gadis desa menikah dengan miliarder

gadis desa menikah dengan miliarder
40


__ADS_3

setelah pertarungan yang panjang akhirnya kini putri pun di pengangi oleh teman arsenodia tidak memberontak karna ya percuma, bisa saja ia melawan mereka namun ia tidak lakukan karna pikirnya sampai kapan ia akan bersembunyi


"akhirnya aku akan melihat wajah aslimu"senyum miring arseno


"oke baiklah aku menyerah silahkan melihatnya"


arseno pun mendekat dia ke arah putri dan dengan sekali gerakan ia berhasil membuka penutup wajahnya dan betapa terkejutnya ternyata yang selama ini menjadi ketua alaska itu adalah seorang perempuan.


sontak teman arseno pun melepaskan pegangan mereka,mereka sama terkejutnya dengan fakta yang mereka lihat ini


"ohh ayolah kenapa kalian sekaget ini"ucap putri


"ja-di kau yang selama ini menjadi the Queen ALASKA"ucap arseno dengan terbata


"ya begitulah"putri pun membuka penutup kepalanya itu terlihat rambut yang ia cempol sedikit basah oleh keringat akibat pertarungan tadi


arseno terus memandangi putri dia seperti pernah bertemu dengan nya tapi dimana


"baiklah salam kenal,aku pamit"ucap putri dia pun menunggangi motor sport nya dan pergi


"astaga jadi selama ini queen Alaska perempuan dan dia sangat cantik"gumam teman arseno,arseno pun meliriknya dengan tajam lalu meninggalkan nya pergi


'apa dia perempuan yang sama dengan yang-'ucap arseno dalam hati


......................


kini Aryan sedang menuju kantor nya untuk bekerja namun dia tidak bersemangat karna seminggu ini ia tidak bertemu atau berbicara dengan putri,karna putri pun di sibukan dengan urusan nya di butik,dia fokus untuk mengembangkan butik peninggalan Maya.


"kalo begini terus mana bisa fokus."gumam nya


sesampainya Aryan di kantor ia pun menunju ruangannya tanpa menanggapi Kariawan yang menyapa nya


dia pun langsung memeriksa berkas berkas disana.


tok


tok


tok


yang mengetuk pun masuk,muncul lah rainsa disana


"selamat pagi Aryan"sapanya


"CK,kenapa kau ke kantorku"kesalnya


"aku hanya ingin memberikan makanan ini"


"sudah ku katakan aku tidak butuh dan tidak ingin bawa kembali sana"bentak Aryan


"Ar, ayolah kenapa kau marah marah hanya karna aku membawa kan makanan untuk mu niatku baik"ucap rainsa sontak saja Aryan bangun dari duduk nya dan menyeret rainsa keluar dari ruangan itu


dia pun memperingati para penjaga agar tidak boleh mengijinkannya masuk ke dalam kantornya lagi dan para penjaga pun mengangguk paham.


kini putri sedang di sibukan di butik nya akhir akhir ini ia sibuk di butik,karna butik peninggalan Maya semakin maju bahkan sudah memiliki 2 cabang Beta sangat bangga kepada putri karna ia tidak menyangka akan seberbakat ini dalam segala hal

__ADS_1


putri pun menutup leptop nya dan menghampiri Beta.


"bang kita keluar yu buat makan siang"


"ayo kebetulan udah waktunya makan" Beta dan putri pun keluar dari butik dan pergi untuk mencari lestoran terdekat


di perjalanan Beta pun menanyakan sesuatu.


"kalian sama Aryan sedang ada masalah?."


"sedikit."


"selesaikan lah dengan baik,dia selalu menanyakan kabarmu setiap hari."


"biarkan saja,toh dia sudah memiliki kekasih sekarang "


"seperti nya ada kesalah pahaman disini" sontak putri pun menoleh.


"maksudnya?."


"cobalah kalian bertemu dan bicarakan dengan kepala dingin"saran Beta


putri pun diam tanpa menanggapi


hingga sampainya mereka di restoran itu mereka turun dan mencari tempat disana.


......................


rainsa yang merasa kesal dengan perlakuan aryan ia pun memilih untuk pergi


"aku akan terus berusaha dan mendapatkan mu kembali"gumam rainsa


"gara gara perempuan itu Aryan menjadi berubah padaku,sialan"gerutu nya dalam mobil


dia melanjutkan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata.


"saya pesan yang tadi aja mas"ucap putri


"baik ka mohon di tunggu"putri pun mengangguk


"put coba pikirkan apa kata kata Abang tadi "ucap Beta


"aku akan memikirkan nya "


"dia tulus mencintai kamu,kamu tau sendiri itu kan"


"hmm,tapi-"tiba tiba seseorang memanggil mereka


"loh put ada disini juga "sapa Nathan


"ehh Nat iya nih lagi makan siang"


"wah kebetulan banget boleh gabung"


"tentu "

__ADS_1


"om apa kabar?."


"seperti yang kau lihat"ucap Beta


'gile muka nya serem bener'batin Nathan


jujur saja nathan selalu berusaha mendapatkan putri,namun banyak sekali rintangan nya terutama Beta dia seperti tidak menyukai Nathan selama ini padahal Nathan selalu bersikap baik di depannya.


Beta pun mengirim kan pesan kepada seseorang untuk menemui nya di restoran itu seseorang itupun langsung mengiyakan


selang 20 menit seseorang menghampiri mereka yang sedang makan saat itu


"om"sapanya


"loh Aryan "ucap Beta,betapun mempersilahkan Aryan duduk


seseorang yang Beta hubungi ternyata adalah Aryan,Aryan yang mendapat kan kabar bahwa putri ada di restoran itu dan tiba tiba da Nathan menghampiri Aryan pun dengan cepat untuk menemui mereka dan benar saja Nathan berada di sana


putri tidak menyapa dia hanya sibuk memakan makanan nya,Nathan yang menyadari ada yang aneh pun hanya tersenyum


'sepertinya mereka ada masalah,ini kesempatan ku untuk bisa mengambil hati putri'ucap Nathan dalam hatinya


"Aryan pesan lah makan jika belum makan"ucap beta


"gak om akhir akhir ini saya tidak nafsu makan"ucap Aryan,putri pun langsung menoleh


benar Aryan memang jarang sekali makan karna pikiran nya yang sedang kacau akhir akhir ini,karna putri terus menjauh dan tidak ingin menemui nya bahkan bicara


"saya akan memesan kopi saja "ucap Aryan lalu memanggil pelayan disana


"mas cofe saja 1"ucap Aryan


" baik pak mohon di tunggu sebentar "ucap pelayan


" mas tunggu tolong buat kan jus alpukat saja,jangan cofe" ucap putri pelayan pun mengangguk lalu pergi


Aryan yang melihat itu hanya tersenyum tipis dia sangat bahagia putri perhatian padanya karena di saat ia meminum cofe sebelum makan maka perut nya akan melilit itu lah kebiasaan nya.


putri pun melanjutkan makannya tanpa bertanya atau apa


beta yang melihat keheningan pun langsung membuka suara dan akan memberikan kesempatan untuk Meraka menyelesaikan masalah nya


"Nathan kau sudah selesai makan"tanya Beta


"sudah om ada apa"


"tolong ikut antar saya kedepan sebentar,"


"tapi om-"Beta pun langsung menarik tangan Nathan dan pergi


keheningan semakin terasa di antara mereka tak lama pelayan datang dan membawakan jus pesanan Aryan


"mas ini pesanan nya"


"terima kasih"

__ADS_1


pelayan itu pun pergi,Aryan dan putri masih sama sama diam Aryan menjadi binggung harus mengatakan apa sekarang.


hai hai hai gimna nih ayo dong komen suka gak sama ceritanya 😊


__ADS_2