
Perkembangan dan pertumbuhan si Kecil memang selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh abi dan umma. Pasalnya, perkembangan dan pertumbuhan si Kecil hanya terjadi satu kali dan tidak dapat diulang. si Kecil saat ini sudah memasuki usia 3 tahun dan sudah memiliki beberapa perkembangan baru seperti sudah bisa menyebut namanya sendiri, bisa belajar menghitung, dan menggambar.
Hal-hal di atas adalah tahap perkembangan yang umumnya terjadi pada anak usia 3 tahun ke atas, walaupun memang tiap anak memiliki tahap perkembangan yang berbeda-beda. Memasuki usia 3 tahun, pola asuh dan mendidik anak pun harus disesuaikan dengan usianya agar si Kecil bisa cerdas, aktif, dan mandiri.
"mendidik anak yang baik usia 3 tahun yang pertama adalah dengan cara mengajarkan si Kecil untuk mengendalikan emosinya. Memasuki usia 3 tahun si Kecil sudah bisa mengekspresikan apa yang ia rasakan dan terkadang si Kecil akan mengeluarkan ledakan emosi yang lebih dikenal dengan nama tantrum. Mama tidak perlu khawatir karena tantrum adalah sebuah hal yang normal dalam tahap perkembangan si Kecil." Yang dilakukan Zahra dan Gus Faiz.
" Tahapan emosi si Kecil belum berkembang dengan baik, jadi si Kecil belum bisa membedakan mana cara yang benar untuk mengekspresikan perasaannya. Nah, jika si Kecil memiliki intensitas tantrum yang tinggi, ada beberapa cara yang umma bisa lakukan seperti menghabiskan waktu bersama ketika si Kecil dalam keadaan tenang, berikan asupan nutrisi yang sehat dan seimbang, berikan waktu dan perhatian yang cukup kepada si Kecil serta beri pengertian bagaimana cara mengendalikan emosinya. Hal-hal di atas akan sangat membantu si Kecil dalam mengendalikan emosinya. " Ucap Zahra.
"Sayang harus sabar mengajarkan mereka semua temasuk kedua putra kita" jawab Gus Faiz menatap sang istri yang sabar menghadapi sikap ketiga putra dan putrinya.
"Iya mas kita harus banyak mengajarkan hal hal baru kepada mereka sejak dini." Ucap Zahra.
"Baik sekarang kamu sayang makan dulu sana biar mereka mas yang jaga sekarang." Jawab Gus Faiz memanggil ketiga anaknya.
" Sayang anak-anak Abi kemari." Panggil Gus Faiz.
"Iya Abi ada apa" jawab mereka.
"Sayang kalian sudah umur berapa tahun.?" Tanya sang Abi.
"Udah 3 tahun Abi" jawab mereka bertiga.
"Terus kalau ada benda milik temannya kalian tidak boleh mengambilnya?" Tanya sang Abi.
"Karena benda itu bukan milik kita Abi" jawab mereka bertiga lagi.
"Bagus jadi kalaian harus ingat kalau Nemuin barang milik teman kalian gak boleh di ambil tapi harus mengembalikannya kepada ?" Tanya sang Abi. Kepada ketiga anaknya
__ADS_1
" Harus dikembalikanya kepada sang pemilik Abi" ucap mereka
Gus Faiz mengajarkan si Kecil sudah dapat membedakan benda yang ia miliki dengan benda orang lain. Cara mendidik anak balita usia 3 tahun adalah dengan cara mengajarkannya si Kecil kedisiplinan. "Umma bisa mulai mengajarkan si Kecil untuk merapikan mainannya sendiri ketika selesai digunakan, mulai mengajarkan si Kecil untuk dapat makan sendiri menggunakan alat makan sederhana, dan memberikan jadwal tidur." Ucap Gus Faiz.
Cara mendidik anak usia 3 tahun seperti di atas terlihat sederhana, namun mengajarkan kedisiplinan sejak dini dapat membuat anak umma berperilaku dengan baik sesuai dengan ajaran yang sudah diajarkan umma.
" belajar apa dan harus bisa apa? Cara mendidik anak usia 3 tahun yang baik lainnya adalah dengan cara mengajarkan si Kecil berbagi dengan orang lain. Perkembangan anak usia 3 sampai 4 tahun si Kecil sudah memiliki empati dan mulai memikirkan perasaan orang di sekitarnya. Terlebih, si Kecil akan ikut bersedih jika temannya sedih.
Umma bisa mengajarkan si Kecil untuk berbagi dengan temannya dengan cara sederhana seperti ketika umma memberikan si Kecil biskuit bawakan dengan porsilebih dan bimbing si Kecil untuk membagi biskuitnya kepada teman-temannya." Ucap Zahra pada anaknya.
Selain itu, umma juga bisa mengajarkan si Kecil untuk meminjamkan mainannya jika sudah selesai dipakai kepada temannya. Menanamkan kebiasaan berbagai sejak kecil akan membuat si Kecil peduli dengan lingkungan di sekitarnya.
"Di usianya saat ini, si Kecil sudah cukup siap untuk diperkenalkan oleh Abi dan umma tentang baca, tulis, dan hitung. Berikut ini adalah tips mengenalkan cara baca, tulis, hitung pada si Kecil:" jawab Gus Faiz pada sang istri.
"Iya mas kita harus kita harus banyak mengajarkan banyak hal kepada mereka semua." Ucap Zahra. Memeluk ketiga anaknya
Mereka tertidur pulas ketika mendengarkan cerita sang Abi dan mereka langsung tidur karena kecapean seharian bermain bersama kedua orangtuanya.
"Alhamdulilah mereka semua sudah tidur yang nyenyak sayang Abi sayang kalian semua" ucap lagi Gus Faiz mencium satu persatu kening sang anak.
Gus Faiz keluar kamar karena ia ingin bermanja kepada sang istri. Setelah sampai dikamar Gus Faiz masuk dan ia melihat sang istri sedang berias diri.
"Assalamualaikum istriku" salam Gus Faiz memeluk sang istri.
"Walaikumsalam suamiku" jawab Zahra.
"Sayang mas kangen masa masa kita berdua tau" ucap Gus Faiz menghisap leher putih sehingga meninggalkan tanda merah.
__ADS_1
"Aaaaa....ah mas geli " jawab Zahra.
Mereka tidak sadar keberadaan si kembar lagi menyaksikan kemesraan Umma dan abinya.
"Aaaa.... Hiks ....hikkss..." Mereka menangis karena salah paham mereka kira sang umma di gigit oleh sang Abi.
"Astaghfirullah mas anak-anak" ucap Zahra panik mendengar mereka menangis.
"Abi, jahat kenapa gigit umma sampai merah begitu" kata mereka bertiga
Gus Faiz paham mereka kira ummanya digigit sehingga mereka tidak mau dekat dengan sang Abi.
"Sayang dengerin umma, Abi tidak gigit umma tadi ada nyamuk gigit leher umma untuk ada Abi yang menolong umma" ucap Zahra memeluk ketiga anaknya
"Benarkah umma gak gigit Abi soalnya Fatah lihat umma digigit Abi tadi " jawab Fatah begitu polos yang dapat di angguki kedua saudara kembarnya.
"Benar sayang mana mungkin, Abi nyakiti umma kalian yang baik dan cantik seperti putri bungsu Abi" ucap Gus Faiz menyakinkan sang putra.
"Awas saja Abi nyakiti umma kami bertiga siap bawa umma pergi dari Abi" ucap Fatih.
"Siap komandan " jawab Gus Faiz hormat kepada putra sulungnya.
Sedangkan putri bungsunya malah memeluk sang Abi ia tahu kalau abinya tidak mungkin menyakiti mereka termasuk menyakiti ummanya.
"Abi maafin Abang Fatih sama Abang Fatah iya, mereka sayang kepada kita Abi" ucap Bilqis.
"Iya sayang Abi paham kok maafin Abi ya udah buat Abang Fatih, Abang Fatah, dan adek Bilqis menangis gara gara Abi" jawab Gus Faiz.
__ADS_1
Bersambung......