
•••
Sinta pun di antar pulang oleh Arya. di dalam perjalan Sinta memutar mutiara otaknya untuk mengingat ingat yang tadi di kantin. ia merasa senang., tapi sekilas tiba tiba terbesit di benaknya tentang ucapan Arya
"kak Arya.." kata Sinta
"iya tata..," jawab Arya
"kenapa tadi kakak bilang ke temen temen Sinta kalau kakak pacar aku..?" sambil menatap ke luar kaca mobil
"salah ya ..?" jawab Arya dengan nada rendah sedikit kecewa. ia merasa kalau Sinta tidak suka dengan pengakuannya
"bukan gitu.. sudahlah lupakan." suasana pun kembali hening dengan pikiran masing masing
.
.
.
.
.
"kak..? bisakah kak Arya menjelaskannya..?"
tanya Sinta
"sudah sampai rumah.., ayo kita turun!"
Sinta menarik nafasnya dengan kasar karena Arya tidak merespon ucapannya. Sinta bergegas menyelonong masuk rumah dengan wajah cemberutt.arya membuntutinya di belakang dan segera duduk di ruang tamu.
Sinta langsung menuju ke kamarnya namun tak kembali menemui Arya.
tiba tiba ibunya Sinta muncul dari luar hendak masuk ke rumahnya. dan ia melihat Arya sedang duduk di ruang tamu.
"kamu menunggu Sinta Arya.?" tanya ibu
"iya Bu, tapi Sinta belum muncul juga" jawab Arya
"ya sudah., ibu buatkan minum dulu. ibu akan panggilkan Sinta"
inipun masuk kedalam dan menemui Sinta di kamarnya.
"bagaimana sayang. ujiannya..?"
"Alhamdulillah lancar Bu." jawab Sinta tak lupa dengan senyum manisnya
"syukurlah.., tapi kamu sudah di tunggu Arya lho., kenapa malah santai di kamar begini"
apa..?? Arya masih di ruang tamu..? aku kira udah pulang
"hmm iya Bu, aku akan menemuinya"huhh aku sungguh malas sekali
...
Sinta pergi ke ruang tamu, tapi ia langsung duduk dan tidak bicara sama sekali.
"ehem, bukanya terimakasih malah diemin" kata Arya
__ADS_1
"iya makasih." males banget
"kalau nggak ikhlas nggak usah bilang" kenapa ni bocah, marah sama aku.?
"ikhlas kak Arya.., terimakasih ya.?" nyebelin banget ni kakekk
"hm" apa gara gara tadi ya,.?
ibupun kembali mengantarkan minum ke Arya.
"sayang..? kenapa Arya nggak di buatkan minum tadi..?" Sinta pun diam sambil tersenyum ke ibunya
kemudian mereka berbincang bincang.
"ibu, saya minta izin mengajak Sinta jalan, apakah boleh..?" tanya Arya. Sinta pun melotot ke arah Arya menolak ajakannya.
"boleh Arya, mungkin Sinta juga butuh melepas penat setelah berfikir keras kemarin.." jawab ibu.
mendengar jawaban ibu, Sinta langsung menginjak kaki Arya yang duduk di sampingnya. Arya melirik Sinta sambil menyunggingkan senyum.
"tapi Bu.., sepertinya Sinta pengen tidur aja." tolak Sinta
"kalau kamu nggak mau pergi, kenapa kamu membiarkan Arya menunggumu dari tadi.?" kata ibu
"iya deh.., aku ganti baju dulu."
Sinta pun menuju kamarnya. ia mengganti bajunya dengan dress warna soft pink kesukaanya. ia menggunakan tas yang senada. ia juga menggerai rambutnya sehingga terlihat anggun. ia memoles lipbalm di bibirnya, kemudian ia keluar menuju ruang tamu
'kenapa juga kakek sinting itu ngajak aku jalan..? sudah tau aku lagi males sama dia. huhh ' gerutu sinta
"kalau gitu kita pamit dulu Bu..,"kata Arya
kemudian mereka berangkat. tidak lama kemudian mobil Arya berhenti di depan mushola. mereka pun turun.
"aku mau sholat dulu, kamu tunggu disini." kata arya
Sinta pun duduk di bangku depan mushola. di sana juga ada beberapa orang yang sedang menunggu.kemuadian ada seorang laki laki yang mengamati Sinta dari ujung mushola
"Sinta..? kamu Sinta kan..??" kata laki laki itu. Sinta pun menoleh dengan tatapan bingung. ia berusaha mengingat laki laki yang menyapanya itu. namun ia tetap tidak mengenalinya. Sinta pun masih diam tak membalas ucapan laki laki yang sok akrab itu
"kenalin, aku Alex, kemaren aku sempat melihat kamu di universitas PERMATAsama Nike. dan, aku kepo tentang kamu sama Nike, maaf yha" kata Alex
"hmm, aku tetangganya Nike. dan kuliah di sana juga" sahutnya lagi
"ohh" jawab Sinta tanpa memandang Alex
Sinta pura pura sibuk memainkan hp nya .
sedangkan Alex terus memandangi Sinta.
"bolehkah aku meminta nomormu.?" kata Alex
"hmm maaf" jawab Sinta
Alex pun geram mendengar penolakan Sinta.
"awas saja..! kau akan menjadi incaran ku..! baru kali ini ada cewek yang menolak ku.." batin Alex. tiba tiba Arya datang dan segera menghampiri Sinta. ia yang melihat Sinta di dekat cowok lain pun memanas. ia menghampiri Sinta lalu menggandeng Sinta dan mengajaknya segera pergi.
"sial..! siapa laki laki itu.!" batin Arya
__ADS_1
mereka di dalam mobil saling diam. Arya sesekali melihat ke Sinta.
"siapa laki laki tadi.?" tanya Arya
"Alex " kata Sinta
"teman kamu..?"
"bukan" heh aku lagi males sama kamu. jangan tanya aku terus, batin Sinta
"terus..?" tanya Arya sedikit emosi
"aku mengenalnya tadi, saat kamu sholat. katanya dia tau aku dari Nike. katanya juga dia tetangga Nike dan kuliah di PERMATA."
"ohh.."
dia sekolah di sana.? bukannya tata juga mau kuliah di sana.? jelas sekali tadi kalau dia tertarik sama tata. dan artinya.. dia pasti akan ketemu tata di kampus, dan kalaupun tidak ketemu, pasti dia akan menemui tata.aku harus mengawasinya.. batin Arya
"kak.." kata Sinta lirih sambil memandang Arya
"kakak belom jawab pertanyaanku."
"pertanyaan yang mana..? bukankah dari tadi kau diam..?"
"kenapa kakak memperkenalkan diri sebagai pacarku sama temen temenku tadi..?"
"ya karena aku menganggap kamu sebagai pacarku" kata Arya. Sinta terkesiap mendengar jawaban Arya
"kenapa..? bukankah kamu tidak punya pacar.?" tanya Arya
"tapi.., kita kan nggak pacaran." kata Sinta
"emang iya., kamu mau kita pacaran..?" tanya Arya
Sinta lagi lagi melotot sambil menatap Arya
"kak, aku sebenarnya nggak mau pacaran.," jawab Sinta lirih
"aku tau., makannya aku nggak mau kita pacaran. aku hanya menganggap kamu pacar saja." kata Arya santai
"apa..? ini orang benar benar sinting kali ya. tidak pacaran, tapi menganggap pacar. bisa setress jika aku menanggapnya" batin Sinta
"terserah kamu deh.." jawab Sinta malas
"tapi kamu nggak keberatan kan..?"
"enggak." jawab Sinta
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
kak Arya.. maksud kamu apa sih.? padahal seandainya kakak ngajak aku pacaran, aku pasti mau kokk.. hehehe