
...Tolong tekan tombol Like 👍 buat author biar Author semangat nulisnya :)...
...****************...
Sementara itu, di tengah ramainya pesta, Mila dan Mita segera keluar dari ruangan yang sudah sangat ramai oleh muda mudi itu.
Mereka pergi ke dekat parkiran mobil-mobil mewah yang sudah terparkir rapi tentunya.
Seorang Cowok datang menghampiri mereka berdua. Cowok itu nampak misterius dengan menggunakan topi dan masker.
Cowok itu keluar dari pintu mobil Honda Jazz berwarna maroon.
" Gimana? Kamu udah bawa pesanan aku ? " tanya Mila tanpa basa basi setelah sebelumnya melihat ke sekelilingnya, memastikan bahwa situasi aman. Begitu pun dengan Mita .
"Udah dong boss! sesuai permintaan bos kemarin " cowok bertopi itu segera menyerahkan dua botol kecil cairan perangsang ke tangan Mila.
" Ok thanks ya. Uang nya udah gue transfer semalem, tinggal cek saldo aja. "
" Sip! Beres bos! aku pergi ya?"
-
.
.
.
" Kak, kamu yakin mau ngelakuin ini, kamu gak takut apa? " tanya Mita adiknya.
Mila berdecak kesal mendengar pertanyaan adiknya itu.
" Ya enggaklah! udah sih kamu santai aja gak usah panik.kamu ngak ingat bagaimana papa selalu ngebelahin dia dan kita nya di cuekin . Kamu cuma perlu ngelakuin tugas mu sekarang. Nih ambil satu! " Mila memberikan satu botol cairan tadi ke tangan Mita.
"AKU harus ngapain nih abis ini KAK?" tanya Mita.
__ADS_1
"Tugas kamu gampang, kamu cuma perlu ngajak Dila ke kamar yang udah gue pesanin -in tadi malem , nah entar kamu kasih dia minuman yang udah di campur sama cairan ini, paham gak dik? " jelas Mila dengan senyum licik khasnya . Nampak jelas seberapa besar rasa bencinya pada Dila.
"Terus kakak ngapain? " Mita kembali bertanya untuk memastikan apa saja yang di rencanakan oleh saudaranya ini.
" AKU ?. AKU cuma perlu campurin cairan perangsang ini kedalam minumannya Daffa "
" Wait! Wait! . Kok kakak milih Daffa sih ? kakak yakin dia target yang tepat? Dila aku sih mending lu pikir lagi deh Kak" usul Mita yang pada akhirnya tidak di acuhkan oleh Mila.
" Gue udah fix banget sama Daffa. Setelah aku amati ya dari mereka berempat dia yang paling pas buat ngelancarin rencana kita "
" Gini ya mita , coba deh kamu pikir, kalo dari antara mereka berempat siapa yang paling jutek ? Kalo Si Akbar kan gak mungkin "
" Gak mungkin kenapa? "
" Ya walaupun dia anak kota tapi gue bisa menilai kalo dia orang yang baik apalagi sama cewe, yang ada entar si Dila keenakan kalo sama Akbar . Nah, kalo Kevin kan kamu tau sendiri kan dia Prince-nya kakak,gak mungkin dong gue biarin dia tidur sama cewek kampung itu. "
"Ohh gitu ~ lah terus kenapa gak Dimas aja kak ? Setau gue Dimas lebih judes dari Daffa. Iya kan? "
"Gila kamu ya?! Kakak mu ini gak mau nyari urusan sama itu cowok, kayak kamu gak tau aja Mit, sifatnya dia, bisa mampus kita kalo dia yang di jadiin target. Dan oh ya, kenapa kakak pilih Daffa? Karna setau kakak sahabat Dila yang agak Oon itu , umm... siapa namanya? "
" Iya, setau aku dia suka banget sama Daffa , kakak pernah denger mereka berdua ngobrol soal Daffa , jadi kalo daffa berhasil nidurin si cewe kampungan itu, kakak yakin bukan cuma harga diri Dila yang hilang, sahabatnya juga bakal ninggalin dia, Kamu paham kan sekarang ? Please deh dek jangan bloon banget jadi orang " jelas Mila panjang kali lebar.
" gue gak nyangka kakak cerdik juga ya, pikiran kakak nyampe ke sana-sini "
" Yaudah kamu sekarang ajak Dila Sono ke kamar, entar masalah Daffa gue yang urus " perintah Mila.
Keduanya segera berpisah dan melancarkan rencana busuknya masing-masing.
Rencana busuk yang tidak hanya menghancurkan Mila tapi juga masa depan gadis kampung itu.
" Psstt psstt!! Bang , sini bentar deh! " panggil Mila ke salah satu pelayan pria di pesta itu.
" Ya, ada yang bisa saya bantu neng ? " tanya pelayan pria itu.
" Aku mau Abang anterin minuman ini ke cowok yang pake baju biru navy, inget ya cowok yang pake baju warna biru navy ! Jangan sampe salah Bang ! " tunjuk Mila ke arah Daffa yang memang saat ini sedang menggunakan kemeja biru navy , dia sedang mengobrol asik sama Akbar dan Kevin, kebetulan Dimas sedang tidak ada di sana.
__ADS_1
"Bang, ngerti kan maksud aku? Nih ambil. "
Mila segera menyerahkan minuman itu ke nampan yang di bawa pelayan, lalu tak lupa menyelipkan uang ratusan ribu ke dalam kantong sang pelayan Itu.
Tanpa banyak bertanya lagi, pelayan itu segera mengantarkan minuman ke meja Daffa, ia begitu patuh pada perintah Mila.
Sedangkan Mila? Ia sudah pergi tanpa mengawasi lagi, ia segera membuka hp nya, bersiap untuk menghubungi Daffa nantinya, supaya saat obat itu bereaksi, Daffa sudah ada di kamar hotel bersama Dila .
" Permisi Kak , tadi ada yang nyuruh nganter minuman buat Kak-nya " ucap pelayan itu sambil menyodorkan minuman ke arah Daffa.
Daffa yang tidak curiga dan masa bodoh, segera mengambil minuman itu tanpa kecurigaan setitik pun.
" thanks " ucapnya pada pelayan itu yang segera pergi setelah melakukan tugasnya.
Daffa masih asik mengobrol bersama Akbar dan Kevin.
Sampai tidak menaruh curiga apapun terhadap minuman yang pengirimnya saja tidak jelas.
" Eh bentar gusy, aku haus nih. Nah kebetulan ada minuman nih.... "
Daffa segera mengambil minuman yang ada di atas meja itu.
...----------------...
Bersambung....
😇😇😇😇😇😇
Hai readers . Terimakasih Telah mampir di Novelnya Author
Jangan lupa tinggalkan jejak ya ! Berupa vote 💓 like 👍 dan komentar berupa saran 😘
Jangan jadi pembaca gelap (Astagfirullah!)
^^^Salam author^^^
__ADS_1
^^^@aratia3❣️^^^