
Raka dan Rio melangkah menuruni tangga sambil berbincang bincang..
sedangkan dibawah sudah ada bi darsih sedang menyiapkan makanan. bisa Darsih adalah juru masak di rumah Raka.
" makananya sudah siap den.. sudah bibi siapkan" kata bi Darsih
"iya bi... makasih ya bi" jawab Raka sambil mendekati meja makan
"iya den.. kalau begitu bibi ke belakang" jawab bibi sambil melangkah meninggalkan Raka
selesai makan, Raka dan Rio bergegas menuju garasi.. dan mereka segera pergi untuk menemui teman temannya.
" ibu capek ya..?? sini biar Sinta yang bawa mobil.." kata Sinta
" hmm. . . boleh deh kalau kamu mau." jawab ibu sambil menyerahkan kunci mobil
mereka bergegas menuju rumah. sampai di depan rumah ternyata Yoga sedang menunggu kepulangan mereka.
" ibu.. kenapa sampai jam segini..?? yoga khawatir.. biasanya kan sudah pulang."
tanya yoga sambil memeluk ibunya
" maaf Yoga.. tadi toko lumayan rame.. ibu nggak sempet ngabarin juga. maafin ya sayang.." ucap ibu sambil mengelus rambut yoga dan melepas pelukanya
" idihh.. manja" cibir Sinta sambil melirik ke arah Raka.
"kenapa kakak nggak kasih kabar..?!" tanya yoga
"hehehe.. kakak lupa" jawab Sinta santai
kemudian mereka masuk ke dalam rumah. sinta bergegas ke kamarnya, sedangkan Yoga duduk di ruang keluarga sambil menunggu ibu dan kakaknya untuk makan malam.
" bagaimana sekolah kalian..?" tanya ibu
"hmmm seneng Bu.. tadi ada cewek cantik di kelasku..hehehe" jawab Yoga
"Yoga.. kamu masih SMP sayang... jangan macem macem.." sambil menuangkan nasi ke piring
__ADS_1
" hehehe.. cuma satu macem kok Bu.." sambil tersenyum. Sinta melirik ke arah yoga... ' apasihh ni bocah..' batin Sinta
"Sinta..? kamu gimana..?" tanya ibu
"Sinta juga seneng Bu, Sinta sekelas sama Dina dan Nike. kebetulan banget kan..?" jawab Sinta
" Dina dan Nike sahabat kamu itu..?" tanya ibu
" iya Bu.." sambil mengunyah makan malamnya. setelah selesai makan malam mereka menuju kamar masing masing untuk istirahat..
Raka pulang lebih awal dari teman temanya. karena ia akan menyambut kepulangan kakaknya
Ting tong...
" selamat malam tuan muda.." sapa pak Budi penuh hormat. sedangkan laki laki itu hanya menganggukkan kepalanya.
laki laki itu melangkah ke dalam rumah diikuti oleh Dito sekertaris perusahaan ayahnya.
"kakaakkk...!!" seru Raka sambil memeluk kakaknya
"iya Raka..! jangan kenceng2 meluknya..!" jawab kakaknya. Arya adalah kakak satu satunya Raka. dia baru pulang dari luar negeri menyelesaikan kuliahnya. dan dia yang akan menggantikan papanya di perusahaan.an
"iya sayang.. selamat datang di rumah..mama sama papa kangen sama kamu.." sambil memeluk dan menciumi Arya
kemudian mereka makan malam bersama. sambil berbincang bincang
"kak Arya.. kakak nggak bawa kakak ipar buat Raka..?!!" goda Raka
"hmm..." sambil mengunyah makanan dan melirik ke arah Raka . dia tidak senang dengan pertanyaan Raka
" hmm Arya.. bener juga pertanyaan Raka, papa juga pengen segera punya cucu" kata papa
"papa, jangan bahas itu dulu ya, aku capek.." jawab Arya
"iya nak.. tapi kamu juga harus mulai buka hati kamu untuk wanita, kamu sudah selesai kuliah, bahkan beberapa tahun lagi menggantikan papa. "
"hmm iya pa.." jawab Arya malas
__ADS_1
sebenarnya Arya itu tidak jauh beda dengan Raka. sama sama ganteng, tinggi, gagah.. cuma bedanya.. yang satunya ramahnya nggak ketulungan.. yang satunya lagi dinginnya nggak ketulungan. mereka berdua selisih 7 tahun
(sebulan kemudian)
tok tok tok..
"kak Arya...!" seru Raka di depan pintu kamar Arya
"masuk..!" jawab Raka sambil memainkan laptop.nya
"hmmmmm kakak lagi sibuk ya..?! sebenernya aku pengen cerita sama kakak.." tanya Raka sambil duduk di sofa
"nggak sibuk juga.. mau cerita apa..?!" tanya Arya sambil menggeser kursi yang sedang didudukinya mendekati sofa
"hehehe.. tentang temen Raka sih.. dia tu orangnya cantik, ramahh,.. tapi kalau sesama cewekk.. kalau sama cowok jutek banget." terdiam sambil menunggu respon kakaknya
" terus...??!" tanya Arya
"yaa.. terus aku suka. tapi susahhh banget buat deketin dia. sebenarnya sudah deket sekarang. kurasa dia tau kalau aku suka sama dia. tapi dia sama sekali nggak ngrespon.." jelas Raka
"hmm kamu suka sama dia karena cantik..?! apa karena cinta..?" selidik Arya
"hmm nggak tau juga sih.. hehe" jawab Raka santai
"Raka., kakak saranin sih, mending kamu belajar yang tekun. jangan mikirin cewek dulu.. selesaikan dulu sekolah kamu. kakak takut kalau kamu mikirin cewek, nanti sekolah kamu terganggu.." tutur Arya sambil menatap Raka
"iya juga sihh kak kalau difikir fikir. tapi aku nggak mau ya kalau seperti kakak. udah selesai kuliah aja belom punya cewek.." sindir Raka
"kok jadi kakakk..??! dulu kakak pernah suka sama cewek, tapi ternyata cewek itu malah jadian sama temen kakak sendiri. itu pertama kalinya kakak jatuh cinta. sakit banget rasanya. hingga sampai sekarang, kakak belom berani lagi jatuh cinta.." jelas Arya
"ohh..?? jadi itu alasannya hingga kakak bersikap dingin seperti itu..??!" tanya Raka
"banyak yang berkata kalau jatuh cinta itu indah., tapi entah lah.. kakak belom pernah merasakannya. yang kakak tau, jatuh cinta itu menyakitkan." tutur Arya pilu
"kakak semangat ya..!! Raka percaya kokk..! kalau kakak pasti bisa buka hati buat cewek.. dan kakak akan merasakan jatuh cinta. se..ce..Pat..nya.!! hehe.." jawab Raka sedikit menghibur
"hmm iya Raka.. ya sudah sekarang kamu belajar sana. kakak mau lanjut kerja..!" usir Arya
__ADS_1
"di rumah pun.. kerja..! hmmmmm " jawab Raka sambil berlalu keluar kamar Arya
jangan lupa bantu like, coment and vote yha.. biarr author semangat dalam berkarya.🤗🤗