
•••
.
.
kak Arya..?? apakah aku sedang cemburu..
hatiku sakit saat melihat kak Arya sama model cantik itu. walaupun aku tau, kak Arya sangat serasi dengan wanita itu.
sementara Arya bingung dengan sikap sinta. ia melepaskan tangan Tasya dengan keras..!
"lepaskan..!!" ia segera lari menyusul Sinta. namun Sinta sudah tidak kelihatan. ia segera masuk kedalam mobilnya dan segera mencari Sinta.,
Sinta pasti ke toko kue. aku harus segera menyusul ke sana.. tata,, kenapa kamu pergi begitu saja.? kenapa kamu tidak menungguku.? bukankah aku ke toko buku hanya untuk mengantarmu..? hahaha.. sial. pasti gara gara Tasya..!
Arya melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata.., emosinya meluap luap mengingat Tasya. ia langsung menuju toko kue untuk segera menemui sinta. ia harus menjelaskan ke Sinta
"siapakah wanita itu..? kenapa Arya mengejarnya..??! " gumam Tasya menahan emosinya. Tasya mulai curiga dengan Sinta. dan ia segera menyuruh orang untuk mengetahui tentang Sinta.
Sinta yang awalnya hendak ke toko kue. ia memilih untuk tidak kesana. ia segera pulang ke rumah. tidak terasa taxi yang di tumpanginya memasuki desanya, ia segera sampai depan rumah. Sinta memberikan beberapa lembar kepada sopir taxi.
"makasih ya pak.." kata Sinta
"sama sama neng.." kata sopir itu
Sinta langsung melangkah menuju kamarnya. ia melihat bibi sedang berada di meja setrika. ia tidak menyapa bibinya.nya. ia langsung masuk, ganti baju dan segera merebahkan tubuhnya di ranjang. sesekali air matanya terjatuh saat mengingat kejadian tadi. tak lama kemudian, Sinta pun terlelap
Arya sampai toko kue., kemudian ia masuk menemui MB Dewi yang jaga di meja kasir. ia menanyakan keberadaan Sinta. namun Dewi bilang kalau Sinta tidak ke toko kue.
kamu dimana tata..? aku harus ke rumah Sinta. pasti dia langsung pulang..
Arya kemudian pergi meninggalkan toko kue. ia segera melaju ke rumah Sinta. dirinya sangat khawatir kepada Sinta.
tok tok tok..
"assalamualaikum..!" kata Arya
"waalaikum salam..." bibi sambil membukakan pintu
"silahkan masuk mas Arya.."
kemudian Arya masuk dan segera menanyakan ke bibi tentang Sinta
"bi,, apakah Sinta sudah pulang..,?"
"sepertinya Sinta belum pulang mas." kata bibi sambil mengingat
__ADS_1
"tapi tadi Sinta sudah pulang bi, " jawab Arya panik.
"kalau gitu, coba bibi lihat di kamarnya sebentar.." kata bibi
bibi pun segera menuju kamar Sinta, ia membuka pintunya dan melihat Sinta lagi tertidur dengan pulas. kemudian ia kembali menemui Arya
"mas Arya.. Sinta sepertinya kelelahan. dia sedang tidur sangat nyenyak. tadi juga bibi nggak lihat Sinta pulang, karena dia tidak menyapa bibi. jadi bibi pikir Sinta belum pulang" jelas bibi
Arya seketika bernafas lega mendengar Sinta sudah berada di rumah.
"bolehkah saya melihatnya sebentar bi, saya cuma mau memastikan " pinta Arya
"baiklah, mari bibi antar " kata bibi
Arya di antar bibi ke kamar Sinta. ia merasa lega dengan penglihatannya. ia hanya memandang Sinta dari pintu kamar. dia tidak mau memasuki kamar Sinta. karena ia tau batasannya..
maafkan aku ta.., aku akan menjelaskan semuanya. nanti malam aku kesini lagi.., aku pulang dulu.., selamat istirahat ya.. batin Arya
setelah itu, Arya langsung pamitan ke bibi. ia segera pulang menuju rumahnya. ia juga langsung tidur, karena sejak tadi dia belum sempat istirahat dari kepulangannya di luar kota. ia sudah seminggu berada di luar kota untuk urusan bisnisnya. dan disana sangat menguras tenaga Arya karena banyak kendala dengan proyeknya di kota itu. namun kini semua urusan sudah beres.
ia pulang dari luar kota langsung menemui Sinta di kampusnya. dan tidak sengaja bertemu dengan Tasya di toko buku..
"sungguh lelah.., aku harus tidur sekarang, aku akan menemui Sinta nanti malam"
Arya merebahkan tubuhnya di atas ranjang. tidak membutuhkan banyak waktu ia segera terlelap.
.
.
.
"hallo.." kata Tasya
"haii.. Tasya cantikk.. ada apa gerangan kau meneleponku..?" suara dari sebrang sana
"Alex, Lo kenal dengan wanita yang bernama Sinta.? dia satu kampus sama Lo." kata Tasya
"emangnya kenapa dengan Sinta..?" Alex
"dia lagi dekat sama laki laki gue., Lo bisa bantu gue kan..?!" kata Tasya
"ohh pasti gue bantu.., kebetulan Sinta juga udah lama gue incar.," Alex
" bagus kalau gitu. Lo dapetin Sinta dan gue dapetin laki gue..!" kata Tasya mengebut nggebu
"oke oke.. muachh..!" Alex
__ADS_1
merekapun segera menyusun rencana untuk menjauhkan Sinta dengan Arya
.
Sinta bangun dari tidurnya dan pendapatan pesan dari Raka
"hallo Sinta.." Raka
"hai Raka.." Sinta
"bagaimana hubungan Lo sama kakak ganteng itu..?" Raka
"nggak usah bahas dia Raka. gue lagi males." Sinta
"kenapa..? Lo lagi marahan sama kakak ganteng itu..?" Raka
"dia sudah punya pacar Raka., jadi jangan bahas dia lagi" Sinta
"pacar..? siapa..?"
"kamu tau model terkenal yang lagi naik daun itu..? namanya Tasya" Sinta
"Tasya..??"
wah.. ni orang sudah mulai beraksi. gue harus bertindak. batin Raka
"iya. dia pacarnya kak Arya " kata Sinta
"Lo yakin ta..?" raka
"iya. gue melihatnya sendiri, lagian dia udah seminggu ini nggak ngasih kabar ke gue, ternyata dia lagi sibuk dengan pacarnya." Sinta
"Lo sayang nggak sama kak Arya..?" Raka
"kenapa nanya gitu..? aku harus berusaha melupakannya Raka. walaupun aku masih sayang sama dia"
"ya udah ta, kamu sabar ya"
Arya manggut-manggut membaca pesan dari sinta.
gue harus bertindak. gue harus ngabarin kak Arya dan cari kepastian. gue nggak percaya kalau kak Arya jadian sama tasya.
aku akan menelfon kak Arya.
tuttt tuttt tuttt.. sudah beberapa kali Arya mencoba menghubungi Arya. namun Arya tak mengangkat telfonnya.
kenapa kak Arya nggak mengangkat telfon ku..? apakah yang di bilang Sinta bener..? aku harus menghubunginya kembali
__ADS_1
tuttt tuttt tuttt...
akhirnya telfon pun tersambung