Gadis Kampung Vs Anak Hedon

Gadis Kampung Vs Anak Hedon
malam yang panjang


__ADS_3

Full Adegan 18+


bocah di larang baca


......................


Tanpa minta izin dari gadis itu, tangan gue udah bergerak mengikuti insting gue sebagai seorang lelaki.


Gue membuka penghalang yang menutupi surga kenikmatan itu , satu persatu penghalang yang melekat di tubuhnya gue lepasin. Gila, gue udah sarap deh kayaknya.


Gak tau kenapa makin lama gue rasa makin gerah kepanasan , bawaannya pengen buka baju aja.


Gue segera membuka satu persatu kancing baju gue, lalu menjatuhkan ke lantai kemeja putih yang gue pake.


Gue menarik gadis itu ke tubuh gue yang udah dalam keadaan setengah telanjang.


Rambutnya begitu berantakan tapi makin membuatnya terlihat... Apa ya?  Sexy mungkin?


Tangan gue mulai merapikan rambutnya, Oh tidak tunggu dulu! Bukan kebelakang telinga seperti yang di lakukan cowok-cowok yang ada di drama korea.


Gue gak bisa seromantis itu.


Gue hanya perlu menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya tanpa harus menyelipkan rambutnya ke belakang telinga seperti yang di lakukan oleh kebanyakan cowok .


Yang penting wajah gadis ini bisa kelihatan dengan jelas .


' Cup...'


Satu kecupan manis ku mendarat di kening gadis itu.


" Apa lagi ini Dimas?!  Makin ke sini lu makin gila aja!  "


Tidak hanya sampai keningnya.


Bibir gue turun untuk mengecup pelan kedua matanya yang ia pejamkan,lalu ke hidung nya, pipinya dan tentu yang paling gue tunggu, bibirnya.


Gue ******* dengan nikmat bibir lembutnya, gue baru sadar jadi ini sensasi yang dirasakan sama Kevin kalau main sama cewe, pantes aja ketagihan.


Gadis itu sedikit meronta, tapi gue selalu berusaha menahan tangannya yang mau mukul gue.


Gue semakin memagut bibir itu, tapi sesekali dia menggigit bibir gue, tapi anehnya gue gak ngerasain yang namanya sakit, yang ada hanya ' N I K M A T'.


Lidah kami saling bertautan didalam sana.


Tanpa gue sadari, benar loh ini gue gak nyadar, secara reflek tangan gue mulai menjelajahi bagian tubuhnya yang lain.

__ADS_1


Semuanya berlanjut ke tahap yang lebih lagi.


Saat bibir kami masih saling menempel dan saling mengisap satu sama lainnya, tangan gue yang nakal itu mulai meremas payudara gadis itu.


Suara desahan keluar dari bibir gadis itu  tepat saat payudara kenyal miliknya gue mengisap dengan paksa.


"  Ahhh ~  sak----it ~Mphhhh!  "


Tanpa peduli erangan kesakitan yang terucap dari bibirnya, gue justru semakin tertantang untuk mencicipi bagian  tubuhnya yang lain.


Menjilat leher gadis itu.


Mengisap, bahkan gue sesekali menggigiti payudara squishy miliknya.


"  Ud---ah!   Ahh~ "


"   Bentar lagi, gue belum puas  "


"   Tapi sakit ~  ahhhh ~  "


Desahan dan tangisan gadis itu malah ngebuat gue pengen nyentuh dia sepenuhnya.


Gue berbisik pelan di telinga dia 


"   Malam ini lu harus ngedesah buat gue  "


Gue gak tahan lagi!  Gue rasanya  terangsang banget malam ini. Bawaannya pengen masukin aja.


Gue segera mengubah posisi tubuh gue.


Menindih tubuh kecil gadis itu.


Gue sekarang ada diatas cewe ini. Itu artinya gue yang menguasai permainan


Tanpa peduli erangan rasa sakit dari bibir gadis ini, gue membuka paksa selangkangannya.


Dan Ya!  Gue posisi tubuh gue sekarang ada di antara selangkangannya, dengan penuh nafsu gue segera melepaskan Celana dalam yang menjadi benda yang menghalangi bagian bawah gadis ini.


Gadis ini nampak begitu sangat polos tanpa sehelai benang pun.


Gue harap ini cuma mimpi sesaat, Ku harap ku hanya mimpi basah.


Gue mau nikmatin mimpi ini, sesuatu yang gak bakal pernah gue lakuin kalo gue ada di dunia nyata, setidaknya itu yang ada di pikiran ku saat ini.


Karena gue taunya gue lagi mimpi.

__ADS_1


Gue kembali menciumi perut rata dia yang begitu nikmat. Sekarang gue rasa gue benar-benar berada di puncak kenikmatan.


"Tahan bentar ya, Sayang? Jangan teriak... "


Sebelum mulut dia berucap, gue membekap mulut dia dengan sebelah tangan gue.


Sedangkan tangan gue yang lain udah membuka resleting celana yang gue pake.


"  Mphhhh ~ Mphhhh!!!  "


Gadis itu meronta ronta di bawah tubuh gue.


Tapi gue gak peduli!


Gue segera memasukkan Adik kecil gue kedalam miliknya yang begitu sempit dan nikmat.


" Ahh!  "


Hah ?  Jangan bilang dia perawan?  Gila!


Kalo ini nyata, berarti gue perawanin anak orang dong?


Ah bodo amatlah! Toh ini cuma mimpi kok. Lagian pas pertama kali gue mimpi basah, gue juga mimpi kayak gini, cuma bedanya ini terasa lebih nyata aja.


Gue yakin pas gue bangun nanti, semua akan kembali normal.


Gue bisa mendengar desahan gadis ini, membuat gue semakin terpacu untuk memajukan mundurkan pinggul gue.


GILA!


  Pokoknya ini benar benar bikin gue terasa di awan-awan. Gue gak tau udah berapa lama gue ngelakuin itu sama nih cewe yang cuma pasrah gue gituin.


Sampai akhirnya... gue akhirnya berhenti karena kelelahan .


Dengan santainya gue mengeluarkan spe*ma gue di dalem. Gue pikir gak masalah, kan cuma mimpi. Ya gak? 


" fyuhh... "


Gue membaringkan tubuh gue di samping gadis yang baru aja gue nodain ini.


Menarik selimut tebal buat nutupin tubuh telanjang ku bersama gadis itu.


'Ini cuma mimpi! '


...----------------...

__ADS_1


#bersambung


__ADS_2