
hari demi hari dijalani Aryan,Aryan yang selalu uring uringan setiap harinya menunggu hari pernikahan nya tiba,Aryan selalu membujuk sang kekasih agar di percepat tapi sayang nya putri enggan untuk mempercepat pernikahan mereka karna putri punya alasan tersendiri.
ya putri ingin menyelesaikan masalahnya agar kedepan nya tidak ada masalah dalam pernikahan nya
"sayang"panggil Aryan masuk kedalam ruangan kerja putri
"loh Aryan kamu ko kesini bukannya kamu di kantor ya"kaget putri karna tiba tiba Aryan ada di depan nya
"aku kangen sayang,gak bisa jauh dari kamu"rengek Aryan menghampiri putri
"astaghfirullah,Aryan kamu ini seperti anak kecil saja,sudah sana balik ke kantor kamu,aku hari ini sibuk ar"
"gak mau,aku akan tetap disini membantu mu"
"kau bukannya membantu tapi mengganggu "ucap putri
Aryan hanya tersenyum dan duduk di samping sang kekasih dan berkelendotan layak nya anak kecil sedang bermanja dengan ibu nya
"ishh Aryan awas aku sedang mengecek laporan kenapa kau malah bergelayutan seperti ini"omel putri
"kau makin cantik saat sedang marah sayang"
cup
Aryan pun mengecup pipi sang kekasih saking gemasnya,putri hanya diam saja dia enggan menanggapi Aryan kalo sudah mode manja beginii
******
kini pekerjaan putri pun sudah selesai waktupun menunjukan pukul 4:30 sore dimana Aryan masih terlelap dalam tidur nya,dia tidur di samping putri, putri pun membereskan barang barang nya lalu ia pun menghampiri Aryan dan berjongkok memperhatikan wajah Aryan
"tampan"gumam putri sambil mengusap pipinya
"hmm memang aku tampan sejak lahir"ucap Aryan lalu membuka mata
sontak saja putri menarik tangan nya dari pipi Aryan,Aryan tersenyum.
Aryan sudah bangun sejak putri menyelesaikan pekerjaan nya,tapi ia sengaja memejamkan matanya karna ingin melihat apa yang akan kekasihnya lakukan saat ia sedang tidur.
"kenapa di lepas kau boleh mengusap pipi,hidung mata dan semua nya bahkan jika kau ingin mencium ku boleh"goda Aryan,sontak putri melotot dan bangun
"Ck,ayo kita pulang"ucap putri mengambil tas nya
"o,o,o lihat wajahmu merah sayang "Aryan terus saja menggoda sang kekasih
"Aryan aku pulang duluan terserah kau mau apa "putri pun melangkah kan kaki nya Aryan dengan sigap menangan tangan putri
"ohh ayolah baby kita pulang bersama kenapa kau marah hmm,mau aku cium"
"mesum,ck awas Ar ishh aku mau pulang "berontak putri
"Baik lah,ayo kita pulang tapi, sebelum itu kita pergi makan dulu,aku laper sayang"
"hmm yaudah ayo"putri pun menarik tangan Aryan lalu keluar dari butik tersebut
__ADS_1
didalam perjalanan Aryan terus saja membujuk sang kekasih agar di percepat acara pernikahan mereka
"Ar aku sudah bilang kan setelah 3 bulan nanti baru kita nikah,banyak hal yang harus di siapkan bukan"
"akan aku urus semua nya dalam waktu 1 Minggu aku akan menyelesaikan nya "
"atau bagaimna kalo kita akad dulu baru mengadakan acara resepsi "
"nggak yah Ar,kita adakan bersama saja nanti,sudah jangan berdebat soal pernikahan lagi,atau kita batal saja menikah bagai mana?"ucap putri asal karna dia sangat pusing menghadapi Aryan yang terus memaksa nya untuk di percepat
ckitttttt
tiba tiba Aryan mengerem mobilnya secara mendadak
"apa apaan sih ar"kesal putri,Aryan pun langsung mendekati putri
"aku gak mau denger kamu bilang gitu lagi"ucap Aryan dengan sorot Mata marah
"kau hanya milikku,dan tidak akan ada yang bisa memilikimu kecuali aku"tegas Aryan
'astaga,Aryan ini membuat ku takut saja kenapa dia menganggap kata kataku dengan serius huh'batin putri
Aryan pun kembali melajukan mobilnya,didalam perjalan mereka tidak berbicara apapun mereka hanya diam sampai mereka sampai di sebuah restoran
Aryan pun membuka kan pintu mobil dan menggenggam tangan putri,dia masih Diam tidak bicara,putri pun sama dia takut untuk berbicara setelah kejadian tadi
sesampainya mereka di tempat duduk,mereka memesan makanan yang mereka ingin kan.
"Ar maaf"ucap putri sambil memegang tangan Aryan
"kamu masih marah "
"aku gak marah,aku hanya kesal dengan ucapan mu tadi,ingat ya aku gak ingin mendengar kan ucapan mu yang tadi,aku gak mau kehilangan kamu put,aku sayang kamu sangat"ucap Aryan menggenggam tangan putri
"iya,sekali lagi maaf ya"ucap putri Aryan pun mengangguk.
jujur saja Aryan masih kesal, untuk membayangkan nya saja Aryan sudah sesak jika harus berpisah lagi dengan putri
apalagi jika dia benar benar batal menikah dengan seorang yang sangat ia cintai
"Aryan "panggil seseorang,Aryan pun menoleh dan betapa terkejutnya yang memanggil nya adalah rainsa dan di belakang rainsa ada dinda
"Dinda"gumam putri
"Hay Ar,apa kabar oiya ini Tante Dinda sudah lama bukan kalian tidak bertemu "
"wah kau semakin tampan saja Aryan"puji Dinda
"Tante sama rainsa ngapain disini ?"
"kami ingin makan juga eumm bagaimana kalo kita bergabung,boleh kan ar"Aryan pun menatap putri,putri hanya bersikap biasa saja
"Ar "rainsa menggenggam tangan Aryan
__ADS_1
"ohh silahkan nona"sahut putri
"ehh putri maaf aku pikir tidak ada orang"ucap rainsa tersenyum sinis
Aryan pun menjadi kikuk,Dinda dan rainsa pun duduk,ransa duduk di sebelah Aryan sedangkan putri duduk di sebrang nya bersama Dinda
"hallo Tante,kenalin aku putri"sapa putri kepada Dinda dengan senyum manisnya namun senyuman itu sangat menakutkan untuk Dinda
"eumm saya dinda"gugup Dinda dan berjabat tangan
"eumm kalian ini keluarga "tanya putri
"iya Tante Dinda adalah Tante ku,bahkan Aryan mengenalnya iya kan ar"jawab Rainsa,Aryan hanya mengangguk
'aryan mengenal Dinda,'batin putri
tak lama pesanan pun datang,mereka menikmati makanan tersebut,Dinda terlihat gugup berada di dekat putri
'sial kenapa aku harus bertemu dengan dia.'ucap Dinda dalam hati
terlihat rainsa sedang mencuri curi Padang kepada Aryan,semua itu tak lepas dari pandangan putri.
"Ar kamu ingat dulu kita sering makan disini iya kan"ucap rainsa
"hmm,"jawab Aryan
"ingat tidak waktu itu ada seorang laki laki yang menghampiri ku,dan dia meminta nomer ku"ucap Rainsa dengan senyum manis nya
"hmm,dan sejak saat itu juga aku menghajar laki laki itu"jawab Aryan sambil tersenyum,diaa kembali mengingat masa masa saat menjalin hubungan dengan rainsa dia tidak menyadari di sani ada calon istri nya.
Meraka terus membahas masalalu mereka,tanpa mereka sadari disana bukan hanya ada mereka, putri yang mendengar kan hanya tersenyum ternyata kisah mereka di masalalu sangat indah,jujur saja dia cemburu,tapi dia hanya diam dan mengaduk ngaduk minuman nya
Dinda yang melihat itu pun tersenyum,dia sangat tau jika putri sangat cemburu dengan kedekatan rainsa dan Aryan
'akan aku manfaat kan situasi ini'ucap Dinda dalam hati
"ekhemm,kalian ini jika sudah begini dunia serasa milik berdua,dan yang lain nya mengontrak, ingatlah disini ada saya sama putri "ucap dinda,sontak Aryan yang sedang tertawa bersama rainsa pun terhenti.
Aryan menatap putri,putri hanya tersenyum dan menampilkan wajah datar,dan senyuman itu sangat menusuk di hati Aryan
"eumm put,maaf aku han-"
"tidak apa apa sayang kau bebas melakukan apa saja sebelum menikah"ucap putri dengan senyuman nya
"maaf tapi ak-"
"oiya rainsa kau bebas melakukan apa dengan calon suamiku,sebelum kami menikah,karna di saat kami sudah menikah tentu aku akan melarang kalian bertemu bukan,dan kalo kau masih dekat dengan Aryan nanti di saat kami sudah menikah bukan kan itu tidak baik,kau akan di cap sebagai pelakor dan yah aku suka mendengarkan cerita masalalu kalian, ternyata cerita kalian sangat indah ya "
"baiklah aku sudah selesai makan,aku permisi karna diluar ada teman ku yang sudah menunggu,Aryan aku pulang duluan ya,kalian lanjutkan saja aku tidak ada masalah"putri pun bangun dan menyambar tas nya
"aku akan mengantar kan mu pulang sayang"sahut Aryan bangun dari posisi duduk nya
"tidak perlu kau lanjutkan saja "ucap putri lalu meninggalkan Aryan hanya menarik nafas dalam-dalam kenapa dia melupakan kekasih nya dan dia malah asik membicarakan tentang masa lalu nya dengan rainsa
__ADS_1
sedangkan Dinda hanya tersenyum licik
jangan lupa like komen dan vote yahh