Gadis Bercadar. Milik Gus Tampan.

Gadis Bercadar. Milik Gus Tampan.
kabar duka


__ADS_3

Sayang bangun yuk udah adzan subuh kita sholat dulu, keburu habis waktunya" ucap Faiz


"Hmmm,sudah subuh yah, mas"jawab Zahra.


" Iya sayang ayo kita mandi terus solat keburu abis waktu solat subuh", ucap Faiz pada sang istri yang belum membuka matanya iya menggendong tubuh istrinya yang sudah hamil besar.


"Aaaaaa...aaaaa mas kenapa maen gendong aja sih" jawab Zahra cemberut


"Maaf sayang, soalnya susah sekali bangun sih. Makanya mas gendong kamu mas paham kamu susah gerak sekarang saolnya ada Dede bayi " ucap Faiz


"Iya mas, kan yang berhasil buat dede bayi mas Zahra kangen sama ayah sama bunda dan kakak tapi mereka gak ingin melihat wajah Zahra lagi semenjak 9bulan lalu. Apa gak akan mengakui cucunya mas" jawab Zahra berkaca kaca menangis dipelukan sang suami.


"Sayang kita mandi dulu terus sholat subuh nanti kita kunjungi ayah sama bunda oke" ucap Faiz menenangkan istrinya yang merindukan kedua orang tuanya. Yang menyebabkan istrinya di usir.


"Iya mas ini ujian kisah cinta kita dan rumah tangga, terimakasih iya mas udah tulus memberi kasih sayang yang sangat tulus." Jawab Faiz.


"Iya sayang mas udah janji disaat ijab qobul dilaksanakan disana sudah dicatat dan para malaikat menjadi saksi, mas harus belajar mencintai istri mas, yang cantik dan Solehah, bar bar tapi dibalik itu mas bisa tahu bagaimana sifat dan sikap istri mas yang dijauhi sama yang lain karena istri mas berbeda sama yang lain termasuk penampilannya bisa dijaga dengan menggunakan cadar agar kaum Adam tidak bisa melihat wajah cantik istri mas kecuali mas yang sangat beruntung mendapatkan kamu sayang" ucap Faiz mengecup pipi sang istri.


*****


Setelah sholat subuh Faiz menepati janji akan menelepon atau mengunjungi rumah kedua orang tuanya, tapi sayangnya mereka sudah tidak ada disini.


Mereka sudah sampai dirumah Zahra, Faiz langsung turun diperkarangan rumah Zahra dan berlari ke arah pintu samping membuka pintu, mengulurkan tangan kirinya untuk berpegangan agar sang istri tidak jatuh.


"Sayang hati hati turunnya " ucap Faiz pada sang istri.

__ADS_1


"Iya mas faiz " jawab Zahra meraih tangan sang istri.


Faiz dan Zahra berjalan bersama sambil pegangan tangan. Setelah sampai didepan rumah mereka mengetuk pintu.


Tok ..tok...


"Assalamualaikum ayah bunda " salam Zahra


Tidak ada jawaban dari dalam entah pada kemana. Yang punya rumah perginya. Tiba tiba ada ibu tetangga Zahra menghampiri.


"Assalamualaikum ini neng Zahra kan?" Tanya ibu tetangga Zahra.


"Walaikumsaam, iya Bu apa kabar " Jawab Zahra


"Masya Allah neng Zahra sedang hamil berapa bulan nak, " ucap ibu tetangga Zahra.


"Oh iya ibu tau kemana ayah sama bunda pergi?  terus kakak kemana ? Kok rumah sepi ?" Tanya Zahra.


"Neng zahra gak tau kedua orang tuanya nenf Zahra sudah meninggal dunia setelah mengunjungi neng zahra 9bulan lalu" ucap ibu tetangga zahra


Deggg.....


Jantung Zahra berdebar kencang saat mendengar kabar duka, semua keluarganya sudah meniggalkan dirinya sendiri di dunia ini, waktu itu pertemuan terakhir buat Zahra. Zahra terjatuh karena syok mengetahui kenyataan pahit ini, Zahra histris menangis didekapan sang suami.


"Mas ini semua bohongkan, ayah, bunda dan kakak gak mungkin meninggalkan aku sendirian mas?"tanya Zahra menangis didekapan suaminya .

__ADS_1


"Sayang, tenang dulu ingat ada Dede bayi yang akan ikut menangis kalau ummanya menangis kaya gini mas tau kamu pasti kuat merima kenyataan ini ya sayang " Jawab Faiz menguatkan istrinya.


"Sabar iya neng " ucap Bu tetangga Zahra.


"Iya ibu terimakasih biar saya yang akan menenangkan istri saya" jawab Faiz.


"Iya nak, " ucap ibu tetangga Zahra.


"Sayang kita duduk disini diteras iya." Ucap Faiz pada sang istri


"Iya mas ayo" jawab Zahra.


Pada dasarnya kematian adalah takdir seluruh makhluk, manusia ataupun jin, hewan ataupun makhluk-makhluk lain, baik lelaki atau perempuan, tua ataupun muda, baik orang sehat ataupun sakit. Seperti dalam firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran : 185).


Semua yang bernyawa pasti akan mati sesuai ajalnya atas izin, takdir dan ketetapan-Nya. Siapapun yang ditakdirkan mati pasti akan mati meski tanpa sebab, dan siapapun yang dikehendaki tetap hidup pasti akan hidup.Dan sebab apapun yang datang menghampiri tidak akan membahayakan yang bersangkutan sebelum ajalnya tiba karena Allah Ta’ala telah menetapkan dan menakdirkannya hingga batas waktu yang telah ditentukan. Tidak ada satupun umat yang melampaui batas waktu yang telah ditentukan.


Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,  “Renungkanlah wahai manusia, (sebenarnya) kamu akan dapati dirimu dalam bahaya, karena kematian tidak ada batas waktu yang kita ketahui, terkadang seorang manusia keluar dari rumahnya dan tidak kembali kepadanya (karena mati), terkadang manusia duduk di atas kursi kantornya dan tidak bisa bangun lagi (karena mati), terkadang seorang manusia tidur di atas kasurnya, akan tetapi dia malah dibawa dari kasurnya ke tempat pemandian mayatnya (karena mati). Hal ini merupakan sebuah perkara yang mewajibkan kita untuk menggunakan sebaiknya kesempatan umur, dengan taubat kepada Allah Azza wa Jalla. Dan sudah sepantasnya manusia selalu merasa dirinya bertaubat, kembali, menghadap kepada Allah, sehingga datang ajalnya dan dia dalam sebaik-baiknya keadaan yang diinginkan.” (Lihat Majmu’ fatawa wa Rasa-il Ibnu Utsaimin, 8/474).


Berdasarkan hadits riwayat Ahmad, Rasulullah SAW bersabda, "Mati mendadak suatu kesenangan bagi seorang mukmin dan penyesalan bagi orang durhaka." Hadist tentang kematian bisa datang kapan saja tanpa diduga ini mengartikan seorang mukmin sudah mempunyai bekal dan persiapan dalam menghadapi maut setiap saat, sedangkan orang durhaka tidak.


Berbekallah dan sungguh sebaik-baik bekal taqwa, semoga kita semua menjadi orang-orang pilihan Allah SWT untuk menginjakan kaki di surga-NYA. Perbaiki diri dan perbanyak amalan-amalan maka kelak kita akan selaLu dijalan Allah SWT. Sebaik-baik bekal untuk perjalanan ke akhirat adalah takwa, yang berarti “menjadikan pelindung antara diri seorang hamba dengan siksaan dan kemurkaan Allah yang dikhawatirkan akan menimpanya, yaitu (dengan) melakukan ketaatan dan menjauhi perbuatan maksiat kepada-Nya.” (Ucapan Imam Ibnu Rajab dalam kitab Jaami’ul ‘Uluumi Wal Hikam (hal. 196))


Maka balasan akhir yang baik hanyalah Allah peruntukkan bagi orang-orang yang bertakwa dan membekali dirinya dengan ketaatan kepada-Nya, serta menjauhi perbuatan yang menyimpang dari agama-Nya. Balasan akhir yang baik (yaitu Surga) bagi orang-orang yang bertakwa. Ucap Faiz pada sang istri.


"Iya mas maaf " jawab Zahra

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2