
•••
pagi pagi sekali mereka sudah bangun dan segera bersiap siap untuk sarapan di hotel.
"kamu sudah siap.?" tanya Arya
"sudah kak. ayo!" jawab Sinta
Arya melangkahkan kaki keluar kamar dan Sinta membuntutinya di belakang Arya. Arya yang sadar kalau Sinta dibelakangnya, ia langsung membalikkan badan dan segera meraih tangan Sinta untuk menggandengnya.
mereka berjalan dengan pikiran masing masing
"makan yang banyak ta., " kata Arya sambil mendekati Sinta yang sedang menghabiskan makanannya. ia memberikan salad buah yang ia bawa kepada sinta
"ahh.. aku sudah kenyang kak. sepertinya perutku sudah nggak muat untuk salad itu" jawab Sinta
"kamu tadi makanya cuma sedikit. ayo ini harus dimakan." Arya menyuapkan salad di mulut Sinta. Sinta pun membuka mulutnya dan tak terasa ia sudah menghabiskan salad dengan disuapi Arya
"hari ini ada kuliah nggak?" tanya Arya
"nggak ada kak. emang kenapa.?" tanya Sinta
"kalau nggak ada, aku mau ngajak kamu ke rumahku. mamaku kepengen kenalan sama kamu." jelas Arya
"tapi kak.."
"tidak ada penolakan.," sahut Arya sebelum Sinta melanjutkan bicaranya
"hmm baiklah" kak Arya kenapa begitu, suka banget memaksa
setelah mereka menyelesaikan sarapan, mereka kembali ke kamar dan siap siap mau pulang. mobil Arya sudah terparkir di parkiran hotel. karena Arya sudah menyuruh pihak hotel untuk mengurus mobilnya .
"assalamu'alaikum ma.." mama dan papa Arya sedang berada di ruang keluarga. papa Arya sengaja berada di rumah karena Arya sudah memberitahukan kalau Arya mau memperkenalkan mereka dengan Sinta
__ADS_1
"waalaikum salam nak.., mana calon istrimu.?" tanya mama
"duduk di depan ma., ayo.!" ajak Arya. Arya menggandeng tangan mamanya, sedangkan papanya mengikuti di belakang
"hallo cantik.." sapa mama
"hai Tante.., om.." sinta bergegas menyalami orang tua Arya dan Arya langsung duduk di sebelah Sinta
"jangan panggil Tante.., panggil mama. kan kamu akan jadi anak mama" kata mama Arya sambil menggoda
"dan juga jangan panggil saya dengan om, panggil papa." jelas papa Arya
"hehe.. iya ma, pa." jawab Sinta sambil tersenyum malu
"sepertinya mama dan pala pernah kenalan sama kamu nak..,"
"iyakah ma.? maaf Sinta lupa." sambil mengingat ingat
"iya cantik., hmm wajar kalau kamu lupa. sepertinya kita kenalan pas di toko kue." kata papa
"kamu umur berapa sayang.?" tanya mama
"hmm 20 Tante, ehh ma"
papa Arya terlihat diam namun sedang merencanakan sesuatu. karena papa dan mama Arya diam diam sudah menemui orang tua Sinta untuk membahas pertunangan Arya dan Sinta.
"hmm baiklah nak.., katanya bulan depan kamu ulang tahun ya.?" kata papa
"iya pa., bulan depan tata ulang tahun. emang kenapa pa..?" tanya Arya
"begini Arya., kemarin mama sama papa pergi ke rumah Sinta. tapi kebetulan Sinta tidak berada di rumah, dan kami membicarakan tentang kalian kepada ibu Lastri." jelas papa
"maksud papa.,?" tanya Arya bingung namun bahagia
__ADS_1
"iya., dan kami memutuskan untuk melaksanakan pertunangan kalian di hari itu. jadi bagaimana..?"
"aku setuju pa..!" jawab Arya semangat
"kamu bagaimana cantik.?" tanya mama.
Sinta tersenyum penuh tanda tanya dan sedikit terkejut
" kamu tidak usah berfikir apapun nak.., semuanya telah kami siapkan." kata mama.
sebenarnya mereka telah menyiapkan sebuah pernikahan untuk Arya dan Sinta. namun itu akan menjadi kejutan untuk Sinta maupun Arya. karena mereka memang tidak mengetahuinya
saat sampai rumah, Sinta terus kepikiran dengan ucapan orang tua Arya. ia menanyakan hal tersebut kepada ibu Lastri yang tak lain adalah ibunya. dan ternyata ibu membenarkan hal tersebut
apakah kak Arya beneran akan menjadi milikku.? hahh rasanya aku bahagia sekali. aku merasa kalau ini hanya mimpi
"sayang.., kamu segera data teman teman kamu yang akan kamu undang di hari pertunangan kamu. biar ibu segera mengurusnya." kata ibu
"kenapa harus undang temen temen bu.? kan hanya ulang tahun dan pertunangan, lebih baik acaranya seperti biasanya aja ibu.." kata Sinta
"hmm.., ya udah terserah kamu. tapi kamu nggak boleh nyesel nantinya. karena ini juga akan di hadiri keluarga Arya dan juga teman Arya." kata ibu
"hmm emang pestanya akan seperti apa ibu.?" tanya Sinta
"kamu kan tau keluarga Arya sayang., mereka bukan keluarga seperti kita. tidak mungkin mereka mengadakan pesta kecil untuk pertunangan anaknya." jelas mama
"hmm begitu ya ma.., kalau gitu aku mau undang semua sahabat sahabat aku., dan aku harap mereka semua bisa hadir." jawab Sinta
"iya., lebih baik seperti itu." jawab ibu
Sinta mengundang sahabat sahabatnya dan memaksa mereka semua untuk datang.
jantung Sinta berdegup lebih kencang saat ulang hari ulang tahunnya semakin dekat, Sinta merasa bahagia dan sedikit nervous .
__ADS_1
Sinta dijemput Arya untuk pergi fitting baju di butik langganan keluarganya. mama Arya paling andil dalam mempersiapkan baju pertunangan sekaligus pernikahan mereka yang belum mereka sadari.