
•••
Sinta dijemput Arya untuk pergi fitting baju di butik langganan keluarganya. mama Arya paling andil dalam mempersiapkan baju pertunangan sekaligus pernikahan mereka yang belum mereka sadari,
"sayang.." panggil Arya di dalam mobil saat menuju butik. Sinta tersipu dengan panggilan Arya
"i_iya kak., ada apa.?" Sinta memandang heran wajah Arya karena ia telah memanggil sayang kepadanya
"sayang, apakah kamu seorang bidadari sekarang..?" tanya Arya dengan wajah menggoda
"maksudnya.?" kenapa ini kak Arya. gombal banget.,
"kenapa kamu begitu cantik hari ini.?"
bluussss wajah Sinta seketika memerah seperti tomat.
"nggak lucu kak." jawab Sinta ketus sambil memandang keluar jendela untuk menyembunyikan wajahnya
"aku serius sayang, bahkan aku tidak menyangka kalau kamu akan menjadi milikku." goda Arya
kenapa wajahmu semakin merah sekarang, kenapa wajahmu begitu menggemaskan. haha.. kenapa aku sekarang suka banget menggoda tata. batin Arya
Sinta terdiam dan tidak menggubris perkataan Arya
tiba tiba hp Arya berbunyi.., dan ia segera menaikan mobilnya untuk mengangkat panggilan
"hallo kak.." suara dari seberang telephone yang tak lain adalah Raka
"ada apa..?" tanya Arya
"hmm sepertinya aku nanti malam akan sampai rumah kak. aku memutuskan pulang lebih awal." kata Raka, karena sebenarnya ia sudah di beri tahu oleh mama tentang kejutan buat Arya. dan juga Raka mendapat undangan dari Sinta.
"hmm bagus kalau gitu." jawab Arya singkat
"tapi.., bisakah kamu menjemputku di bandara.?" tanya Raka
"mintalah pak Budi untuk menjemputmu., kakak lagi sibuk." kata Arya
"ettdahhh.. mentang mentang mau tunangan."
"sudah ya, kakak lagi di jalan sekarang." tanpa menunggu jawaban dari raka ia langsung mematikan telfonnya secara sepihak
__ADS_1
"siapa kak.?" tanya Sinta penasaran
"adek aku., dia akan pulang dari luar negri" jawab Arya
"oh..," jawab Sinta manggut-manggut
"yang sering kamu ceritakan itu? tapi siapa namanya, kenapa aku belum tahu" kata Sinta
"kamu juga akan mengenalnya sendiri nanti. dia akan datang di pertunangan kita. hmm sepertinya aku sudah tidak sabar menunggu hari itu hadir." jelas Arya
Sinta menatap Arya dengan tersenyum
"emangnya kenapa kak.?"
"karena aku sangat bahagia bisa bertunangan sama kamu. dan aku juga mengundang sahabat sahabat aku dari luar negeri. aku sangat merindukan teman temanku." Arya sambil membayangkan wajah wajah sahabatnya.
"selama aku di sini, aku hanya menemui mereka saat saat tertentu saja. dan itupun tidak lama, tapi untuk besok., aku benar benar akan membuat mereka berlama lama disini." jelas Arya
tidak terasa Arya sudah sampai di butik langganan keluarga mereka. disana mama sudah menunggu bersama tente Risma. yang tak lain adalah tantenya Arya dan juga ibunya Dina . namun Sinta belum tahu kalau Tante Risma adalah ibunya Dina
"ayo nak.., kamu coba baju ini." mama memberikan sebuah gaun mewah kepada Sinta yang telah ia siapkan
"baik ma.." Sinta memasuki kamar pas dengan di bantu oleh pelayan. tidak lama kemudian Sinta keluar dari bilik
"Arya..! Sinta cantik kan?" tanya mama
"i_iya ma." jawab Arya terkesiap
"bagaimana..? pilihan mama bagus kan., gaun itu memang di desain khusus buat menantuku ini. sambil mengelus rambut sinta
"apakah ini tidak berlebihan ma.,? gaun ini seperti gaun pengantin." kata Sinta
"tidak berlebihan sayang, kamu terlihat sangat cantik pakai gaun ini. lihatlah Arya, dia bahkan tidak berkedip saat melihatmu." goda mama sambil menatap Arya
"apasihh ma, aku tidak melihatnya..!" jawab Arya mengelak
"haha.. baiklah., sekarang kamu coba milik kamu." kata Tante Risma sambil tertawa melihat kelakuan Arya yang malu malu
"baikk Tante." Arya segera mencoba miliknya
dan saat Arya keluar dengan setelan tuxedo nya, hal serupa juga dilakukan oleh Sinta. Sinta menatap Arya tanpa berkedip
__ADS_1
"bagaimana Sinta..? anak mama ganteng kan.?" tanya mama menggoda Sinta.
"i_iya ma." jawab Sinta dengan pipi merah merona
Tante Risma menyuruh Sinta dan Arya berdiri bersebelahan dan mengambil foto mereka.
"jangan jauh jauh dong sayang, kalian terlihat seperti musuh kalau saling berjauhan. mendekatlah..! Arya., tangan kamu taruh di pinggang Sinta" kata Tante Risma sambil membenarkan posisi mereka
mereka terlihat malu, namun mereka bahagia
Tante Risma mengambil beberapa pose foto Arya dan Sinta dengan tersenyum puas.
kemudian mereka keluar dari butik menuju restoran untuk makan siang bersama.
"maaf, apakah papa terlambat.?" tanya papa sambil menari kursi di sebelah mama
" tidak pa., makanan juga belum dateng.," kata mama
"bagaimana perasaan kalian sayang..? menjelang pertunangan kalian yang tinggal seminggu lagi" tanya papa
"hmm.. seneng pa." jawab Arya. sedangkan Sinta hanya menjawab dengan senyuman
"kalian sudah memilih cincin kalian.?" tanya papa lagi
"sudah pa., semua sudah siap." jawab Arya
"sepertinya anak papa sudah sangat tidak sabar.?" goda papa
sebenarnya aku pengen langsung menikah aja pa, sungguh aku tidak bisa menahan lebih lama lagi untuk memiliki Sinta. batin Arya
tak lama kemudian makanan pun datang., dan mereka melanjutkan perbincangan mereka di sela sela makannya.
"ibu.., yoga sangat senang sebentar lagi kakak menikah. semoga kakak bahagia ya Bu, dan aku yakin kalau kak Arya adalah laki laki yang baik juga bertanggung jawab." kata yoga
"iya sayang.., kakakmu pasti bahagia. semoga ayah juga bahagia dengan pernikahan kakakmu." jawab ibu dengan mata berkaca kaca. yoga segera mendekat ke ibunya dan langsung memeluk ibunya.
"ayah pasti bahagia ibu, yoga yakin. makasih ya, ibu sudah merawat yoga sama kak Sinta dengan baik., kami sangat menyayangi ibu." kata yoga masih dalam pelukan ibunya
"iya sayang., itu sudah menjadi tugas ibu. sayangilah kakakmu ya., jangan sampai kalian bertengkar. ibu sangat bangga punya anak seperti kalian." kata ibu
"hehe.. maafin yoga yang terkadang bandel ibu.," kata yoga sambil tersenyum kepada ibu
__ADS_1
"rupanya.., anak ibu sudah dewasa sekarang" sambil mengusap rambut yoga
tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 19:00., dan Sinta segera di antar oleh Arya untuk pulang.