
...Tolong tekan tombol Like 👍 buat author biar Author semangat nulisnya :)...
...****************...
Author Prov
Setelah kejadian yang menimpanya malam itu, Dila pulang ke rumah dengan hati yang sangat hancur.
Rasanya dunianya sudah hancur berkeping-keping.
Tidak ada lagi yang ia dapat banggakan.
Hal paling berharga yang selama ini ia jaga sebaik mungkin terenggut begitu saja dengan mudahnya.
Padahal dengan susah payah Dila membuktikan kalau tidak semua orang yang tinggal di Kota itu akan mengikuti gaya hidup menyimpang di kota yang keras itu.
Tapi malam itu, semua pembuktianya sirna.
Tak ada lagi yang mampu ia lakukan selain mengutuki dirinya sendiri.
Menyalahkan dirinya atas apa yang sudah terjadi, bahkan ia sudah sangat bersabar selama ini, namun kenapa Tuhan seolah sangat tak adil padanya?
Mpok Sumi terus bertanya-tanya ada apa dengannya yang tidak pulang semalam, dia juga mengunci dirinya dalam kamar.
Mpok sangat kawatir sekali. Apalagi saat melihat penampilan Dila yang begitu kacau dengan rambut yang tergerai acak acakan.
Pulang ke rumah hanya dengan kemeja putih kusut yang melekat di tubuh kecilnya.
Bukan hanya itu saja, Dila menjadi sangat tertutup dan tidak mau berkomunikasi dengan siapapun.
Dertt dertt...
Panggilan masuk dari Vivi sahabatnya pun hanya di diamkan.
Vivi is calling....
19 Panggilan tak terjawab
__ADS_1
Dila muak, sangat muak malah!
Semenjak malam itu, dirinya seperti tak terawat lagi. Tidak ada senyum yang terlihat di wajah manisnya.
Tok
Tok
Tok
" Nak, ada temen kamu nih. Mau ngomong sama kamu katanya! " teriak Mpok dari luar kamar.
Dila yang mendengar itu semakin muak.
Dia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Berharap tak seorang pun menemuinya.
" Dil, ini gue Vivi. Buka pintunya please " mohon Vivi dari luar.
" PERGI! Hiks... " teriak Dila yang kemudian terdengar begitu lirih.
" AKU BILANG PERGI! " teriak Dila lagi.
" Dil, lu kenapa gak masuk sekolah sih. Lu kan tau bentar lagi ujian nasional "
Dila masih diam tak bergeming.
Memang sudah cukuplah lama dia tak menginjak sekolahnya. kurang lebih 1 minggu
Untuk pertama kali dalam hidupnya, ia begitu benci mendengar kata SEKOLAH. Hal yang selama ini ia sangat sukai.
" Hiks... Aku mohon pergi viv! "
Dila menangis di balik pintu kamarnya.
" Okey, fine! Kalo itu mau lu. Tapi gue cuma mau bilang, kalo besok lu masih gak masuk sekolah, pihak sekolah gak segan-segan buat ngeluarin lu! "
__ADS_1
Vivi yang sudah terlanjur kesal, berniat untuk pergi.
Tapi langkahnya harus terhenti karena mendengar suara pintu dari arah kamar Dila.
"Oiya, Vi . aku ngak papa kok. insha Allah bsok aku kan berangkat ke sekolah tenang aja yang vi".Ucap Dila yang berusaha tegar.
Ya kejadian itu hanya terjadi satu kali dan tidak akan mungkin ia tidak melanjutkan pendidikan nya gara" seorang yang berensek. Dila tidak ingin mimpinya hancur lagi takkalah ia sudah berjanji pada ibunya , namun hanya satu yang tidak ia tepati yaitu Mahkota yang berharga ia serahkan pada orang yang bukan suaminya
"Benarnya Dil ?"ucap vivi
"Iya,iya benarkok!. Tapi sekarang vi tolong pergi dulu ya ,please! "
"iya,Semoga kàmu baik- baik aja Dil, Awas aja kalaw besok ngak pergi"
"Iya Vi, Makasih buat ngertiin aku"
"Sama-Sama Dil, ku pergi dulu ya" .ucap vivi sembari meninggalkan Dila
Ya kali ini dila memutuskan untuk tetap kuat
'Ia berjanji tidak akan menghancurkan mimpi ibunya kedua kali nya'
Dila memutuskan untuk memulai segala nya dari awal .
...----------------...
##Bersambung....
😇😇😇😇😇😇
Hai readers . Terimakasih Telah mampir di Novelnya Author
Jangan lupa tinggalkan jejak ya ! Berupa vote 💓 like 👍 dan komentar berupa saran 😘
Jangan jadi pembaca gelap (Astagfirullah!)
^^^Salam author^^^
__ADS_1
^^^@aratia3❣️^^^