
hari demi hari di lalu Aryan dan putri dengan penuh cinta mereka pasangan yang sangat serasi dan sangat romantis,Aryan pun lebih bersemangat untuk bekerja,sang Daddy yang melihat anak semata wayang nya selalu bahagia dan tersenyum dia merasa bahagia.
tok tok tok
seseorang mengetuk pintu dan terlihat sang Daddy memasuki ruangan Aryan
"Wah wajah mu kelihatan bahagia sekali son"
"tentu saja,aku sangat bahagia dengan hidupku sekarang "
"wow Daddy ikut bahagia mendengar kau bahagia,oh ya ajak kekasih mu datang ke mansion nanti malam Daddy dan mommy ingin mengajaknya makan malam"
"wah kebetulan aku juga sudah merencanakan ini,aku ingin membicarakan sesuatu kepada kalian"
"soal apa?"penasaran Daddy
"aku ingin menikahi putri,tapi dia masih ragu "
"ragu?,kenapa ragu"
"dia takut kalian tidak merestui hubungan kami,karna stts putri yang memang anak angkat almh Bu Maya "
"kami tidak mempermasalahkan itu son,yang terpenting bagi kami dia baik dan menyayangi mu itu sudah cukup "jelas sang Daddy
"yah aku sudah menjelaskan tapi dia masih ragu,maka dari itu aku ingin mempertemukan kalian dan membicarakan soal ini karna aku ingin cepat cepat menikahinya"
"ohh ya ampun kau ini "kekeh sang Daddy.
disisi lain putri sedang bersiap untuk pergi ke restoran yang dia dirikan beberapa bulan lalu ya Sekarang selain butik ia memiliki restoran tiba tiba ponselnya berbunyi menandakan ada pesan masuk dan benar saja disana terlihat Lian mengirim kan dia pesan namun putri tidak menanggapi atau membalas pesan tersebut.
namun poselnya kembali berdering tanda ada panggilan masuk dan saat di lihat terlihat nama Aryan disana
*ya ada apa Ar*
*nanti malam aku akan menjemputmu kita di undang makan malam oleh Daddy dan mommy di mansion*
*baik lah*
*bersiaplah beybe muach*panggilan pun terputus
'kenapa jantung ku berdebar seperti ini 'gumam Putri
jujur saja dia merasa takut untuk menemui keluarga Aryan padahal mereka sudah bertemu beberapa kali tapi kali ini rasanya ada yang berbeda
kini terlihat Aryan sedang sibuk mengerjakan tugas kantor nya dia ingin segera pulang untuk menemui sang kekasihnya dia sudah tidak sabar untuk mengajaknya bertemu sang mommy dan Daddy nya itu.
"aku sekalian akan melamarnya di depan mommy dan Daddy malam ini "gumam Aryan lalu tersenyum
__ADS_1
Aryan yang memang tidak sabaran akhirnya menunda pekerjaan nya dan dia bergegas untuk pergi mencari sesuatu untuk nanti malam ia akan menyiapkan semuanya untuk nanti malam.
......................
jauh di seberang sana Lian yang sedang sibuk di kantor kedatangan tamu yang entah siapa dia
brak
pintu terbuka sangat keras,munculah seorang perempuan cantik dengan baju seksi nya
"kau,ada apa kau kesini "kaget Lian
"aku ingin meminta pertanggungjawaban kepada mu"tegas perempuan itu
"tangung jawab apa maksud kau hah"
"aku hamil,itu semua ulahmu"
"aap-a itu tidak mungkin,"
"kenapa tidak mungkin hah,kau yang mengambil keperawanan ku dan kau sering meniduri ku"
perempuan yang tiba tiba datang ke kantor Lian dia adalah Alexa yang mana perempuan ini adalah gadis mainan Lian namun sayangnya perempuan itu hamil oleh Lian tanpa Lian sadari.
memang saat itu Lian meniduri nya dengan kondisi setengah mabuk dan perempuan tersebut di jebak oleh temannya dengan di beri obat perangsang terjadi lah malam laknat itu.
"kau jangan menuduh ku Alexa tidak mungkin dia anak ku,bahkan kau tidur bukan dengan ku saja"tindas Lian
"jaga bicara mu Lian aku tidur hanya dengan mu,kau jangan lari dari kenyataan ini,aku ingin kau tangung jawab dan menikahiku sebelum kandungan ini semakin membesar"
Lian menjambak rambut nya sendiri, kenapa dia sampai kebablasan seperti ini,jujur dihatinya hanya ada putri tapi apa ini kenapa dia malah menghamili Alexa sial.
......................
putri yang baru saja pulang dari restoran ia langsung membersihkan diri dan akan bersiap siap untuk pergi ke mansion Aryan
"kenapa aku merasa gugup"gumam putri
dia pun sudah siap dengan dres berwarna coklat Millo dia terlihat sangat cantik kali ini dia pun bergegas keluar kamar untuk menunggu Aryan menjemput nya
"loh mau kemana udah cantik gini"tanya Beta
"aku mau ketemu keluarga Aryan bang,di undang untuk makan malam"jawabnya
"ohh,baiklah hati hati,Aryan akan menjemputmu "putri pun mengangguk mengiya kan
dan benar saja tak lama suara deru mobil terdengar,putri pun bergegas ke luar rumah dan disana Aryan yang baru saja turun dari mobil
__ADS_1
"selamat malam tuan putri "Aryan membungkuk kan badan nya
"apaan sih ar"ucap putri dengan pipi merona,Beta pun keluar rumah
"ehh om aku ijin bawa putri buat makan malam ya,di rumah mommy "
"iya silahkan hati hati di jalan,dan ingat jaga baik baik putri "
"tentu saja om"
Aryan pun membuka kan pintu mobilnya dan putri masuk,lalu Lian pun melajukan mobilnya menuju mansion Abimanyu
diperjalanan tak henti henti nya Aryan tersenyum
"Ar kenapa senyum senyum gitu serem tau"ucap putri
"ehh,maaf aku terlalu bahagia malam ini,kau tau ini makan paling bahagia ku,aku ingin cepat cepat menikahi mu agar kita terus bersama"
"kenapa kau selalu buru buru Aryan "
"karna aku takut kehilangan kamu lagi"
"kau ini"putri hanya tertawa kecil dengan ucapan Aryan yang takut kehilangan nya
dan setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh akhirnya mereka sampai di mansion Abimanyu
mansion yang sangat besar dan mewah bernuansa moderen dan ber cat putih dan gold.
putri pun di bukakan pintu oleh Aryan dan di gandeng untuk masuk kedalam mansion tersebut
pintu pun di buka oleh pelayan dan mereka masuk.
"Ar aku gugup"ucap putri
"come on baby,kenapa gugup hmm ada aku ayo,lagipula mom dan dad tidak akan mengigit mu"ucap Aryan lalu tertawa kecil
"Ar ish kamu mah gitu malah ngeledek aku serius tau aku gugup"
Aryan pun menggenggam tangan putri dalam gandengan nya lalu dia mengajak nya untuk bertemu mommy dan Daddy nya itu
"mom dad lihat lah tamu kalian sudah datang"ucap Aryan mereka pun menengok dan sang mommy tersenyum lalu menyambut putri
"hallo sayang selamat malam apa kabar"ucap mommy langsung memeluk putri
"malam Tante kabar aku baik,Tante sama om bagaimna kabarnya?"
"seperti yang kamu lihat sangat baik"ucap mommy di angguki Daddy
__ADS_1
putri pun bersalaman kepada orang tua Aryan lalu mereka mengajak putri untuk duduk dan menikmati makan malam itu.