
•••
.
.
ia keluar ruangan menuju tempat VVIP di restoran tersebut. ia melangkah dan masih menggandeng tangan Sinta. Sinta tak menolak.. ia berfikir karena ini untuk terakhir kalinya. walaupun hatinya begitu sakit
Arya segera menarik kursi untuk Sinta., dan menyuruh Sinta untuk duduk..
bisa bisanya kamu memperlakukan aku seperti ini kak..? bukankah kamu sudah punya pacar.? apakah kamu benar benar laki laki brengsek seperti kata Alex waktu itu.. batin Sinta
Arya terus memandang wajah Sinta. ia belum membuka percakapan sama sekali. ia kemudian memberanikan diri memulai percakapan.
"tata.." Sinta menatap ke arah Arya dengan tajam tidak seperti biasanya
"tata.., maafin aku." sambung Arya hati hati
"tidak perlu minta maaf kak, lagian aku bukan siapa siapa kamu." jawab Sinta ketus
"tapi kamu salah paham ta.. aku akan jelasin semuanya." jelas Arya
"aku telah melihatnya kak. aku juga sudah tahu tentang kakak dari Alex, jadi sudah tidak ada yang perlu dijelasin" jawab Sinta ketus
"Alex..? apa yang kamu dengar dari laki laki itu..?"
"beberapa waktu lalu., Alex bilang kalau kakak sudah punya pacar. tapi aku tidak percaya, tapi setelah aku melihatnya, aku percaya." jelas Sinta dengan mata berkaca kaca
"kamu dengerin aku ta., Tasya itu bukan pacar aku.."
"aku telah melihatnya., jadi jangan mengelak." kata Arya
"kamu cemburu..??" tanya Arya
tiba tiba makanan datang. namun mereka tidak memperhatikan dan masih melanjutkan perdebatan mereka
"siapa yang cemburu..!"
"asal kamu tau ta., Tasya itu anak dari temen papa aku. dia memang mengejar ngejar aku. tapi aku cuma cinta sama kamu."
deg
deg
deg jantung Sinta berdegup lebih cepat mendengar kata Arya.
"aku tidak percaya.." kata Sinta ketus
"bagaimana aku harus membuktikannya..?!" tanya Arya
" aku tau kalau selama seminggu lalu kamu lagi sibuk sama Tasya. dan kamu bilang lagi sibuk bekerja." kata Sinta menahan air mata
"tata.., aku memang sibuk bekerja.! aku pergi keluar kota untuk menyelesaikan pekerjaan. maafkan aku karena tidak mengabarimu" kata Arya
"apakah kamu ada bukti kalau selama seminggu lalu sibuk dengan Tasya..?" sambung Arya lagi
__ADS_1
"aku.._ aku menduga seperti itu saat melihat kamu sama Tasya di toko buku. karena Alex juga mengatakan kalau kamu sudah punya pacar.." tidak sadar air mata Sinta sudah berjatuhan. Arya segera mendekat ke Sinta dan mengusap air mata Sinta dengan lembut.
"kamu Hannya menduga sayang.., percayalah padaku. aku mencintaimu.., akan kubuktikan.!" kata Arya sambil menatap wajah Sinta
"apakah kak Arya tidak bohong..?" Sinta merasa lega mendengar penuturan Arya . dan air matanya semakin deras mendengar kalau Arya mencintainya
"percayalah padaku.." kata Arya sambil memeluk Sinta, sambil mengusap usap rambut Sinta
Sinta merasa lega mendengar kejelasan dari Arya., ia membalas pelukan arya. kepalanya bersandar di dada Arya yang bidang
"tata.." panggil Arya
Sinta mendongakkan wajahnya menatap wajah Arya
"apakah kamu juga mencintaiku..??" sambung Arya
"i_iya kak.," jawab Sinta gugup
"benarkah..?!" sambil mengguncangkan bahu sinta
"iya.." Sinta tersipu malau
"kalau begitu., ayo katakan.." desak Arya sambil tersenyum bahagia
"apa..?!" Sinta bingung
"katakan, kalau kamu mencintaiku.."
"kak Arya.." jawab Sinta malu
"aku mencintaimu kak Arya.." kata Sinta lirih
"katakan yang keras.., tidak ada orang di ruangan ini..!"
kak Arya..!!! aku Maluuu...!!! batin Sinta. Arya semakin menatap wajah Sinta dan mendekatkan wajahnya ke wajah sinta
"kak Arya..!! aku mencintaimu...!" teriak Sinta
.
cup
.
tiba tiba Arya mencium bibir Sinta.. Sinta terperanjat dengan kelakuan Arya. ia membelalakkan matanya tidak percaya..
"kak Arya..! kenapa mencium bibirku.!" kata Sinta marah
"maaf.., aku tidak akan mengulanginya..!"
"apakah kakak tau.., aku sangat menjaganya." Sinta kembali meneteskan air mata
"maafkan aku ta..," kata Arya dengan wajah menyesal
Sinta pun menganggukkan kepalanya. kemudian mereka makan bersama dengan lahap. Sinta merasa hatinya sudah plong dengan kejelasan Arya. ia makan dengan lahap karena sejak tadi Sinta memang belum makan sama sekali sepulang dari kampus.
__ADS_1
Arya sangat bahagia dengan pengakuan Sinta. ia teringat akan Alex yang berusaha menjauhkan Sinta darinya. dan juga Tasya yang mendekatinya.
aku tidak akan tergoda oleh siapapun.., dan
aku tidak akan membiarkan mu Alex..!! batin Arya
"tata..,"
"i_iya kak.." sambil mengunyah makanannya yang telah habis
"aku tau kita saling mencintai.., tapi aku tidak mau kita pacaran."
uhukk..!!! Sinta tersedak makanannya dan segera minum
"maksud Kak Arya apa..??!!" jawab Sinta mulai emosi
"aku mau.., kita menikah. maukah kamu menikah denganku ta.?!" kata Arya tulus
Sinta bingung dengan semua ini.,
apakah kak Arya mengajakku menikah..? apakah aku tidak salah dengar..??! batin Sinta
"Sinta maulidya.. apakah kamu mau menikah denganku..?" Arya mengulangi pernyataannya sambil mengeluarkan cincin dari saku jasnya. ia telah menyiapkan cincin itu sejak lama. dan cincin itu tersimpan di jas yang ia kenakan saat ini. walaupun ia tidak ada niat untuk melamar Sinta saat berangkat dari rumah, namun, melihat kondisi yang sangat mendukung, ia tidak melewatkan kesempatan itu. apalagi ia ingat dengan perkataan papanya
"kak Arya.. apakah kakak serius..?"
Arya hanya menatap Sinta dengan penuh makna dengan wajah serius
"kak Arya.., aku mau." sambung Sinta
Arya segera memakaikan cincin di jari manis Sinta.., dan segera mencium kening Sinta
"makasih ta, aku mencintaimu. maaf.. mungkin aku terburu buru mengatakannya. aku hanya tidak ingin kehilanganmu. apalagi aku mendengar tentang Alex darimu. aku berfikir kalau Alex akan menjauhkannya dariku.." kata Arya
"aku juga mencintaimu kak..," jawab Sinta menatap mata Arya.
"tata.., saat kamu sudah siap. bilang ke aku ya., aku akan mengajak mama sama papa ke rumahmu.., aku akan meminta mereka untuk menemui keluargamu. tapi jangan lama lama.." kata Arya
"baik kak.,"
Arya kembali memeluk Sinta dengan hangat.. ia sangat bahagia.. begitupun dengan Sinta. ia juga sangat bahagia..
mereka segera menghabiskan makanan mereka dan segera pulang.., Arya mengantarkan Sinta kembali ke rumahnya.
"tata.., kamu sangat cantik malam ini.." kata Arya di dalam mobil
"makasih kak..", jawab Sinta malu
ia tidak menyangka kalau malah akan jadi makan malam yang sangat istimewa untuknya. yang semula ia mengira kalau malam ini adalah untuk terakhir kalinya pergi dengan Arya.,
.
.
.
__ADS_1
.