
Jadi Gus muda, belum sampai gitu mas?" Tanya Zahra pada suaminya.
"Iya sayang mas sangat khawatir Takut nyasar gitu itu anak orang loh" ucap Gus Faiz sedikit jahil kepada istrinya.
"Mas kenapa senyum-senyum kaya gitu ?" Tanya Zahra menatap holor suaminya.
"Abi buatin kami adik yang lucu lucu gih, sambil nunggu Gus muda datang" ucap fatih dan Fatah.
"Oke siap Abi bawa umma kamu ke kamar dulu boleh" jawab Gus Faiz.
"Ih Abi masih sore loh" ucap Zahra
"Emang kenapa kalau masih sore" jawab gus Faiz. Menggoda sang istri yang malu karena ada kedua putranya.
****
Kita kembali lagi ke Bilqis. Yang masih menangis karena tak ingin berpisah sama sang Abang.
"Udah jangan sedih ini buat kamu coklat satu kotak " ucap pria tampan itu.
"Ini buat aku?" Tanya Bilqis pada pria itu.
"Iya buat kamu agar tenang makan coklat itu bagus buat mood yang kurang baik" ucapnya lagi.
"Terimaksaih " ucap Balqis tersenyum dibalik cadarnya.
"Perkenalkan dulu nama saya Azhar Kenzie Hafizuddin" jawab gus Azhar.
"Saya Bilqis " ucap Bilqis tersenyum .
Bilqis melangkah untuk pamit tapi sayang malah tersandung hingga ia hampir terjatuh tapi untungnya tubung mungil itu terjatuh di pelukan. Gus Azhar yang gak sengaja menangkap Bilqis, tapi sayang ada warga yang tidak menyukai Bilqis karena putrinya menyukai salah satu ustadz yang ngajar di pasantren milik, sang Abi tapi ustadz itu menyukai Bilqis, Bilqis tidak sadar kalau ustadz itu menyukainya karena ia selalu fokus kalau soal belajar.
Tapi takdir berkata lain ibu atau bapak gadis itu memfitnah Bilqis melakukan perzinahan, sedangkan itu tidak benar sama sekali.
"Astaghfirullah" teriak ibu itu.
Bilqis menoleh ke asal suara teriakan ibu itu mengundang semua warga menghakimi mereka berdua karena terhasut omongan ibu itu.
"Astaghfirullah " ucap keduanya.
"Maaf Gus saya gak sengaja" ucap Bilqis menundukan kepala segera melepaskan diri dari pelukan Gus Azhar.
"Iya gak apa -apa lain kali hati-hati kalau mau jalan" jawab Gus Azhar.
"Heiii... Bilqis kamu itu anak ustadz Faiz terenak dengan dakwanya, tapi kelauan anaknya sangat hina" ucap ibu itu.
"Maaf ibu, gak seperti yang ibu pikirkan "ucap Bilqis yang masih menundukan kepalanya.
__ADS_1
"Alah mana ngaku kamu itu seorang Ning tapi begitu murahkah harga diri kamu sampai menggoda Gus muda" ucap bapak itu.
"Ayo bapak -bapak kita nikahkan saja mereka" ucap warga lain.
"Astaghfirullah, bapak - bapak, ibu- ibu jangan main hakim sendiri kita disini gak seperti yang ibu sama bapak pikirkan, tadi Bilqis mau jatuh saya hanya menolongnya saja gak bermaksud apa apa" jawab Gus Azhar kepada warga yang emosinya memuncak.
"Udah kalian gak udah ngelak lagi kami lihat dengan mata kepala kami kalian mau melakukan zina kan di taman ini ayo pak kita iring mereka berdua kepasantren saja biar ustadz Faiz nikahkan mereka berdua." Ucap semua warga ke pak RT dan RW.
Sedangkan Bilqis menangis karena diperilakukan seperti hewan digiring jalan secara paksa hingga ia terjatuh berkali-kali. Karena tarikan si ibu itu, yang membencinya Bilqis mengiris kesakitan kedua kaki dan tanganya ditarik paksa.
"Aaa....ahhh...sakit Bu pelan- pelan jalannya."ucap Bilqis
"Elah ayo buruan jalan jangan manja" jawab ibu itu
Gus Azhar tidak tahan melihat gadis kecil ditarik paksa untuk jalan oleh ibu itu, kelihatannya ibu itu membencinya. Apa yang terjadi maka ibu itu membencinya.
"Ibu jangan kasar sama Bilqis kasihan dia kesakitan lihat lah kakinya terluka" ucap Gus Azhar kepada ibu itu.
"Udah Gus sebentar lagi kita sampai ke rumah ustadz Faiz kita ngomong disana" jawab ibu itu ngotot.
"Bu, pelan-pelan jalannya Bilqis tidak akan lari kemanapun Bu " ucap Bilqis pecah tangisanya hikkk...
Merekpun sampai didepan rumah besar keluarga Gus Faiz dan Zahra. Mereka kaget banyak warga datang kerumahnya, karena mereka kenal siapa yang menangis itu adalah putrinya yang ditarik paksa oleh ibu ustadzah Santi.
"Assalamualikum " ucap Gus Faiz kepada mereka keluar rumah.
"Iya ada apa yang terjadi?" Tanya Gus Faiz
"Ini mereka melakukan Zina di Taman dekat pasantren." Ucap salah satu warga.
Gus Faiz dan Zahra kaget yang dikatakan salah satu warga mereka menatap sang putri yang menangis dan menundukan kepalanya.
"Sayang kemarilah" panggil Ning Zahra.
Bilqis berjalan ke arah sang umma dengan kondisi kaki terluka karena tadi ia menginjak pecahan kaca.
"Sayang Abi tanya kepada kamu apa benar itu?" Tanya Gus Faiz kepada sang putri yang berada dipelukan sang umma.
"Gak Abi mana mungkin Bilqis melakukan zina di taman, Abi yang selalu ngajarkan Bilqis untuk tidak terrayu setan." Ucap Bilqis menatap sang Abi.
"Benar kata Ning Bilqis ustadz " jawab Gus Azhar.
"Kamu Gus muda kan" ucap Gus Faiz.
"Iya ustadz yang akan mengajar disini, tapi takdir berkata lain kepada saya. Saya harus bertanggung jawab karena telah menyentuh putri ustadz agar menghindari fitnah buat saat ini yang selalu warga katakan bahwa ada kesalah pahaman." Jawab Gus Azhar menundukan kepala.
"Mereka harus segera menikah ustadz biar gak terulang lagi " ucap pak RT.
__ADS_1
"Menikah" ucap Bilqis
"Baiklah itu menurut pak RT saya setuju biar fitnah itu segera berakhir." Ucap Gus Faiz menatap putrinya
"Umma, kenapa malah seperti ini"jawa bilqis kepda umma zahra.
"Sayang Abi yang berkata gitu buat kebaikan kalian berdua agar ibu nya ustadzah Santi berhenti mencari kesalahan kamu sayang" ucap umma lembut.
"Emang kenapa sama ibu ustadzah Santi umma?" Jawab Bilqis bingung
"Karena ustadzah santi, menyukai dan udah tunangan sama salah satu ustadz Disni sayang" ucap umma Zahra.
"Oh, jadi ustadzah Santi mengira aku akan merebut ustadz itu" jawab Bilqis menatap sang umma.
"Iya sayang, makanya ibu ustadzah Santi memanfaatkan kondisi ini buat menyerang kamu sayang" ucap umma Zahra.
"Oh begitu ya umma" jawab Bilqis
"Iya putriku sayang maka Abi kamu menerima tawaran pak RT agar kamu bahagia bersama pilihan Abi" ucap umma Zahra.
"Hmmm, " dehem Bilqis.
"Nak telepon dulu orang tuamu" ucap Gus Faiz.
"Baik pak ustadz" jawab Gus Azhar.
Tidak butuh waktu video call tersambung.
Tut ..
Tut. ...
"Assalamualaikum" salam Gus Azhar.
"Walaikumsalam, gus ada apa?" Tanya ustadz Ilham ..
.
"Abi Azhar mau menikahi putri dari ustadz Faiz." Ucap Gus Azhar
"Kenapa secara dadakan Gus" jawab ustdaz Ilham.
"Maaf Abi, ini salah Azhar telah berani menyentuh putri ustadz Faiz."ucap Gus Azhar.
"yaudah ummi sama Abi merestui kalian maaf Abi gak bisa hadir Gus" ucap ustadz Ilham
"Baik Abi terimakasih" jawab Gus Azhar...
__ADS_1
Bersambung......