan yang Abadi. Dan hanya Allah-lah yang Maha Mengetahui atas kehendak hati hambaNya. Itu yang dirasakan Bilqis dan Gus Azhar
__ADS_1