
...Tolong tekan tombol Like 👍 buat author biar Author semangat nulisnya :)...
...****************...
"GUE BILANG GUGURIN ANAK SIALAN ITU!"
" Ta-tapi ini anak kamu Dim. "
Dimas tertawa sinis.
" Gue gak pernah ngerasa pernah ngebuat anak itu . Kan lu sendiri yang gak mau gue bayar waktu itu , so.... gue udah lepas tangan sekarang. "
Ucap Dimas dengan kesombongannya yang sangat besar.
" Aku gak masalah kalo kamu mau gugurin anak ini, tapi setidaknya kamu harus ngakuin dia sebagai anak kamu. Di dalam darahnya mengalir darah kamu D! Kamu mikir gak sih?! " kali ini air mata Dila sudah tumpah tak terbendung lagi.
" Gue gak sudi dan gak akan pernah sudi ngakuin anak yang ada di rahim wanita kampung kaya lu, anak gue kelak harus terlahir dari wanita yang jauh dari kata wanita murahan kayak elu ! Catet tuh baik-baik " Dimas menoyor kening Dila dengan jari telunjuknya.
Dimas hanya tersenyum kecut mendengar ucapan gadis kampung yang selama ini tidak ia sangka akan berani berbicara seperti itu kepadanya yang terkenal arogan dan keras.
" Dasar Jalang! " dua kata kasar itu terlontar dari mulut Dimas yang sudah sangat emosi.
Emosi Dimas tidak bisa di ajak bekerja sama lagi.
" Lu mau uang berapa sih, hah?! "Dengan gampangnya Dimas ingin menyelesaikan masalah besar ini dengan uangnya.
" Aku kan udah bilang gak butuh uang kamu, setidaknya kamu harus ngakuin dia sebagai anak kamu. Gak usah khawatir Dim, aku bakal gugurin dia kok, aku juga gak sudi ngandung anak dari pria sombong kayak kamu! " balas Dila tak kalah sengit.
" *****! Munafik banget lu jadi cewek! " Dimas terus mengumpat kata-kata kotornya.
__ADS_1
Dila harus menelan berbagai cercaan kata-kata pahit dari Dimas .
" Eh, lu inget ya satu hal! Gue gak pernah mau kalo darah daging gue hidup di rahim wanita sialan kayak lu, gugurin secepatnya, entar masalah uang gue yang ngurus. " tunjuk Bagas ke perut Dila yang masih sangat rata.
Akhirnya ia mengakui itu darah dagingnya walaupun terpaksa, mau membantah bagaimana coba? Jelas-jelas dia orang pertama yang melakukan itu ke Dila, anak siapa lagi kalo bukan anaknya, tidak mungkin anak tetangga sebelah kan ?
Tanpa menunggu balasan dari Dila, ia segera meninggalkan Dila yang menangis sendirian di atas atap sekolah.
Dila terduduk lunglai di lantai, ia begitu terpukul dengan kenyataan yang menimpanya.
Kenapa harus dia? Kenapa harus dia yang dititipkan oleh Tuhan bayi dari seorang pria angkuh sepertinya.
" kenapa harus Dila ya Tuhan?! Apa salah Dila sih sebenarnya... Hiks hiks... "
Betapa bodohnya aku. Ya Tuhan..
Begitu banyak harap dan doa yang ia harapkan dari ku, putrinya.
Aku bahkan tak pernah berani mengangkat telpon darinya. Ada rasa bersalah yang sangat besar dalam hati ku.
" Kenapa takdir ku selucu ini Ya Tuhan? "
" ARGGGH! " tanpa menghiraukan rasa sakit ku, aku memukuli perutku sendiri.
" Dila gak mau bayi ini! "
Protes ku pada Sang Pembuat skenario hidup.
Bagaimana pun aku ini seorang wanita yang tentu saja suatu hari pengen momong dede bayi,ya tapi gak sekarang juga!
__ADS_1
Bukan saat ini! ini waktu yang salah.
Gak tepat
Bayi ini gak salah, waktu aja yang gak tepat.
Bayi ini bisa ngerusak masa depan ku.
Menghancurkan semua mimpi penuh harap yang sudah ku rajut sedari dulu.
Dia terus menangis tak hentinya.
Seragamnya bahkan sudah basah karena air mata.
Menangis sendirian.
Tak ada ibu, tak ada teman.
...----------------...
#Bersambung....
😇😇😇😇😇😇
Hai readers . Terimakasih Telah mampir di Novelnya Author
Jangan lupa tinggalkan jejak ya ! Berupa vote 💓 like 👍 dan komentar berupa saran 😘
Jangan jadi pembaca gelap
__ADS_1