gadis desa menikah dengan miliarder

gadis desa menikah dengan miliarder
33


__ADS_3

kini disebuah ruangan VVIP terlihat putri sedang berbaring di atas ranjang


mukjizat yang telah Tuhan berikan sungguh luar biasa tuhan memberikan kesempatan untuk kedua laki laki itu membuktikan cinta mereka


kini Lian sedang duduk di samping putri,dia sedang menunggu sang kekasih hati membuka matanya kembali,setelah kejadian beberapa jam yang lalu yang membuat semua orang sedih kini semuanya kembali tersenyum dan menunggu putri tersadar kembali


sementara Aryan sekrng sedang di infus di ruangan lain


"dad aku tidak apa apa aku akan ke ruangan putri dia membutuhkan ku"


"kondisimu saja lemah,so so an mau jagain putri,sehatin dulu badan kamu aryan"ucap sang Daddy


"iya sayang, kondisi putri sekarang sudah jauh lebih baik kita hanya menunggu nya sadar saja"lanjut sang mommy


"tapi mom disana ada di brengsek itu aku gak mau dia dekat dekat dengan kekasih ku"ucap Aryan


"gayanya kekasihmu kau jadian Saja belum UPS"ledek sang Daddy,


ya memang Aryan dan putri belum jadian tapi mereka sangat dekat,putri pun masih sedang berusaha untuk membuka hatinya untuk aryan namun akan kah aryan memenangkan hati putri atau putri akan kembali pada Lian????


kini akhirnya yang di tunggu tunggu pun telah sadar.


"Lian"lirih putri,Lian pun langsung menggenggam tangannya


"iya sayang aku disini,apa yang sakit hmm aku panggikan dokter ya" tawar Lian disana hanya ada Lian yang menunggu keluarga Lian pamit untuk pulang lebih dulu


"tidak,aku tidak apa apa,knpa kau tidak mengobati luka mu itu"tanya putri


karna luka lebam di wajah Lian cukup mencubit hati putri,meskipun ia telah di hancurkan oleh cinta nya,namun ia masih mengkhawatirkan lian


"tidak ini hanya luka kecil,aku bisa mengatasinya nanti, sekarang aku hanya ingin disisi mu saja"ucap Lian dan terus saja memegang tangan putri


putri seolah lupa dengan Aryan yang sangat mencintai nya, putri seolah tidak menyadari bahwa yang amat takut kehilangannya adalah Aryan yang sekarang sedang di rawat


tak lama pintu ruangan putri terbuka disana terlihat Aryan dengan kursi roda yang di dorong sang mommy


"kau menyingkirlah dia kekasih ku"sinis Aryan yang langsung bangun


"Ar kamu kenapa?"


"aku tidak apa apa be,"Aryan pun langsung duduk di samping putri


"gimana kondisi kamu apa yang sakit?" tanya Aryan sambil mengusap lengan putri

__ADS_1


"aku gapapa ko,gak ada yang sakit kamu tenang aja hmm"jawab putri sambil tersenyum


sore harinya gara dan Neta datang ke rumah sakit untuk melihat sahabatnya itu


dengan tergesa gesa dia masuk kedalam ruangan,Meraka baru mengetahui bahwa sahabat nya mengalami kecelakaan dari Beta setelah mengetahui mereka pun langsung ke RS untuk melihat sahabat nya itu.


"putri putri Lo gapapa kan"Neta yang langsung menyerobot masuk


"Neta "kaget putri


"apa yang sakit hmm,dimana dimana put "paniknya karna melihat. kondisi sahabat nya yang di perban di kepala


"gue gapapa net udah lebih baik"


"baik Giman muka Lo pucet banget Lo udah makan"


"udah net baru aja bers"


Aryan yang melihat Neta yang bersikap seperti itu hanya memutar bola mata malas.


Lian yang di sana hanya tersenyum melihat sahabat putri yang sangat perhatian


gara dan Neta belum mengetahui keberadaan Lian disana


" ya musibah gar mna ada yang tau"mereka pun mengangguk Neta yang menyadari ada seseorang yang tidak asing dia pun menengok


" Lo" kagetnya nunjuk Lian


gara pun mengikuti arah telunjuk Neta


"Lian Lo ada disini dan " ucapan gara terhenti karna melihat kondisi Lian yang sedikit berantakan akibat luka nya


" apa jangan jangan " ucapneta menatap penuh kecurigaan kepada Lian,Lian hanya diam saja


"dugaan kamu benar Neta,dia penyebab putri seperti ini" ucap Aryan mantan dosen Neta


"ohhh jadi ini semua ulah Lo"Neta pun menghampiri Lian dan


plak


satu tamparan mendarat di pipi tampan Lian


"Lo GK ada puas puasnya yah nyakitin sahabat gue,Lo sadar gak hah apa yang lo lakuin selama ini "Neta pun meluapkan emosinya sambil menunjuk sang empu

__ADS_1


"net udah net dia gak salah jangan menghakimi seseorang,ini salah gue,gue yang nyelametin dia,dia gak tau apa apa"putri membela Lian di hadapan semua orang yang ada di sana


sikap yang baru saja putri tunjukan tentu menyakiti perasaan Aryan yang jelas jelas dia berjuang selama ini


"put Lo gak salah ngebelain si bajingan ini,gila ya Lo masih bisa bisa nya ngebelain dia"kesal Neta pada sahabatnya itu


putri pun diam, dia tersadar apa yang baru saja dia ucapkan pasti itu melukai perasaan seseorang yang jelas memperjuangkan nya selama ini


"gue gak bermaksud ngebelain dia net gue hanya-"ucapan putri terhenti


"kalian liat semua kan disini sudah jelas kalo putri masih sayang sama gue,dan kalian gak berhak ngatur hidup nya dia cuman milik gue dan akan tetap seperti itu"ucap Lian dengan bangga nya


"Li,meningan kamu pulang sekarang"usir putri


"nggk sayang aku bakalan nungguin kamu disini sampai sembuh"


"nggk Li, sekarang kamu pergi aku mohon"ucap putri memohon


"baik lah jaga diri kamu baik baik hmm besok aku akan kembali"ucap Lian menghampiri dan mengusap rambut nya


Lian pun keluar dari ruangan tersebut dan hendak pulang


didalam sana suasana menjadi hening


tidak ada satupun yang berbicara Aryan yang gampang emosi jika sang kekasih hati di sentuh oleh Lian kini hanya diam saja


"Ar ak-"


"tidak perlu menjelaskan apapun,kau istirahat lah saya akan kembali ke ruangan saya untuk istirahat "Aryan pun bangun dan pergi ke ruangannya,disana hanya ada gara dan Neta


**


"put Lo sadar apa yang lo ucapin tadi "tanya Neta putri hanya diam


"yang Lo lakuin jelas salah put,Lo ngebela Lian yang jelas bikin hati Lo hancur,pak Aryan pasti kecewa dengan pembelaan Lo tadi gue gak habis pikir Lo ini kenapa sihhhh,pak Aryan kurang apa coba"


"Gue gak ada maksud buat nyakitin Aryan gue tadi spontan ngomong kaya gitu karna emng dasarnya Lian gak salah gue yang replex ngedorong dia waktu Lian mau di tabrak "jelas putri Neta hanya geleng geleng


"dengan Lo nyelametin dia juga salah meski Lo cuman replex secara Lian mantan Lo dan pak Aryan masa depan Lo,Lo sadar gak sih udah nyakitin dia,dan Lo liat sendiri barusan dia langsung pergi tanpa meminta penjelasan "putri hanya diam


****"*


kini Aryan sedang merebahkan diri di atas kasur ruang sakit dengan menatap langit langit rumah sakit

__ADS_1


'bodoh bodoh bodoh,kenapa Lo gak nyadar kalo putri masih jelas mencintai Lian di banding Lo,dengar pembelaan nya tadi hahaha Lo emng bodoh Aryan bodoh ARRGGGGGGhhhhh 'kesal Aryan dalam hati


__ADS_2