
...Tolong tekan tombol Like 👍 buat author biar Author semangat nulisnya :)...
...****************...
Dimas pov
" Sial! Kenapa kepala ku bisa sakit banget Njir! "
ku berjalan tertatih - tatih ke arah kamar yang dimaksud Daffa dengan tangan yang terus bertumpu pada dinding kamar.
ku gak peduli sama cewe yang katanya manggil Daffa tadi, yang penting ku bisa langsung baring di kasur empuk.
" Perasaan tadi ku baik-baik aja kok. terus kenapa jadi sakit kepala gini dah ? " ku segera mencari nomor kamar yang dimaksud sama mereka tadi.
18
Bukan.
ku berpindah ke pintu kamar yang tepat berhadapan dengan kamar nomor 18 tadi.
19
ku melihat dengan samar angka itu.
Jari-jari ku meraba angka yang ada di depan pintu kamar.
Ah, akhirnya gue nemu juga ini kamar, anehnya ini kamar gak dikunci pas ku berusaha buka.
ku masuk keruangan yang gelap itu.
Benar-benar gelap.
Ku berjalan ke arah tempat tidur. Mau gak mau karena keadaan yang memaksa Ku harus tidur dikasur yang biasanya dipakai untuk berbuat maksiat ditempat ini.
ku merebahkan diri ke kasur yang cukup empuk, sesekali sih ku membuka mata tapi rasanya berat banget.
" Hmmm... "
Hah? Ini gue gak salah denger kan? Atau ku yang halu gitu?
Masa sih ku bisa mendengar suara gumaman seseorang perempuan dari samping , tapi siapa? Perasaan tadi sih ku sendirian dikamar ini. ku berusaha menggapai lampu tidur yang ada di sebelah tempat tidur.
Cklek...
Lampu itu menyala juga akhirnya, warnanya yang agak kebiruan redup mampu membantu mata ku buat ngeliat siapa yang ada di samping Ku.
ku segera membalikkan badan ke arah kanan, walaupun rasanya berat banget . Secara gitu kepala masing pusing minta ampun dah .
Mata ku akhirnya berhenti di satu titik tepat di manik mata seorang gadis yang berbaring tepat di samping ku sekarang.
Siapa nih cewe? Kayak kenal. Tapi di mana ya?
Gadis itu menatap mata ku begitu dalam.
Deg deg deg...
__ADS_1
Kok rasanya jantung gue rada bergetar gini ya? Gue gak pernah rasain ini sebelumnya sejak kejadian yang menimpa hubungan Papi dan Mami ku yang bisa di bilang kurang harmonis . Mengubah sikap ku 180°.
Gak! Ku yakin ini cuma mimpi.
Orang rasanya aja sekarang gue melayang - layang alias nge-fly. Gue segera menyangkal perasaan gue saat ini.
" Ayo lah Dim! Lu cuma mimpi !. Bangun! "
Gue meracau setengah sadar.
" Gue yakin banget ini cuma mimpi, Dimas Anggara Pratama lu harus bangun sekarang! kayaknya lu lagi halusinasi deh , yakali gitu ada cewe tidur di samping lu? "
Sekuat apapun gue meyakinkan diri gue kalo ini hanya sekedar mimpi atau halusinasi gue semata, gue selalu gagal!
Gadis itu belum juga hilang dari pandangan gue.
Mimpi apa yang seawet ini?
Plak
Dengan kesadaran yang semakin menghilang, gue menampar pipi gue sendiri sebelum kesadaran gue hilang sepenuhnya.
"Sial!"
" Hahhahahah. Dimas , Dimas! Halusinasi lu kelewat parah! " gue terus nepuk - nepuk wajah gue sendiri .
Berharap gue bisa sadar dan pergi dari mimpi ini.
Gadis yang ada di depan gue sama sekali tak berkedip.
Wajahnya mirip seseorang.
Tapi siapa?
Tapi tanpa gue duga tangan gadis itu segera terulur maju untuk membelai wajah gue.
Berani banget nih cewe, baru kali ini ada cewek yang berani belai-belai wajah gue. Biasanya ketemu gue aja mereka langsung kabur ketakutan.
Jari-jemari cewek itu bermain dengan pelan di dada gue.
" Kok jadi makin gerah gini ya rasanya? "
Apa ruangan di hotel bintang lima gini gak punya AC? kok bisa ya badan gue kayak terbakar gitu.
Gue memandang gadis itu cukup lama.
Tangan dia masih saja menari di dada gue.
Membentuk berbagai macam pola di sana.
Memberikan sensasi sensualitas yang luar biasa.
Kalo gini terus, lama kelamaan gairah seorang pria yang ada di dalam tubuh gue bisa bangkit .
Dan entah karena alasan apa, gue justru menangkap tangan gadis itu.
__ADS_1
Begitu hangat, itu yang gue rasain saat tangan itu menyentuh kulit gue, selama ini gue gak pernah biarin satupun makhluk yang namanya perempuan buat nyentuh gue. Tapi gadis ini beda, sentuhan tangannya malah menjadi sebuah candu baru buat gue.
Tak ada yang saling bicara atau sekedar sapa.
Hanya diam dengan tatapan mata yang beradu .
Gue menggeser tubuh gue mendekat ke arah dia.
Mungkin naluri lelaki gue udah bangun sekarang
Tangan dia masih terus ada di dalam genggaman tangan gue.
Gak tau sejak kapan, hidung gue dan dia udah saling bersentuhan, rasanya nano nano, campur aduk semuanya!
Andaikan aja ini cuma mimpi, tolong bangunin gue, gue gak mau menikmati lebih jauh mimpi ini.
Mimpi yang membuat gue semakin ingin lagi lagi dan lagi. Seperti ada sesuatu dalam diri gue yang terus ingin menagih.
" Mata kamu Indah. Terlihat kosong tapi begitu dalam. " kalimat itu keluar dari bibir indah gadis yang tidur di depan gue
'What the... ? Tadi gue bilang apa? Bibir indah? Gue gak salah ngomong kan?'
Sejak kapan seorang Dimas Anggara Pratama yang terkenal dengan predikat jutek tiba-tiba saja menjadi cowok yang doyan ngegombal macam cowok playboy.
Mata gue mulai berpetualang ke tubuh gadis itu.
Dari wajahnya yang seakan tak asing, lalu turun ke bagian bawahnya.
' Glup '
Gue menelan saliva gue begitu kasar saat mata gue melihat ke arah belahan dada gadis itu.
Gadis ini gak punya payudara yang gede-gede amat tapi gue yakin ini ukuran yang pas di genggaman tangan gue.
" Apa Ini yang namanya surga dunia para lelaki ? " Tanya gue tanpa sengaja.
" Hu. Um. Kenapa? Kamu mau nyoba ? " tanya Gadis itu yang seolah mengerti kemana arah pertanyaan gue.
Ya Tuhan! Gue merasa jadi makhluk paling bodoh sekarang!
Begonya lagi gue cuma ngangguk-ngangguk kayak anak kecil yang ditawarin gulali.
...----------------...
#Bersambung....
😇😇😇😇😇😇
Hai readers . Terimakasih Telah mampir di Novelnya Author
Jangan lupa tinggalkan jejak ya ! Berupa vote 💓 like 👍 dan komentar berupa saran 😘
Jangan jadi pembaca gelap (Astagfirullah!)
^^^Salam author^^^
__ADS_1
^^^@aratia3❣️^^^