
...Tolong tekan tombol Like 👍 buat author biar Author semangat nulisnya :)...
...****************...
'Apa? Dia bilang aku jalang?'
" Enggak! Gak kayak gitu Dim . Aku juga gak tau kenapa tiba-tiba aku bisa ada di kamar ini sama kamu..... " tenggorokan ku terasa tercekik.
Sampai akhirnya aku kalah.
......................
Air mata yang sedari tadi tertahan akhirnya jatuh juga.
" hiks... aku emang cewek dari kampung Dim , gak kayak kalian yang orang kota. Cuma aku juga punya harga diri, aku gak mungkin dengan sengaja memberikan kehormatan ku dengan sembarang pria... apalagi orang itu kamu? Aku gak akan pernah ikhlas! " aku berusaha mempertahankan harga diriku yang sudah sangat diinjak oleh lelaki yang bahkan baru saja merenggut kehormatan ku sebagai wanita.
" Alaahhh! Bulshit lu jadi cewek! Gue tau lu sengaja ngejebak gue kan biar tidur sama lu? " tuduhnya padaku.
Aku menggeleng kepala dengan cepat " Gak! Aku sama sekali gak ada niatan gitu, maksud kamu apa sih? Hiks.. Hiks.. "
" Gak usah pake acara nangis deh lu, lu pikir hati gue bakal luluh gitu liat air mata lu? "
Tangisan ku semakin kencang saja
Tapi Dimas sama sekali gak mau peduli.
" Lu kan cewe misterius yang nge-Wa Daffa? Oh! Gue baru paham rencana busuk lu sekarang, tadinya lu mau ngejebak Daffa kan? Terus malah gue yang kena jebakan lu itu?! "
" Dim, Dim! "
" Selamat Dilla! Lu berhasil tidur sama gue. Kenapa? Lu senang kan bisa tidur sama orang tajir? lu bosen jadi orang miskin terus? HAH?! "
" hiks hiks.... Gak git-- "Dimas melempariku dengan bantal,
" Kenapa lu gak jadi pelacur aja sekalian, lu jual tuh tubuh lu ke om-om! "
Ya Tuhan....
Kenapa dimas yang selama ini aku pikir tidak separah yang orang gosipkan malah berkata seperti itu pada diriku.
" A-- aku gak pernah berpikiran kayak gitu kok, ka-kamu salah pah--"
__ADS_1
belum sempat aku merampungkan kalimat ku, Dimas langsung mengambil sesuatu dari dompetnya.
Dimas melempar sebuah benda bentuk persegi yang tipis itu ke wajahku yang sudah sangat sembab.
" Nih, gue kasih kartu kredit gue, anggap aja ini bayaran buat tubuh lu, gue tau lu lakuin ini semua buat uang kan? Gak usah ngelak lu! Gue udah kenal banyak cewe murahan kayak lu gini dasar PELACUR! "
Aku tak tahan lagi, aku meremas kemeja yang ku gunakan, air mataku kembali jatuh membasahi pipiku yang sedari tadi sudah sangat panas.
" AMBIL CEPETAN! " teriaknya.
Aku menangis sesenggukan, baru kali ini aku mendapatkan perlakuan sangat kasar dari seorang laki-laki.
Bahkan Ayah kandungku pun tak pernah mengucapkan kata sebegitu rendahnya tentang diriku selama ayah masih hidup.
Lalu dia siapa? Bahkan ia hanya seorang bajingan yang merebut harta berharga ku, sebenarnya aku lah pihak yang paling dirugikan di sini, aku kehilangan segalanya.
Sedangkan Dimas? Dia bahkan tidak rugi apapun.
Aku mengembalikan kartu kredit itu ke tangannya.
Dengan berat hati mengulas senyum masam ku, " Maaf Dim, tapi aku gak butuh uang dari kamu. Aku emang miskin Gas, aku sadar akan hal itu. Tapi aku gak pernah sedikit pun mau menjual tubuh ku sendiri, maaf... " hanya kalimat bodoh itu yang terlontar dari mulutku,
kenapa jadi aku yang meminta maaf ?
Jika ada yang harus mengucapkan kata maaf, maka orang itu adalah Dimas! Bukan aku.
" Hhahahha dasar jalang sialan! Sok banget ya lu. Biar di kata apa, huh? Oh atau...
Dia mengangkat sebelah alisnya.
".... Atau lu mau minta bayaran yang lebih dari ini? Berapa nominal yang lu mau? Kasih tau gue, biar gue langsung transfer berapa pun jumlah uang yang lu mau! Gak usah malu dan sok jual mahal deh " ucap Dimas lagi yang sangat menusuk relung hatiku.
" Cukup !! Udah cukup! Kamu udah puas ngehina aku? Kalo udah, silakan kamu pergi! Aku gak butuh uang kamu, satu hal yang perlu kamu tahu, semiskin-miskinnya aku, aku gak akan pernah menjual tubuhku berapa pun harganya, pergi sekarang ! PERGI! " teriak ku sambil menutup wajahku yang sudah sangat kacau .
Tanpa basa basi ia berdiri dari tempat tidur setelah memakai celana jeans-nya dan kaos putih polos yang ia gunakan. Sedangkan kemeja nya masih melekat ditubuhku ini.
" Okey! Kalo itu mau lu. Jangan pernah temui gue buat bahas masalah ini. Gue anggap semuanya udah clear mulai detik ini. Toh lu yang gak mau dibayar kan?! "
Dimas memabanting pintu kamar hotel dengan sangat keras.
Meninggalkan ku yang masih juga menangis.
__ADS_1
" Hiks hiks hiks... mak... "
Aku hanya duduk dipinggir tempat tidur yang menjadi saksi bisu hal bejat yang dilakukan Dimas padaku. Aku awalnya agak kagum dengannya, walaupun dia bisa di sebut anak bandel tapi tetap saja dia bisa mendapatkan prestasi yang gemilang.
Sering kali aku berusaha segiat mungkin untuk menggeser namanya yang selalu tercetak di posisi peringkat pertama juara umum sekolah , sedangkan aku selalu setia di peringkat kedua.
Tapi sepertinya aku salah besar.
Semua penilaian baik tentangnya dalam sekejap sirna sudah.
Aku berjalan ke toilet dengan langkah tertatih, bagian bawah ku begitu ngilu bahkan aku bisa melihat tanda ******* bibir Dimas di leher dan payudara ku yang mulai membiru.
Aku tak hentinya menangis meraung melihat diriku yang begitu berantakan di cermin.
" HUAHHH ~ Mak !!! MAAFIN Dilla! "
Aku segera menyiram tubuhku dengan air dari shower aku berharap semua yang ia sisakan di tubuhku bisa segera hilang. Tapi bodohnya aku! Mana mungkin.. Aku sudah begitu kotor dan ternodai.
Aku seolah tak memiliki harga diri lagi, lalu jika begini...
Pria mana yang ingin menjadikan aku istrinya kelak?
Apa masih ada seorang pria yang mau menikah gadis tidak perawan sepertiku?
Belum lagi omongan tidak baik masyarakat tentang ku.
Kenapa ini bisa menimpa Dila ya Allah?.
...----------------...
#Bersambung....
😇😇😇😇😇😇
Hai readers . Terimakasih Telah mampir di Novelnya Author
Jangan lupa tinggalkan jejak ya ! Berupa vote 💓 like 👍 dan komentar berupa saran 😘
Jangan jadi pembaca gelap (Astagfirullah!)
^^^Salam author^^^
__ADS_1
^^^@aratia3❣️^^^