
...Tolong tekan tombol Like 👍 buat author biar Author semangat nulisnya :)...
...****************...
Dilla pov
Perlahan aku membuka mata ku yang terpejam, rasanya sangat berat. Kalo bukan karena suara handphone yang berisik dari tadi mungkin aku tak akan membuka mataku.
Tapi anehnya, nada dering handphone itu terdengar asing di telinga ku, seingatku aku tak pernah memakai nada dering itu di ponsel ku.
" Huamm.... " aku menguap lebar sambil mengerjap-ngerjapkan mataku.
Kok? Ada yang aneh dengan tubuh ini?
Entah kenapa rasanya pagi ini badan ku begitu sakit dan lelah, perasaan aku gak ngapa-ngapain kok semalem, cuma dateng ke ulang tahun Kevin. Ngomong - ngomong, kok aku gak ingat ya kapan pulang ke rumah, tiba - tiba udah di kasur aja.
Rasa kasurnya juga agak beda. Lebih empuk dan umm... Apa ya? Kayak basah gitu.
Mata ku tertuju pada tangan yang mendekap tubuhku sedari tadi, aku pikir itu tangannya Mpok Sumi. Tapi kok tumben - tumben Mpok mau meluk aku, biasa juga kalau tidur berdua, budhe gak pernah meluk aku kayak gini.
Loh? Tunggu deh.
" kok tangan Mpok bisa sekekar ini ya? Perasaan dari yang aku tau Mpok orangnya kurus. Kok dalam sehari bisa beda gini tangannya? " batinku sambil menyentuh dan meraba tangan kekar yang sedang memeluk, memastikan apa benar itu Mpok ku .
" Mmmm..." Terdengar suara bass dari belakang telinga ku.
Tunggu, itu tadi suara siapa? Kok kayak suara cowo sih? Masa iya Mpok suaranya bisa nge bass gitu.
Aduh! Aku aneh-aneh aja sih mikirnya, pasti ini gara-gara nyawaku belum terkumpul sempurna. Efek bangun tidur.
Karena rasa penasaran, aku membalikkan tubuhku mengarah ke arah dari mana suara itu berasal.
" Oh tidak! . " pekik ku dalam hati.
Betapa kagetnya aku saat melihat siapa yang tidur di samping ku, bukan Mpok Sumi dengan tubuh kurusnya.
Tapi Si balok Es itu Yang Kayak kutup Atlantik..
Secara spontan aku melirik bagian tubuhku yang sudah dalam keadaan telanjang bulat. Aku menatap tubuhku begitu nanar, apalagi saat merasakan bagian bawahku yang begitu ngilu.
" Jangan nangis Dil, jangan nangis! "
__ADS_1
Saat aku menyingkap sedikit selimut yang ku pakai, hati ku seakan terkoyak.
Di atas seprai putih itu nampak tercetak jelas noda darah bekas keperawanan ku.
Saat itu juga aku baru menyadari satu hal.
'Aku sudah kehilangan keperawananku...'
Harta berharga yang selama ini aku jaga dengan baik untuk suamiku kelak, aku tau kok kalo aku hanya orang miskin, tapi harga diri ku tidaklah semiskin itu.
" ARGHHH! " aku berteriak begitu kencang.
membuat cowok pemilik tubuh kekar itu segera mengerjapkan matanya.
Awalnya ia hanya terdiam menatap tubuhku yang sudah ku tutupi dengan selimut tebal berwarna putih itu. Seolah dia tak percaya dengan adanya aku yang sedang telanjang dihadapannya.
Cukup lama cowok itu terdiam, sampai akhirnya ia tersadar saat melihat tubuhnya yang juga telanjang bulat tanpa tertutup apapun, secara gitu selimutnya sudah aku tarik semua menutupi badan ku yang telanjang .
" Shit! BAN*SAT LU! " Dia segera menutupi miliknya itu dengan bantal kepala yang ia pakai tidur tadi.
" Balik badan lu sekarang!! " bentaknya yang membuat ku agak takut, aku segera patuh membalikkan tubuhku membelakanginya .
Entah apa yang dia lakukan, aku pun tak tahu.
Setelah menutupi bagian bawahnya tadi, dia kembali menoleh ke arah ku.
"Eh cewe kampung! Buruan pake baju lu beg* ! " dia melemparkan sebuah kemeja putih ke wajahku, setau ku itu bukan bajuku.
'Bukannya itu baju yang dia pake tadi malam di pesta ulang tahun Kevin,Itu baju nya Vivi?'
Karena udah keburu malu, aku segera berbalik memakai kemeja putih itu.
Saat sedang mengancing satu persatu kemeja itu, aku menunduk kebawah lantai, di sana berserakan bajuku, lebih tepatnya baju yang dipinjamkan Vivi.
Baju itu tak utuh lagi, sudah robek tak beraturan, ada juga bra dan celana dalam yang ku pakai tadi malam .
Sungguh! Ini benar-benar menampar hati ku.
Aku benar-benar tak percaya ini, jantung ku berdetak tak beraturan. Dengan kaku aku memberanikan diri untuk menoleh ke arah cowok tadi .
' DEG! '
__ADS_1
Jantungku terasa berhenti berdetak seketika, saat dia melihat ku dengan tatapan jijik dan hina.
" Mmm ... Dimas . I--ini gak seperti yang ka--mu pikirin kok " aku berusaha menjelaskan dengan mulut yang tergagap-gagap. Aku sedikit bisa membaca apa yang sedang ia pikirkan saat ini.
Tatapan Jijik pada tubuh ku dan seolah sangat membenci ku.
Apa dia pikir aku sengaja ingin tidur dengannya?
Lama dia diam dengan tatapan hinanya melihat paha ku yang tak tertutup celana.
Berhubung saat itu aku hanya menggunakan kemeja tanpa celana.
Dia menyeringai, kemudian tertawa,
"Jadi ini sifat asli lu ya? *****! " ucapnya yang kemudian meludahi ku.
'Apa ini? Kenapa dia begitu? Aku juga tidak tau apa-apa di sini.'
" Ma- maksud kamu apa Dim? Kok kamu ngomong gitu sama aku? " dengan sekuat tenaga aku menahan air mata ku agar tidak terjatuh di hadapan Dimas .
" Cuihh! ... Gue pikir tadinya lu masih polos gitu, secara lu kan anak kampung! tapi kayaknya gue salah menilai lu deh. Lu gak lebih dari sekedar jalang! " ucapnya dengan nada tenang tapi aku bisa melihat amarah yang membuncah di matanya yang semakin memerah.
'Apa? Dia bilang aku jalang?'
" Enggak! Gak kayak gitu Dim . Aku juga gak tau kenapa tiba-tiba aku bisa ada di kamar ini sama kamu..... " tenggorokan ku terasa tercekik.
Sampai akhirnya aku kalah.
...----------------...
#Bersambung....
😇😇😇😇😇😇
Hai readers . Terimakasih Telah mampir di Novelnya Author
Jangan lupa tinggalkan jejak ya ! Berupa vote 💓 like 👍 dan komentar berupa saran 😘
Jangan jadi pembaca gelap (Astagfirullah!)
^^^Salam author^^^
__ADS_1
^^^@aratia3❣️^^^