
•••
.
.
.
.kenapa kak Arya nggak mengangkat telfon ku..? apakah yang di bilang Sinta bener..? aku harus menghubunginya kembali
tuttt tuttt tuttt...
akhirnya telfon pun tersambung
"kak Arya..!"
"iya Raka., ada apa. kalau nggak penting sambung nanti lagi, kakak capek. kakak harus istirahat." dengan suara hasil bangun tidur
"kak Arya pacaran sama Tasya.?" tanya Raka to the point.
"hallo.. apa kakak mendengarkan ku..?" sambungnya lagi
"kenapa kamu nanya kaya gitu.?" dengan membelalakkan matanya mendengar pertanyaan adiknya.
"jawab jujur aja kak"
"mana mungkin Raka. kamu ini bangunin orang tidur cuma mau bahas dia..?" bentak Arya geram
"bukan gitu kak., tapi sinta.__"
"Sinta kenapa..? kenapa dengan Sinta..?" pertanyaan Arya memutus pembicaraan Raka
"gini kak, tadi aku chat Sinta, terus menanyakan hubungannya dengan kakak. dan Sinta bilang kakak pacaran sama Tasya. makanya aku harus memastikan." jelas Raka
"sepertinya Sinta salah paham."
"tapi Sinta tadi juga bilang, kalau kakak sudah semingguan tidak ada kabar sama sekali., apakah itu benar..?"
"hmm iya."
"kenapa..?"
"aku pergi keluar kota urusan pekerjaan. ada masalah dengan proyek perusahaan. aku sangat sibuk jadi nggak hubungin Sinta. dan aku juga baru pulang tadi siang, dan langsung menemui tata, terus kita pergi ke toko buku dan disana tidak sengaja ketemu sama Tasya. sepertinya Sinta salah paham." jelas Arya panjang lebar
"oh.. jadi gitu. kalau gitu kakak harus segera jelasin ke Sinta"
__ADS_1
"tapi bagus" jawab Arya sambil tersenyum
"bagus gimana..?"
"berarti tata cemburu sama Tasya. iyakan Raka..?"
"kakak itu bodoh..! sudah tau pake nanya ..!"
"kalau gitu aku jadi semakin yakin, kalau tata sebenarnya cinta sama aku. selama ini tata selalu mengelak. hahaha tapi aku senang." jawab Raka
"sudahlah terserah kakak, tapi kakak harus waspada sama Tasya " Raka mengingatkan
"aku tutup telfonnya"
tanpa menunggu jawaban dari kakaknya Raka sudah menutup telponnya dengan sepihak
sial..! dia mematikan telfonnya..! baiklah tata..!! aku segera kerumahmu.. gumam Arya
Arya segera mandi dan berpakaian rapi. ia pun turun untuk menemui orang tuanya.
"mama..!! papa..!" teriak Arya
"kenapa sayang..? tidak usah pake teriak.." jawab mama
"Arya mau pergi ma.., "
"mau ke tempat tata pa,," sambil tersenyum
"ya sudah.., kamu hati hati. kalau pilihan kamu sudah mantap, segeralah kamu melamarnya. papa dan mama sudah siap kalau kamu minta untuk segera melamar kan gadis itu.." sambil menepuk bahu Arya
"siap pa.,, tapi Arya masih harus memastikannya. papa kan tau., dia masih kuliah."
"masih kuliah tidak masalah.., kan setelah menikah pun masih tetap bisa kuliah. papa sarankan supaya kamu jangan sampai keduluan laki laki lain. dia itu gadis yang berbeda dengan yang lainnya. tidaklah sedikit yang ingin memilikinya."
"baik pa..! aku tidak akan membiarkan siapapun memiliki Sinta..!"
"ingat kata papa .!"
"baik pa., kalau gitu aku pergi sekarang"
Arya segera menuju mobilnya yang terparkir di garasi. ia langsung mengemudikan mobil itu menuju rumah Sinta., ia berencana akan mengajak Sinta keluar, walaupun masih belum tahu tujuannya
"selamat malam ibu., saya mau menemui tata.." kata Arya kepada ibu Lastri
"oh.., Arya. ayo masuk.. kamu duduk dulu. biar ibu bikinin minum.."
__ADS_1
Arya pun duduk.
"tidak usah repot repot Bu, soalnya kalau di izinkan saya mau mengajak Sinta keluar sebentar. saya harus menyelesaikan masalah saya sama Sinta Bu, tolong izinkan saya."
ibu Lastri segera duduk saat mendengar penuturan Arya
"kamu lagi ada masalah sama Sinta..?!" tanya ibu
"iya Bu, sepertinya tata sedang marah sama saya, dia salah paham dengan saya."
"kalau Sinta tidak mau pergi denganmu bagaimana.? " sambil menatap arya
"tolong saya Bu, bujuk Sinta untuk menemui saya." dengan wajah memohon
"baiklah" ibu Sinta langsung pergi ke kamar Sinta. ia menemui Sinta dan memberitahukan kalau Arya hendak mengajaknya pergi. namun Sinta menolaknya. karena dia lagi enggan untuk ketemu sama Arya
"kalau kalian ada masalah, selesaikan baik baik. kalau kamu menghindarinya, itu tidak akan menyelesaikan masalah" kata ibu
baiklah.. mungkin ini juga waktunya untuk menyelesaikan semuanya..! ya.. se mu a nya..! baiklah aku kan pergi., untuk terakhir kali..!
bayi Sinta
"baiklah Bu.." Sinta segera ganti baju dan bersiap siap untuk menemui Arya , dia berfikir mungkin ini untuk terakhir kalinya. dan ia berdandan dengan sempurna. ia akan memberi kenangan indah untuk Arya . biar Arya menyesal telah pacaran sama Tasya
"lihat. !! aku juga bisa cantik seperti model itu..!!" gumam Sinta sambil melihat dirinya di cermin
Arya bengong memandang Sinta yang tampil beda dari biasanya. begitupun dengan Sinta, dia juga bengong melihat ke Arya. karena Arya juga terlihat beda dari biasanya
"ayo kita berangkat..!" ajak Arya semangat
Sinta hanya diam dan menatap sinis ke arah Arya..! Arya pun menghadapinya dengan tersenyum. karena ia tahu kalau Sinta pasti lagi marah sama dia. kemudian mereka pamit kepada ibu dan juga yoga.
lihat aja kak..!! aku juga bisa tanpamu..!! batin Sinta karena cemburu buta
tata.., benar kata papa.! kamu memang beda dari yang lainnya..! kamu sungguh cantik, juga baik..! aku tidak akan pernah melepaskan mu..! batin Arya
Arya segera pergi meninggalkan rumah Sinta., ia menuju ke suatu restoran yang letaknya lumayan jauh dari rumah Sinta. Sinta terus terdiam dalam perjalanan. Arya mengurungkan niatnya untuk bicara dalam mobil. karena Sinta masih terlihat marah..
saat sampai di restoran, Arya segera turun dari mobil. ia berjalan memutari mobil untuk membukakan pintu buat Sinta, namun Sinta sudah lebih dulu keluar sebelum dia membukakan pintu untuknya.
Arya langsung menggandeng tangan Sinta dan menuntunnya untuk masuk ke dalam. disana Arya meminta ruangan khusus untuk dirinya dan juga Sinta. ia juga memesan beberapa menu makanan sebelum ia sampai di tempat yang ia pesan
ia keluar ruangan menuju tempat VVIP di restoran tersebut. ia melangkah dan masih menggandeng tangan Sinta. Sinta tak menolak.. ia berfikir karena ini untuk terakhir kalinya. walaupun hatinya begitu sakit
.
__ADS_1
.
.