
2 H menuju pertandingan
"put lu gimna mau hadir kan ngedukung mereka"
"gue gak janji"
"CK,usahain dong"
"iya gue usahain"
"lu knpa murung hari ini"
"gue khawatir sama mama,"
" kenapa"
" dia pergi ke Bandung kemaren mau ngehadirin acara passion week teman nya"
"lah knpa lu khawatir toh mama lu sama sopir kan"
"gue khawatir karna gue gak bisa nemenin dia,ya meskipun sama sopir tapi entah knpa gue ngerasa perasaan aneh ke gini ya"
" lu jangan mikir yang aneh aneh, positif dong"
" udah ah Yoo ke kelas"
"hmm"
mereka pun menuju kelasnya,
Maya pergi ke Bandung untuk menghadiri passion week salah satu temannya,Maya ditemani sopir pribadinya.
***********
BANDUNG
"pak acaranya sudah selesai mari kita pulang pasti putri sedang menunggu saya"
"baik nya,mari silahkan"
mereka pun menuju Jakarta untuk kembali pulang,di perjalanan pulang aman terkendali namun tiba tiba sudah di daerah Jakarta mobil mulai oleng,
"ada apa pak knpa mobilnya tiba tiba oleng"
"saya tidak tau Bu sepertinya ada rem nya blong bu"
"aap-a bagaimana ini "
"Bu telpon bantuan bu, saya akan mencoba mengendalikannya"
sementara Bu Maya menelpon putri panggilan PUn langsung di angkat,oleh sang anak
"hallo ma,mama masih di bandung"
"hallo nak,mamah di jalan xxx mobil yang di tumpangi mama rem nya blong tolong mama nak"
"apa mah,aku segera ke sana mama tenang jangan panik oke."
"iiyaa nak"
panggilan pun terputus,putri yang baru saja pulang setelah kerja kelompok,langsung menyambar motor nya dan segera pergi tak lupa ia menghubungi Bimo,karna letak markas ke daerah mana nya tidak terlalu jauh,
***
"nya lebih baik kita keluar dari dalam mobil,didepan ada mobil Pertamina nya,"
"aap-a pak bagaimana ini"
"dengan hitungan ketiga kita keluar nya
1
2
3"
Brak,
dugh
BOMMM DUAAAR.
**********
sesampainya di lokasi disana sudah ada Bimo dan rekannya,
tak lama putri pun datang
__ADS_1
"dimna mama saya bim"
"saya baru nyampe queen"
putri pun langsung mencari di dekat mobil yang hangus terbakar,
"putrii nakk mama disini"
sontak saja putri langsung menoleh dan ya benar saja disana mama nya tepental lumayan jauh dari mobil yang sudah hangus terbakar,di sana pak Anto mencoba menolong majikannya
"Mamaaaaaaa,"putri berlari dan langsung berlutut di hadapan mama nya,
"mama kita ke rumah sakit sekarang,
bimoooo cepat bawa mobil dan angkat mama"
"baiklah "
"nak,mama sudah tidak kuat,mama ucapkan terima kasih karna kamu telah menjaga, merawat mama dengan baik,mana bangga memiliki kamu nak,meskipun kamu bukan terlahir dari rahim mama,mama sayang kamu,tolong jadi lah orang yang selalu baik seperti sekarang,mama ingin melihat mu sukses nak,kejar semua impian kamu,selamat tinggal na mama sayang kamu"
"ma nggk ma nggk,jangan ngomong seperti itu mama pasti sehat lagi kita ke rumah sakit ,Bimo cepat,"
"mama sudah tidak kuat nak,ssssssttttt aaahhhk"
"nggk nggk ma jangan tinggalin aku ma,mama bangun ma"
tapi Tuhan berkehendak lain Maya pun pergi meninggal kan sang anak tercinta
"Mamaaaaaaaaaa jangan pergi ma jangan tinggalin aku maaaaa hikss,hikss"
"Maaaamaaaaaaaaaaaa"
*********
kediaman almh Maya,
seorang gadis yang datang dari desa terlihat terpukul dan menangisi sang mama yang ada di depannya
"non,sudah jangn di tangisi,Kita doakan nyonya semoga tenang"BI Sri pun memeluknya
"mama orang baik Bi,knpa mama ninggalin kita hikss"BI Sri pun memeluknya dengan erat
tiba lah keluarga domani pak Wisnu Nadin dan alisya,sontak alisya langsung memeluk sang Kaka dengan erat
"ka jangan sedih Ka,biar kan Tante Maya tenang di sana kita doakan disini ka"
"CK,itu semua pasti hanya air mata palsu,dia senang dengan kepergian Maya,karna semua hartanya jatuh kepada dia"
"pah cukup,disini sedang duka"
"ma,jngn percaya air mata buayanya "
Nadin pun berdiri dan membawa Wisnu keluar,entah dendam apa yang Wisnu punya sampai hinaanya begitu keji.
"ka jangan dengar kan kata papa ya,"
***********
pemakaman
kini satu persatu telah pergi meninggalkan pemakaman,hanya tinggal keluarga DOMANI dan sang putri yang di tinggalkan,
"ayo ma kita pulang pemakaman sudah selesai,biar kan dia disini,toh saat kita pulang pun dia akan merayakan kematian Maya,karna semua harta nya di berikan padanya"
"PAH CUKUP,disini sedang duka knpa papa membuat perkara hah,alisya kau temani Kaka mu hmm,mama pulang lebih dulu,
nak Tante pulang lebih dulu ya alisya akan menemani mu,"
"terima kasih Tante sudah menghadiri pemakaman,dan sebaiknya alisya ikut Tante pulang,saya ingin sendiri disini."
"tapi nak-"
"saya baik baik saja Tante "
"baiklah kami pamit"
***
kini tinggal putri seorang diri di pemakaman siang itu,
"maa knpa ninggalin aku sendiri hikss"
"maa mama orang baik,knpa mama ninggalin aku,ma aku gak ingin harta mama sedikitpun tapi kenapa mereka menganggap aku ingin menguasai harta mama hikss,ma dunia ini begitu kejam,maa tolong kembali hikss Mamaaa"
hujan pun turun dengan lebatnya,dimana seorang gadis itu masih duduk menangisi mama nya yang pergi meninggalkan nya,dia enggan untuk pergi walaupun hujan deras mengguyur nya,bahkan langitpun ikut berduka atas kepergian Maya,
dibalik pohon terlihat' seorang pria tampan dengan payung hitamnya memperhatikan putri yang terus menangis,dia begitu berat untuk melangkah kan kakinya untuk menemui sang gadis.
__ADS_1
1 jam berlalu,akhirnya sang pria menghampiri nya,
"hujannya semakin deras ayo kita pulang,saya turut berduka atas kepergian orang tua mu,semoga beliau tenang disana,beliau pasti bangga mempunyai anak seperti mu" putri pun menoleh
"pak Aryan,bagai mana bisa pak Aryan ada di sini,"
flashback on
Aryan yang sedang mengajar tiba tiba ada notifikasi dalam ponsel nya,saat ia membaca dia langsung mengakhiri pelajaran nya hari ini.
dia dengan cepat datang ke lokasi tempat dimana sang pujaan hati berada
flashback off
"kau sudah lama disini,ayo saya akan mengantar kan kamu pulang"
"tidak pak,saya masih ingin menemani mama saya"
****
"maa hiks,knpa mama pergi ma,aku bakalan cari tau siapa penyebab kecelakaan mama,maaa hiks,mama yang tenang di sana,maa aku pamit pulang,mama yang tenang di sisinya ya mah"
putri pun bangun baru ingin melangkah dia kehilangan kesadarannya, akibat pikiran yang kacau dan dingin nya terkena air hujan.aryan pun menggendong tubuh nya untuk membawa nya pulang.
********
LANDON
drttt ddrrttt
telpon Lian pun berbunyi menandakan ada panggilan masuk dan ternyata ya,tertulis nama alisya disana
"hallo sya ada apa?"
........
"aappa nggk mungkin Tante Maya meninggal"
........
"apa,papa lagi lagi menghinanya"
"baiklah,aku akan melakukan penerbangan malm ini juga"
******
sesampai nya Aryan di rumah almarhumah,dia membawa putri kedalam.
"yaampun non putri knapa"
"dia pingsan di pemakaman "
"bawa ke kamar saja mas"
Aryan pun mengangguk dan membawa dia kekamar,tak lupa di perjalanan tadi dia pun mengabari Janeta sahabat putri.tak lama Janeta pun datang bersama gara
"BI tolong gantikan dia baju,dia berada di bawah hujan tadi"
"baik mas,"
"put,put "Janeta pun masuk kamar
"loh,pak Aryan ko ada di sini"
"kau tolong bantu bibi itu untuk menggantikan baju nya"
"baa-ik pa"
setelah selesai di gantikan baju tak lama putri pun sadar dan gara masuk kedalam kamar putri.
"put,gue baru denger kabar ini,Lo sabar ya,"gara mendekati putri,dan putri langsung memeluk sahabatnya itu
"gar, mamaa,mama ninggalin gue gara hiks"
"udah Lo jangan nangis hmm disini ada gue,kita doain Tante Maya agar tenang di sana hmm"
"gue bakal cari tau siapa penyebab mama kecelakaan,gue yakin ada seseorang di balik ini gar hiks"
"udah Lu tenang,sekrng ini minum dulu biar lebih tenang,"
tanpa putri sadari sendari tadi ada pria yang memperhatikan nya,dan dia menggempalkan tanggan nya,
'siapa dia,kekasihnya,tidak ini tidak mngkin '
batin Aryan
setelah itu Aryan pun pamit untuk pulang,tak lupa putri pun mengucapkan kan terima kasih.kini tinggal gara Janeta ,dan BI sri.putripun mengirim pesan pada Bimo agar bimo menjaga pa Anto di rumah sakit.
__ADS_1