
Zahra sudah kembali ke pasantren, sampai siang hari setelah duhur baru sampai ke asrama. Tapi iya meninggalkan tespack itu dikamar yang di temukan sang Ayah saat mau ambil tas kecil isi pakaian tak sengaja meihat tespack di meja rias milik Zahra.
ayah Zahra sangat murka saat melihat hasil dari tespack yang garis dua merah itu. matanya berapi-api mengetahui putri bungsunya yang sedang hamil. ayah sangat marah kepada putri bungsunya.
setelah itu ayah Zahra memutuskan untuk mengajak sang istri dan putri pertamanya untuk pergi ke pasantren dimana sang Puri bungsunya menuntut ilmu.
tiga jam dalam perjalanan akhirnya sampai di pasantren,, mereka segera keluar mobil dan menuju rumah kyai. disana disambut sangat ramah oleh kyai dan keluarga.
"Assalamualaikum pak kyai "salam kedua orang tua Azahra.
"Walaikumsalam pak mari masuk" ucap kyai
"Pak kyai bisa tolong gak panggilkan Zahra" ucap ayah Zahra.
"Baiklah biar saya aja jemput Zahra. " Jawab ummi dan bunda yang memanggil Zahra.
Setelah ummi pergi mereka para kelaki mengobrol kesana kemari.
"Assalamualaikum nak Zahra" salam ummi
"Walaikumsalam ummi" jawab Zahra
"Nak ikut ummi kerumah ada kedua orang tau kamu ucap ummi
"Apa kok ayah sama bunda kok kembali lagi kesini ummi? ." Tanya Zahra tapi perasaannya sudah gelisah.
"ummi, juga tidak tau sayang kenapa kedua kamu kembali lagi kesini. mungkin ada hal yang penting buat ketemu kamu." ucap ummi.
Mereka masuk kedalam rumah secara bersamaan.
"Assalamualaikum " salam semua wanita
"Walaikumsalam " jawab semua.
Ayah Zahra udah tidak bisa menahan amarah kepada putri bungsunya
"Siapa yang telah menghamili kamu Azahra. Jawab ayah berdiri dari duduknya dengan bertolak pinggang, matanya melotot tajam napas nya naik turun cepat dan tidak beratur.
Zahra yang duduk dihadapan ayah hanya menangis mengeleng gelengkan kepalanya. Zahra bungkam seribu bahasa. Wajah cantiknya yang di tutupi cadar sudah bahas dengan air mata.
"Akan ku bunuh kamu kalau kamu terus terusan diam hah, kamu tau kamu sudah mencemarkan nama baik ayah dengan kelakuan kamu saat ini, cepat jawab siapa yang menghamili kamu" ucap tegas ayah Zahra.
Bunda dan kak Maya menghadang ayah biar tidak melukai Zahra mereka tau kalau ayah sekali marah bagimana.
__ADS_1
"Sabar ayah sabar jangan menghadapi masalah dengan emosi" ucap bunda
"Aku udah tanya dia dengan berbagai cara tapi anak itu diam seribu bahasa tidak ingin mengatakan siapa laki laki itu " jawab ayah
"Awas bund dan kak jangan halangi ayah buat menghukum dia atau bunuh dia " lanjut lagi ayah
"Sabar ayah kakak mohon jangan setan menguasai ayah ayah akan menyesal dikemudian hari" ucap Maya
"Ayah gak mau mempunyai anak kaya dia memalukan hamil diluar nikah" ucap sang ayah.
Deg..
Gus Faiz yang baru datang kaget melihat Zahra menangis di pelukan sang ummi
"Sayang bicara sama ummi, siapa yang menghamili kamu sayang" ucap ummi lembut
Zahra masih tetap bungkam sambil menangis.
"Zahra dek kak mahon bicara lah dek siapa yang menghamili kamu dek bicara sama kakak dek kamu kalau ada masalah suka cerita sama kak kenapa sekarang kamu menanggung sendiri" ucap Maya
"Ummi biar Annisa yang ngomong sama Zahra, sayang jawab jujur siapa yang melakukan ini kepada kamu jangan takut sayang ustadzah Annisa akan selalu membela kamu" tanya Annisa baik baik dan akhirnya Zahra bicara ia melirik sang adik bungsu yang menundukan kepalanya karena tau dimana kejadian itu, Annisa melihat Faiz menarik paksa Zahra masuk kamar Zahra, dan kekuar dari kamar Zahra ia tahu. Soal nya curiga cara jalan Zahra.
Zahra semakin keras menangis nya dan menyebut satu nama "Gus Faizar yang menghamili ku ustadzah Annisa," ucap zahra
Hanya ada Isak tangis Zahra diruangan keluarga. Kecuali ustadzah Annisa yang tidak kaget.
"Apa benar nak kamu telah menghamili santri putri Abi?" Tanya kyai pada sang putra
"Iya Abi maaf itu murni kesalahan aku kalau saja aku bisa menahan hasrat ku mungkin ini tidak akan terjadi maaf om tanteu kesalahan saya ini jangan salahkan Zahra dia hanya korban selama ini" jawab Faiz
"Astaghfirullah nak Abi tidak mengajarkan itu kepada kamu kenapa kamu melecehkan anak gadis orang dia bungkam cuman menutupi kesalahan kamu Zahra sudah di usir sama keluarga nya cepat nikahi dia nak sebelum kabar ini tersebar jauh" ucap kyai panjang lebar
"Om tanteu biar saya akan bertanggung jawab atas kesalahan saya kepada putri om dan tanteu" ucap Faiz
"Saya gak Sudi menganggap dia anak ayo bunda kak kita pulang " ucap ayah
Deg.
'jantung Zahra berdetak kencang, begitu bencinya orang tuanya mengusirnya dan mengakui sebagai anaknya' batin Zahra
"Baik Abi malam ini nikahkan kami aku gak kuat melihat Zahra menangis" jawab faiz
" Sebentar kita telpon penghulu dulu" ucap kyai
__ADS_1
"Baik Abi" jawab Faiz ia mendekat ke arah Zahra dan kak nya.
"Kakak bangga sama kamu dek berani berbuat berani bertanggung jawab" ucap Annisa
"Tapi kakak tau dari mana?" Tanya Faiz yang lain sibuk dalam pikiran masing masing menoleh mendengarkan pertanyaan Faiz.
"Waktu kamu baru pulang kakak ada di area santri putri kebetulan lagi ngobrol sama orang yang tergila gila sama kamu" jawab Annisa.
"Kakak juga menarik perhatian santri putri agar dia tidak bisa melihat kamu menarik paksa Syarifah Az-Zahra putri masuk kedalam kamar santri putri karena calon istri kamu kamarnya berbeda sama yang lain. Kakak tau semua itu dan kak juga tau kamu lakukan terhadap Zahra murid didik kakak secara jalan Zahra sangat aneh buat yang lain tapi tidak sama kakak " lanjutnya Annisa
"Jadi ustadzah Annisa tau dan waktu itu ustadzah sempat curiga sama saya ya" ucap Zahra polos
"Kalau ustadzah tanya langsung sama Zahra emang mau berkata jujur ditanya ayah Zahra bungkam seribu bahasa, gimana ditanya sama ustadzah?" Jawab Annisa
"He he iya juga sih tapi itu Gus nyeselin banget dari pertama datang sampai sekarang tetap nyeselin selalu menghukum kaya gitu terus" polos ya Zahra
"Astaghfirullah dek kamu polos banget sih" ucap Annisa
Gus Faiz membisikkan sesuatu kepada Zahra.
"Kenapa kamu semakin membuat ku ingin memiliki kamu seutuhnya karena sikap kamu begitu polos dan mengemaskan" bisik Faiz pada Zahra yang dibuat holor.
"Ih apa sih Gus kok gitu nyebelin" jawab Zahra
"Biarin biar anak kita kaya aku tampan dan gak kaya kamu begitu bar bar dan polos mengemaskan haha" ucap Faiz yang membuat Zahra wajah ya merah untuk tidak ada yang lihat karena pakai cadar.
"Ih Gus" rengek Zahra pada Gus Faiz
"Apa mau saya cium hah" jawab Faiz
"Ih kenapa Gus mesum banget sih" ucap Zahra menatap holor Gus Faiz yang begitu mesum sekali.
"Biarin mesum sama kamu seorang gak ada yang buat aku kaya gini kecuali kamu" jawab Faiz
'terserah Gus Faiz aja berlari memeluk ummi karena takut di makan hidup hidup sama Gus Faiz" ucap Zahra
"Dasar calon istri nakal awas saja nanti, jangan lari lari ingat ada Dede bayi" teriak
Faiz
"Hehe maaf Gus" Jawab Zahra tersenyum
Kamu nak jangan lari lari kasihan Dede bayi ya kecapean diajak maraton sama umma ya.
__ADS_1