
...
hari ini adalah hari yang di nantikan oleh papa dan mamanya Arya. mereka ingin mengunjungi toko kue langganannya. walaupun bukan untuk pertama kalinya ke sana, tapi rasanya hari ini bakal spesial, karena mereka akan melihat secara langsung gadis yang di ceritakan oleh anak nya. yang tak lain adalah Sinta.
gadis yang mampu membuka hati Arya yang sudah sejak lama menutup untuk wanita. entah bagaimana gadis itu bisa menghidupkan kembali hati anaknya yang seolah telah mati rasa kalau tentang wanita.,
papa dan mama Arya pergi ke toko kue dengan di diantar oleh pak Budi. sampai toko., mama Arya mengamati seseorang yang ia rasa mirip dengan photo yang pernah ia lihat di hp Raka.
"hmm.. sepertinya wanita itu." sambil memandang dari luar toko
"pah.., sepertinya itu wanita nya.." bisik mama sambil menunjuk ke arah Sinta
"hmm.. iya mah, papa juga lihat. kalau gitu ayo kita ke sana..! " ajak papa sambil melangkah memasuki toko
mama Arya pun tersenyum ke arah Sinta. Sinta pun membalas dengan senyum manisnya, kemudian dengan ramah ia berkata
" selamat siang Bu., ada yang bisa saya bantu..?" tanya Sinta sambil menyunggingkan senyumnya
"hmm.., boleh cantik." jawab mama
Sinta tersipu malu mendengar jawaban dari mamanya Arya . sementara papa Arya mengekorii mama yang sedang memilih beberapa kue..,
"nama kamu siapa cantik..?" tanya mama
"n..nama saya Sinta Bu.." lagi lagi tersipu dengan kata "cantik"
"papa.., boleh ya dia jadi mantu kita.." kata mama sambil menatap papa.
"hehehe... ibu bisa aja." jawab Sinta sambil tertawa menyeringai
mereka pun pergi meninggalkan toko. mama dan papa Arya tidak memberi tahu Sinta kalau mereka orang tuanya Arya.
"anaknya sopan ya pa..?" tanya mama minta pendapat
" hmm.., ya seperti yang kita lihat. asal mama tahu.., dia juga siswa yang masuk tiga besar lho disekolah. kemarin setelah Arya cerita soal Sinta. papa langsung menghubungi kepala sekolahnya dan mencari informasi tentang Sinta." jelas papa
"benarkah pa..? wah.. lebih pintar dari Raka rupanya." jawab mama antusias
"iya.., katanya lagi papanya sudah meninggal, dia hanya tinggal sama ibu dan adiknya." kata papa
"Hmm.. pantes dia kelihatan dewasa gitu.., jarang jarang lho ada anak SMA yang mau bantu ibunya.., papa lihat aja Raka. masih suka main yang nggak jelas." ceracau mama
"lhahh.. kok jadi Raka..?" tanya papa
"ya.., kan Raka seumuran sama dia. jelas benget perbedaanya." jelas mama
__ADS_1
" sudah.. jangan bawa bawa Raka. dia juga akan dewasa pada saatnya nanti." bela papa
pak Budi hanya diam dan terus fokus menyetir saat melihat kedua bos nya berbicara. hingga akhirnya dia memakirkan mobilnya di kantor Arya
Ting...
pintu lift pun terbuka. papa dan mama menuju ruangan Arya
"Arya..., " sapa mama
"eh., mama, papa.. tumben ke kantor Arya." tanya Arya beralih dari laptopnya
papa mamanya Arya melangkah menuju sofa. kemudian duduk sambil meletakkan kue kesukaan Arya.
"iya sayang.., mama tadi habis ke toko kue sama papa. terus ketemu deh sama Sinta.." jelas mama tersenyum
"terus..?!" tanya Arya bingung
" yha.. nggak gimana gimana, dia melayani mama tadi waktu milih kue. dan sedikit ngobrol sama dia." jelas mama
"mama nggak bilang tentang aku kan..?!" tanya Arya
"ih kepedean kamu..!" timpal papa
"kalau gitu., semangat yha..! papa setuju kamu sama dia. semoga dia mau sama kamu.." ucap papa memberi semangat
" iya pa..!" jawab Arya singkat
Arya memainkan berkas berkas di mejanya., kemudian merapikannya., entah kenapa pikirannya kembali ke Sinta. kemudian dia mengambil ponsel nya..
"hallo..," suara dari sebrang sana
"hai tata.., nanti malam temenin aku ya.." ucap Arya sudah nggak kaku lagi
"temenin..?! emang kamu takut, harus ditemenin segala.." tanya Sinta
"bukan gitu ta.., temenin makan maksudnya." jelas Arya
" ohh... kirain kamu kenapa pake harus di temenin.." jawab Sinta
"mau ya berarti.., nanti aku pulang kerja langsung kesitu. kamu lagi di toko kan..?"
"hmm iya., oke."
' kenapa aku seneng gini ya.. mau di ajak makan. kaya nggak pernah makan aja' batin Sinta cekikikan
__ADS_1
panggilan pun berakhir.. dan mereka melanjutkan pekerjaan masing masing. tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17:00
Arya keluar dari kantornya segera menuju toko kue untuk menjemput Sinta. mereka pun berpamitan kepada ibu sebelum meninggalkan toko.
Arya menghentikan mobilnya saat sampai di sebuah mall. mereka memasuki sebuah toko,
"Arya.. ngapain ke sini.? katanya mau makan.?" tanya Sinta
"aku pengen beli sesuatu.." jawab Arya
mereka pun berjalan dan melihat lihat. hingga Arya menyuruh Sinta menunggunya di sofa toko itu
'apasih yang mau di beli Arya.. inikan tempat cewe' batin Sinta sambil melamun duduk di sofa
"ini bagus kan..??" tanya Arya yang tiba tiba nongol
"wahhhh... imutnya..!!!" teriak Sinta kagum sambil memegang barang itu
" kamu suka..?" tanya Arya
"suka banget..! ini buat aku..? yakin..?!" tanya Sinta bahagia
"hmm.. iya." jawab Arya sambil mengacak rambut Sinta yang terlihat menggemaskan dengan sifat ke kanak Kanakan..
Sinta lalu memeluk boneka itu., boneka hello Kitty besar.., yang sangat pas di pelukannya
"hallo Titi.. aku tata. nanti kamu pulang ke rumah ku yaa..??" gumam Sinta mengajak ngobrol bonekanya
Arya yang melihat Sinta tersenyum sambil menggelengkan kepalanya..,
'tata... bisa juga kamu bersikap seperti ini..' batin arya
kemudian Arya menggandeng tangan Sinta untuk keluar dari toko itu..,
"Arya.. nggak usah gandeng gandeng." kata Sinta sambil berusaha melepaskan tangannya
"jangan nolak." jawab Arya sambil memper erat tangannya
" kamu mau eskrimm..?" tanya Arya
"aku mau waffle aja. yang stroberry..!" jawab Sinta semangat
"oke..!" jawab Arya kemudian menyuruh Sinta duduk. lalu mengacak rambut Sinta dengan gemas
'kenapa ini jantung.., deg degan Mulu saat ketemu Arya, entah lah yang jelas aku bahagia' batin Sinta sambil senyum senyum sendiri
__ADS_1